Nadin Amizah Sebut Laika, Yang Ditinggalkan sebagai Salah Satu Album Terbaiknya

Rahma Azra Calista • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 15:10 WIB
Nadin Amizah berpose bersama sosok yang menginspirasi album barunya, "Laika, Yang Ditinggalkan". (Instagram/@cakecaine)
Nadin Amizah berpose bersama sosok yang menginspirasi album barunya, "Laika, Yang Ditinggalkan". (Instagram/@cakecaine)

SOLOBALAPAN.COM – Nadin Amizah resmi merilis album ketiganya, Laika, Yang Ditinggalkan, Jumat (28/8/2026). Menjelang perilisan, Nadin mengungkapkan kecintaannya terhadap album yang ia sebut sebagai salah satu karya terbaiknya tersebut.

Nadin Amizah akhirnya membawa Laika, Yang Ditinggalkan kepada para pendengar. Album penuh ketiganya itu dirilis melalui Sorai dan berisi 11 lagu yang kini dapat didengarkan di berbagai platform musik digital.

Album ini menjadi kelanjutan perjalanan Nadin setelah Selamat Ulang Tahun yang dirilis pada 2020 dan Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya pada 2023. Bagi Nadin, album terbarunya memiliki cerita yang cukup dekat dengan pengalaman dan perasaan yang ingin ia tuangkan melalui musik.Baca Juga: TPA Putri Cempo Solo Terbakar, Ternyata Sudah Jadi Tempat Pembuangan Sampah Sejak 1986

Menjelang perilisan, Nadin mengungkapkan perasaannya tentang album tersebut melalui unggahan di Instagram. Ia menulis bahwa album ini mengingatkannya pada kematian, kesepian, perasaan ditinggalkan, dan kehilangan rumah.

Nadin juga terang-terangan menyebut Laika, Yang Ditinggalkan sebagai salah satu album terbaiknya. Ia mengaku sangat mencintai karya tersebut, meski belum mengetahui bagaimana perjalanan album itu setelah resmi bertemu dengan pendengar.

Dalam unggahan yang sama, Nadin menyerahkan perjalanan album tersebut kepada takdir. Ia berharap apa pun yang datang setelah perilisan dapat dilaluinya dengan baik.

Kedekatan Nadin dengan album ini tidak lepas dari sosok yang menjadi sumber inspirasinya. Nama Laika merujuk pada seekor anjing betina yang dikirim Uni Soviet ke luar angkasa pada 1957. Kisah tersebut kemudian menjadi titik awal Nadin dalam membangun cerita untuk album ketiganya.

Nadin mengaitkan kisah Laika dengan kebutuhan akan kasih sayang dan rasa ingin memiliki tempat untuk pulang. Dari sana, gagasan tentang yearning atau kerinduan menjadi salah satu tema yang hadir dalam Laika, Yang Ditinggalkan.

Baca Juga: Buntut Keracunan Massal MBG di Sidoarjo, Kepala BGN Sudaryono Minta Maaf dan Akui Kelalaian!

Tema tersebut tidak hanya berhenti pada judul album. Melalui 11 lagu di dalamnya, Nadin membawa cerita tentang kesepian, luka, kemarahan, kehilangan, kematian, hingga kerinduan terhadap rumah dan kasih sayang.

Perjalanan menuju album ini sudah dimulai lebih dulu melalui “Moonlight”. Lagu tersebut dirilis pada 7 Agustus 2026 sebagai single pembuka sebelum keseluruhan materi Laika, Yang Ditinggalkan diperkenalkan.

“Moonlight” menyimpan cerita yang cukup panjang. Nadin ternyata sudah menulis lagu tersebut sejak masih duduk di bangku SMA. Bertahun-tahun kemudian, lagu itu akhirnya direkam dan dirilis secara resmi sebagai bagian dari album ketiganya.

Kehadiran “Moonlight” membuat album ini turut membawa potongan perjalanan Nadin dari masa lalu. Lagu yang lahir ketika dirinya masih remaja kini berada dalam satu karya bersama lagu-lagu yang dibuat setelah perjalanan bermusiknya berkembang.

Menjelang perilisan, Nadin juga memperkenalkan album tersebut kepada pendengar di Solo. Ia menggelar sesi dengar Laika, Yang Ditinggalkan di Lokananta pada Selasa (25/8/2026), tiga hari sebelum album resmi dirilis.

Baca Juga: Ini Internet Slang yang Mungkin Bikin Kamu Bingung

Dalam sesi tersebut, pendengar mendapat kesempatan untuk mendengarkan materi album sebelum 11 lagu di dalamnya tersedia secara luas. Momen itu menjadi salah satu bagian dari rangkaian menuju perilisan Laika, Yang Ditinggalkan.

Kini album tersebut telah resmi hadir secara utuh. Setelah sebelumnya dibuka melalui “Moonlight”, pendengar dapat mengikuti keseluruhan cerita yang dirangkai Nadin dalam 11 lagu.

Bagi Nadin, perjalanan album ini memang belum memiliki tujuan yang pasti. Namun, sebelum menyerahkannya kepada pendengar, ia sudah lebih dulu mengungkapkan satu hal yang paling ia rasakan terhadap karya tersebut: ia mencintainya. (Rahma Azra Calista)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
LAIKA Musik Indonesia Rahma Azra Calista Album Musik Nadin Amizah