Raisa Bawa Srikandi ke Panggung Pagelaran Sabang Merauke 2026

Adi Pras • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:30 WIB
Raisa Andriana tampil sebagai Srikandi bersama para penari dalam Hikayat Srikandi Nusantara pada Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Indonesia Arena, Jakarta. (Instagram/@raisa6690)
Raisa Andriana tampil sebagai Srikandi bersama para penari dalam Hikayat Srikandi Nusantara pada Pagelaran Sabang Merauke 2026 di Indonesia Arena, Jakarta. (Instagram/@raisa6690)

SOLOBALAPAN.COM Busur dan busana merah menjadi bagian dari penampilan Raisa Andriana saat muncul sebagai Srikandi dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026. Di atas panggung Indonesia Arena, Jakarta, Raisa tidak hanya bernyanyi, tetapi ikut membawa jalan cerita Hikayat Srikandi Nusantara.

Pagelaran tersebut berlangsung pada 21–23 Agustus 2026. Tahun ini, pertunjukan mengangkat kisah perempuan dari berbagai cerita Nusantara melalui perpaduan musik, tari, teater, busana, serta kesenian tradisional.

Raisa mendapat bagian sebagai Srikandi yang hadir di antara pergantian sejumlah adegan. Karakter tersebut menjadi salah satu pengantar bagi penonton untuk mengikuti kisah perempuan lain yang muncul dalam pertunjukan.

Baca Juga: Dongker Gelar Perayaan Musik Dan Aksi Sosial Jelang Rilis Melankolia Radikal

Peran itu membuat Raisa perlu mempersiapkan lebih dari bagian vokal. Ia mempelajari dialog, blocking, gerak, serta cara membawa tubuh agar karakter Srikandi tetap terasa ketika berada di tengah pemain lain.

Raisa juga menyebut Srikandi memiliki pembawaan yang berbeda dari dirinya. Sosok tersebut menuntut ketegasan, sehingga ia perlu menyesuaikan gestur dan cara tampil ketika berada di atas panggung.

Salah satu bagian yang melekat dengan karakter tersebut adalah lagu “Cahaya Hati”. Lagu itu menjadi materi baru dalam Pagelaran Sabang Merauke 2026 dan dibawakan Raisa dalam rangkaian pertunjukan.

Baca Juga: Biodata Ayu Zhafira Amalia Kynbråten: Finalis Miss Norway 2026 yang Bangga Berdarah Indonesia

Bagi Raisa, “Cahaya Hati” memiliki posisi penting dalam perjalanan Srikandi. Lagu tersebut menjadi ruang bagi Srikandi untuk memberikan semangat kepada pasukannya sekaligus kepada penonton.

Lagu itu membuat peran Raisa tidak berdiri sendiri. Vokalnya menjadi bagian dari perjalanan karakter, sementara musik dan adegan lain terus bergerak mengikuti cerita yang sudah disusun.

Persiapan pertunjukan dilakukan sejak beberapa waktu sebelumnya. Raisa bersama para pengisi acara menjalani latihan di Jogjakarta untuk menyatukan musik, gerak, dialog, dan perpindahan adegan.

Baca Juga: Ctesiphon, Jejak Ibu Kota Kekaisaran Sasania yang Kini Tinggal Reruntuhan

Pengalaman selama di Jogjakarta kemudian dibagikan Raisa melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengunggah sejumlah foto dengan kostum Srikandi dan menuliskan “Srikandi dumps” dalam keterangannya.

Raisa juga mengungkapkan rasa syukurnya setelah melewati waktu bersama tim dan para talenta yang terlibat. Ia kemudian menuliskan apresiasinya terhadap kekayaan budaya Indonesia.

“Kebudayaan seindah dan sekaya ini, memang cuma Indonesia yang punya,” tulis Raisa dalam unggahannya.

Unggahan tersebut memperlihatkan bagian lain dari perjalanan menuju panggung utama. Ada banyak orang yang bekerja di balik karakter Srikandi, mulai dari pemain, penari, musisi, hingga tim produksi.

Baca Juga: Perjuangan Pilu Warga Juwangi Boyolali: Jalan 2 KM Masuk Hutan Terjal demi Setetes Air Bersih!

Skala pertunjukan tahun ini cukup besar. Sekitar 1.700 orang terlibat dalam produksi, dengan sekitar 700 seniman tampil di atas panggung. Sebanyak 387 penari juga ikut membawa berbagai koreografi dari sejumlah daerah di Indonesia.

Musik tradisional, orkestra, paduan suara, tari, dan tata panggung kemudian ditempatkan dalam satu rangkaian. Ceritanya bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain, membawa tokoh-tokoh seperti Dayang Sumbi, Mandeh Rubayah, Calon Arang, hingga Mahadewi yang diperankan Yura Yunita.

Raisa berada di antara perjalanan tokoh-tokoh tersebut. Ketika adegan berganti, Srikandi ikut mengantar cerita. Ketika musik masuk, suara Raisa menjadi bagian dari perjalanan karakter yang ia bawakan.

Baca Juga: Pulang ke Indonesia, Agnez Mo Disambut Fans hingga Dapat Hadiah Kerambit

Respons penonton juga menjadi bagian dari pengalaman Raisa saat tampil. Seusai pertunjukan, ia mengatakan dirinya merasa akhirnya benar-benar menjadi Srikandi dan menyebut penonton memberikan tepuk tangan ketika dialog Srikandi disampaikan.

Pengalaman itu membuat perjalanan Raisa sebagai Srikandi tidak berhenti pada kostum dan lagu. Karakter tersebut dibentuk dari latihan, dialog, gerak, musik, serta pertemuannya dengan para pemain lain di atas panggung.

Dari Jogjakarta hingga Indonesia Arena, Raisa membawa satu karakter yang tumbuh bersama keseluruhan pertunjukan. Srikandi menjadi bagian dari cara Hikayat Srikandi Nusantara menyampaikan cerita perempuan dan kekayaan budaya Indonesia kepada penonton. (Rahma Azra Calista)

Editor : Adi Pras
Rahma Azra Calista Srikandi Pagelaran Sabang Merauke budaya indonesia raisa andriana