Melalui unggahan di media sosial, Amanda memperlihatkan potret keluarganya sekaligus memperkenalkan Iqo sebagai anak adopsinya. Kehadiran Iqo pun membuat keluarga Amanda seolah memiliki anggota baru.
“Ihihi lucu banget mah,” tulis salah seorang warganet. Sapaan “mah” sendiri dikenal sebagai panggilan akrab penggemar kepada Amanda Zahra.
Baca Juga: Kisah Asal-Usul Band The Jeblog: Berawal Karang Taruna Desa Jeblog Klaten hingga Mantap Berkarya
Di balik unggahan yang menggemaskan tersebut, keputusan Amanda mengadopsi Iqo bukan sekadar untuk memiliki “anak adopsi” baru. Amanda mengikuti program adopsi orangutan yang dijalankan oleh Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penyelamatan dan konservasi orangutan Kalimantan.
Amanda memilih Iqo, seekor orangutan betina yang kini berada dalam perawatan dan proses rehabilitasi BOS Foundation. Iqo sendiri memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah.
Berdasarkan informasi BOS Foundation, Iqo diserahkan oleh warga Desa Tumbang Kajamei, Kalimantan Tengah, pada 3 November 2022 dalam kondisi kelelahan dan dehidrasi. Ia kemudian menjalani karantina sebelum bergabung dalam program Sekolah Hutan untuk mempelajari keterampilan yang dibutuhkan menuju kehidupan di alam liar.
Baca Juga: Konten Masak Denada Banjir Sorotan, Warganet Bandingkan Gayanya Yang Dulu
Kini, Iqo digambarkan BOS sebagai orangutan yang semakin mandiri. Ia juga dikenal baik hati dan bukan pemilih makanan. Kemampuannya memanjat serta menjelajahi area Sekolah Hutan pun terus berkembang sebagai bagian dari proses rehabilitasinya.
Menariknya, adopsi yang dilakukan Amanda bukan berarti Iqo dibawa pulang dan tinggal bersama keluarganya. Program tersebut merupakan bentuk adopsi daring atau simbolis. Orangutan tetap berada di pusat rehabilitasi dan dirawat oleh tenaga profesional, sementara dana dari program adopsi digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan penyelamatan dan perawatan orangutan.
Baca Juga: Kronologi Host TikTok Kirei Style Hina Berat Badan Konsumen, Sebut Pembeli 100 Kg Obesitas
BOS Foundation menjelaskan bahwa dana adopsi membantu mendukung perawatan sepanjang waktu serta berbagai kegiatan rehabilitasi, termasuk kebutuhan obat, makanan, peralatan, operasi penyelamatan, hingga perawatan satwa. Para pengadopsi juga dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan orangutan yang mereka pilih.
Langkah Amanda pun menjadi cara lain untuk mengambil bagian dalam upaya konservasi. BOS Foundation telah bekerja sejak 1991 dalam upaya melestarikan orangutan Kalimantan dan habitatnya melalui kegiatan penyelamatan, rehabilitasi, hingga pelepasliaran kembali ke alam. Pada Juni 2026, misalnya, lima orangutan hasil rehabilitasi dari Nyaru Menteng kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya di Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Biodata Linda Benny, Pengusaha Asal Delanggu yang Resmi Jadi Wabup Klaten Gantikan Mendiang Suami
Melalui adopsi Iqo, Amanda ikut mendukung perjalanan panjang seekor orangutan menuju kehidupan yang lebih mandiri. Potret “keluarga yang bertambah satu” tersebut pun memiliki makna lebih dari sekadar unggahan menggemaskan.
Sebab, Iqo memang tidak tinggal serumah dengan Amanda Zahra. Namun, namanya kini masuk dalam cerita keluarga Amanda sebagai anak adopsi yang didukung perawatannya dari jauh. (rastri arum)
Editor : Andi Aris Widiyanto