SOLOBALAPAN.COM - Mahalini belakangan menjadi sorotan setelah diketahui akan merilis lagu “Percuma” dalam versinya sendiri. Lagu tersebut bukan karya baru bagi Mahalini. Ia merupakan salah satu pencipta lagu yang sebelumnya lebih dulu dipopulerkan oleh Anggis Devaki bersama Betrand Peto.
Lagu “Percuma” pertama kali dirilis pada 27 Juni 2025 dan sejak saat itu lekat dengan nama Anggis Devaki. Mahalini tercatat sebagai salah satu penulis lagu bersama Mohammed Kamga. Karena itu, kemunculan versi Mahalini sebenarnya tidak terlepas dari posisinya sebagai pencipta lagu tersebut.
Belakangan, Mahalini juga beberapa kali membawakan “Percuma” ketika tampil di atas panggung. Penampilannya membuat lagu tersebut kembali ramai diperbincangkan, hingga akhirnya muncul kabar bahwa Mahalini akan merilis “Percuma” dalam versinya sendiri.
Baca Juga: Dolly parton Aktris Serba Bisa Asal Amerika Meningal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker
Namun, rencana tersebut justru memunculkan polemik di kalangan netizen. Persoalannya bukan semata-mata karena Mahalini menyanyikan lagu yang sebelumnya dibawakan Anggis, melainkan mengenai bagaimana proses di balik perilisan tersebut.
Salah satu hal yang banyak disorot adalah komentar Mahalini mengenai royalti. Pernyataan tersebut kemudian memancing perdebatan di media sosial mengenai posisi pencipta lagu dan penyanyi yang lebih dulu mempopulerkannya.
Di tengah ramainya pembahasan tersebut, Anggis Devaki juga sempat menuliskan pernyataan yang membuat publik semakin bertanya-tanya. Ia menyebut tidak mengetahui dan tidak mendapat pemberitahuan mengenai rencana perilisan “Percuma” versi Mahalini.
Pernyataan Anggis itu kemudian menjadi salah satu titik yang membuat persoalan berkembang. Sebab, publik tidak hanya membicarakan soal siapa yang memiliki hak atas lagu tersebut, tetapi juga mempertanyakan komunikasi antara pihak-pihak yang terlibat.
Apalagi, netizen menilai jarak perilisan versi Mahalini dengan versi yang lebih dulu dibawakan Anggis terlalu dekat. Dari sinilah kemudian muncul pembahasan mengenai etika, terutama karena “Percuma” sudah lebih dahulu memiliki identitas yang kuat melalui Anggis.
Baca Juga: Bantah Kudeta dan Bukan 'Geng Solo'! AMPB Pati Bawa Ribuan Massa Demo di Depan Gedung DPR RI
Di satu sisi, Mahalini memang memiliki hak sebagai pencipta untuk membawakan karyanya sendiri. Namun di sisi lain, netizen melihat ada persoalan berbeda ketika lagu yang sebelumnya identik dengan penyanyi lain kemudian dirilis kembali oleh sang pencipta dalam waktu yang dianggap berdekatan.
Perdebatan tersebut akhirnya membuat “Percuma” kembali menjadi perhatian. Bukan lagi hanya karena liriknya yang menyayat hati, tetapi juga karena cerita di balik dua versi lagu yang kini sama-sama dibawakan oleh pencipta dan penyanyi yang lebih dulu mempopulerkannya.
Hingga kini, sorotan publik pun lebih banyak tertuju pada persoalan komunikasi dan etika di balik perilisan tersebut. Sebab, bagi netizen, persoalannya bukan sekadar siapa yang berhak menyanyikan “Percuma”, melainkan bagaimana sebuah karya yang sudah lebih dulu dikenal melalui penyanyi lain kemudian dihadirkan kembali oleh penciptanya. (Rastri Rafiarum)
Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com