Olivia Rodrigo Terinspirasi Lilith Fair saat Bikin Daisy Chain Fields, Apa Itu?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 16:59 WIB
Daisy Chain Fields 2026 yang digagas Olivia Rodrigo terinspirasi dari Lilith Fair era 1990-an. (daisychainfields.com)
Daisy Chain Fields 2026 yang digagas Olivia Rodrigo terinspirasi dari Lilith Fair era 1990-an. (daisychainfields.com)

SOLOBALAPAN.COM - Olivia Rodrigo punya alasan khusus ketika memutuskan membuat festival musik Daisy Chain Fields. Festival yang digelar pada 29 Agustus 2026 di Great Park, Irvine, California, tersebut ternyata terinspirasi dari Lilith Fair, festival musik yang pernah menjadi ruang berkumpul bagi musisi perempuan pada akhir 1990-an.

Daisy Chain Fields menjadi festival pertama yang dibuat Olivia. Namun, konsepnya bukan sekadar mengumpulkan musisi populer dalam satu panggung. Penyanyi berusia 23 tahun itu ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan perempuan dari berbagai generasi dan latar belakang musik.

Dalam wawancara dengan Vogue Philippines, Olivia mengatakan Lilith Fair menjadi salah satu inspirasi utama di balik festival tersebut. Ia mengenal Lilith Fair melalui dokumentasi dan cerita mengenai festival yang dianggap penting dalam sejarah musik perempuan.

Baca Juga: Baby Udon Angkat Kisah Fanny dan Hajime, Ini Alasan Olivia Mendorong Denny Sumargo

Mengenal Lilith Fair

Lilith Fair merupakan festival musik yang didirikan oleh penyanyi Kanada Sarah McLachlan bersama Terry McBride, Dan Fraser, dan Dan McCarroll pada 1997. Festival tersebut lahir dari keinginan untuk memberi ruang lebih besar kepada musisi perempuan dalam industri musik yang saat itu masih didominasi penampil laki-laki.

Salah satu pemicunya adalah pengalaman McLachlan ketika kesulitan menemukan penyanyi perempuan lain yang dapat tampil bersamanya dalam sebuah tur. Ia kemudian mengadakan rangkaian konser yang menampilkan McLachlan bersama sejumlah musisi perempuan sebelum akhirnya berkembang menjadi Lilith Fair.

Festival tersebut berlangsung dari 1997 hingga 1999 dan menghadirkan sejumlah nama besar, seperti Sheryl Crow, Tracy Chapman, Alanis Morissette, Fiona Apple, Erykah Badu, hingga Stevie Nicks.

Baca Juga: Viral di Festival Lokal, Ailee Diisukan Hamil? Ini Kata Agensi

Lilith Fair kemudian dikenal bukan hanya sebagai festival musik, tetapi juga sebagai ruang yang mempertemukan musisi perempuan dari berbagai genre. Kehadirannya menjadi bagian dari percakapan yang lebih luas mengenai kesempatan perempuan dalam industri musik.

Karena itulah, Olivia tidak hanya mengambil format festivalnya. Ia juga membawa semangat mempertemukan musisi perempuan lintas generasi ke dalam Daisy Chain Fields.

Olivia Rodrigo Bawa Konsep Itu ke Generasinya

Daisy Chain Fields menghadirkan musisi dari generasi yang berbeda. Olivia tampil bersama sejumlah nama yang lebih senior, termasuk Sarah McLachlan, Alanis Morissette, dan Stevie Nicks.

Di sisi lain, festival tersebut juga menampilkan musisi dari generasi yang lebih muda seperti Chappell Roan dan Doechii. Perbedaan usia dan genre tersebut membuat Daisy Chain Fields terasa seperti pertemuan antara musisi yang telah lebih dahulu membangun karier dengan generasi baru yang sedang berkembang.

Hubungan dengan Lilith Fair semakin terlihat ketika Sarah McLachlan tampil bersama Olivia. Keduanya membawakan Building a Mystery dan Angel. Olivia juga tampil bersama Alanis Morissette untuk menyanyikan Ironic, sedangkan Stevie Nicks bergabung dengannya dalam membawakan Landslide.

Momen tersebut memperlihatkan bagaimana inspirasi dari festival masa lalu diterjemahkan kembali oleh Olivia dalam konteks musik generasinya.

Bukan Sekadar Festival Musik

Daisy Chain Fields juga membawa misi sosial. Festival tersebut bekerja sama dengan berbagai organisasi yang berfokus pada perempuan dan anak perempuan. Sekitar 45.000 orang hadir dalam penyelenggaraan perdananya, sementara kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar US$10 juta untuk organisasi nonprofit yang kemudian menjadi US$20 juta setelah mendapatkan pencocokan donasi dari Melinda French Gates melalui Pivotal Ventures.

Dengan konsep tersebut, Olivia mencoba membuat festival yang tidak berhenti pada pertunjukan musik. Penonton juga diperkenalkan dengan berbagai organisasi dan isu sosial yang berkaitan dengan perempuan.

Pilihan tersebut membuat Daisy Chain Fields memiliki hubungan yang cukup jelas dengan warisan Lilith Fair. Jika Lilith Fair pada masanya menjadi ruang bagi musisi perempuan untuk mendapatkan panggung, Olivia membawa gagasan tersebut ke konteks yang lebih modern dengan menggabungkan musik, komunitas, dan kegiatan sosial.

Bagi Olivia Rodrigo, Daisy Chain Fields juga menjadi cara untuk menunjukkan bahwa generasi muda tidak harus memulai sesuatu sepenuhnya dari nol. Mereka dapat melihat kembali apa yang pernah dilakukan generasi sebelumnya, mengambil nilai yang masih relevan, kemudian mengembangkannya sesuai kebutuhan zaman.

Daisy Chain Fields akhirnya bukan hanya festival pertama milik Olivia Rodrigo. Festival tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap sejarah musik perempuan sekaligus usaha Olivia untuk menciptakan ruang baru bagi generasi musisi yang akan datang. (inayah choirunisa)

Editor : Inayah Choirunisa
inayah choirunisa Olivia Lilith Fair festival