SOLOBALAPAN.COM — Teka-teki misteri kematian legenda dan ikon musik hip-hop dunia, Tupac Shakur, akhirnya menemukan titik terang benderang setelah tiga dekade berlalu.
Dewan juri di Las Vegas resmi menyatakan Duane “Keffe D” Davis bersalah atas kasus penembakan maut pada tahun 1996 silam.
Dilansir dari The Guardian, Rabu (2/9/2026), vonis bersalah terhadap mantan pemimpin geng South Side Compton Crips yang kini berusia 63 tahun tersebut memberikan kelegaan emosional mendalam bagi keluarga besar Shakur yang telah menanti keadilan hukum selama 30 tahun.
Berdasarkan analisis jaksa penuntut umum, Davis bertindak sebagai dalang operasional (field commander) dalam aksi penembakan drive-by tersebut.
Motif utamanya didasari dendam kesumat usai perkelahian fisik yang melibatkan Tupac Shakur dan keponakan Davis, Orlando “Baby Lane” Anderson.
Selama puluhan tahun, tragedi pembunuhan Shakur diwarnai liarnya isu konspirasi serta gelombang kritik tajam terhadap kinerja Kepolisian Las Vegas yang dinilai lamban karena tak kunjung menetapkan tersangka.
Buku Memoar Jadi Senjata Makan Tuan
Titik balik pengungkapan kasus maut ini berawal saat Davis secara ceroboh menerbitkan buku memoar pribadinya pada 2019. Dalam bukunya, ia secara gamblang membeberkan kronologi dan keterlibatannya dalam aksi penembakan terhadap Shakur.
Pengakuan tertulis tersebut langsung dijadikan amunisi dan bukti kunci oleh tim penyidik di persidangan, meskipun pihak pengacara Davis sempat berdalih bahwa narasi dalam buku itu sekadar dilebih-lebihkan demi mencari keuntungan komersial semata.
Sebagai informasi, Tupac Shakur ditembak dari dalam mobil saat melintas di jalanan Las Vegas usai menyaksikan laga tinju Mike Tyson pada September 1996.
Rapper legendaris itu mengembuskan napas terakhir beberapa hari kemudian dalam usia yang masih sangat muda, yakni 25 tahun.
Tragedi yang menimpa Shakur di puncak kepopulerannya itu disusul oleh tewasnya sang rival utama, Christopher Wallace alias The Notorious B.I.G., yang turut ditembak mati kurang dari enam bulan kemudian.
Usai putusan bersalah dijatuhkan pada Senin kemarin, majelis hakim menjadwalkan sidang pembacaan hukuman bagi Davis pada 13 Oktober mendatang.
Momen ini sekaligus menutup babak kelam salah satu misteri terbesar dalam sejarah industri musik dunia. (dam)
Editor : Damianus Bram