Putri Marino Kosongkan Diri Demi Pertiwi Kembali Berkolaborasi dengan Kamila Andini

Andi Aris Widiyanto • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:10 WIB
Setelah sempat diumumkan pada 2022 dengan judul Four Seasons in Java, film Empat Musim Pertiwi siap tayang tahun ini.
Setelah sempat diumumkan pada 2022 dengan judul Four Seasons in Java, film Empat Musim Pertiwi siap tayang tahun ini.

 

JAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Setelah sempat diumumkan pada 2022 dengan judul Four Seasons in Java, film Empat Musim Pertiwi siap tayang tahun ini. Sebelum tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober mendatang, film besutan sutradara Kamila Andini itu akan tayang perdana di Festival Film Internasional Toronto 2026 pada pekan ini dan di Festival Film Internasional Busan 2026 bulan depan.

Kamila kembali menggandeng Putri Marino sebagai kolaboratornya setelah pada 2023 mereka bekerja sama di serial Gadis Kretek. Putri berperan sebagai Pertiwi, sang karakter utama. “Aku bikin cerita Pertiwi itu sejak 2017 dan ini karakter paling sulit yang pernah aku buat,” ujar Dini, sapaan akrab Kamila, yang juga mengulas naskah, di Jakarta International Convention Center, Jakarta Pusat, dalam gelaran IdeaFest 2026 Sabtu (5/9) sore.

Baca Juga: Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, BGN Resmikan Penghentian Sementara Program MBG!

Dini menjelaskan bahwa Pertiwi adalah perempuan muda dengan begitu banyak kemarahan dan trauma dalam dirinya. Dalam trailer yang sempat diputar di IdeaFest 2026 dan dirilis besok (8/9), Pertiwi kembali ke desanya setelah sempat dipenjara. Kembalinya Pertiwi disertai dendam pada sejumlah orang yang mengusung kasak-kusuk warga di sebuah desa dekat gunung.

“Pertiwi ini luarnya muda tapi dalamnya, ya, bisa dibilang tua. Dia pejuang, yang bisa melakukan apa pun. Kekuatannya datang dari langit, tapi melalui banyak hal,” papar Dini.

Untuk Pertiwi, Dini ingin aktris yang bisa membuka sekaligus mengosongkan dirinya demi peran yang kompleks. Sang aktris harus bisa mengisi jiwa dan pikiran Pertiwi dengan segenap kemampuan, penampilan, dan gestur. Bagi Dini, Putri-lah sang aktris itu. “Aku mau Putri meranin Pertiwi bahkan sebelum dia jadi Arumi di Gadis Kretek,” tambah Dini.

“Apa yang dihadirkan di Empat Musim Pertiwi adalah salah satu ketidakadilan di Indonesia. Dari situ ada spirit warga jaga warga,” ujar Kamila Andini, Sutradara.

Saat ditawari dan disodori naskah serta konsep karakter Pertiwi, Putri langsung antusias. Dia bahkan rela tidak mengambil peran lain demi bisa total mengisi jiwa Pertiwi.

Baca Juga: Dian Sastro dan Reza Rahadian Jadi Pasangan di Descendants of the Sun Versi Indonesia

“Aku harus start fresh, mengosongkan dan melapangkan diri untuk Pertiwi karena dia adalah karakter yang kompleks,” papar Putri.

Selain bertanya dengan detail pada Dini, sang pencipta karakter, Putri juga membaca buku yang direferensikan Dini. Yakni, novel Perempuan Titik Nol karya Nawal El Saadawi. “Ya, untuk jadi Pertiwi, aku juga harus di titik nol,” kata Putri.

Soal kostum, Putri juga total dalam proses fitting bersama penata busana Hagai Pakan. Busana bergambar dan masakulin selama 3 jam agar pas dan nyaman. “Dan gesture Putri bisa langsung berubah. Pas pakai celana gombrong, jalannya langsung yang stomping, gitu,” kata Dini. (len/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
film empat musim pertiwi festival film internasional Four Season in Java Jakarta International Convention Center putri marino