Bukan Sekadar Film, Istimewa Hadirkan Enam Anak Disabilitas sebagai Pemeran Utama

Adi Pras • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:31 WIB
Film Istimewa hadirkan enam anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utama. Tayang di bioskop mulai 17 September 2026. (Instagram/@film.istimewa.official)
Film Istimewa hadirkan enam anak penyandang disabilitas sebagai pemeran utama. Tayang di bioskop mulai 17 September 2026. (Instagram/@film.istimewa.official)

SOLOBALAPAN.COM Enam anak penyandang disabilitas mendapat kesempatan menjadi pemeran utama dalam film Istimewa. Kisah yang terinspirasi dari pengalaman nyata itu kemudian dibawa ke layar lebar melalui sebuah cerita keluarga tentang persahabatan, keberanian, kehilangan, dan kasih sayang.

Film produksi Kairos Film tersebut disutradarai Ruben Adrian dan dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 17 September 2026. Trailer dan poster resminya telah diperkenalkan kepada publik pada Juli lalu.

Cerita Istimewa mengambil latar Rumah Istimewa, tempat anak-anak penyandang disabilitas tumbuh bersama sosok ayah bernama Pak Mahendra. Tokoh tersebut diperankan oleh Mathias Muchus.

Baca Juga: Luke Vickery Tolak Klub Kasta Ketiga Liga Inggris, Winger Muda Timnas Pilih Bertahan di Macarthur FC

Kehidupan mereka berubah ketika Pak Mahendra pergi setelah didiagnosis mengidap kanker. Anak-anak kemudian berusaha mencari sosok yang selama ini menjadi tempat mereka bergantung, hingga perjalanan tersebut membawa mereka menghadapi berbagai persoalan.

Di balik cerita tersebut, ada alasan khusus mengapa enam anak penyandang disabilitas ditempatkan sebagai pemeran uutama

Film ini memang sejak awal dirancang untuk menghadirkan mereka sebagai tokoh yang ikut menggerakkan alur, bukan sekadar muncul sebagai bagian dari latar cerita.

Baca Juga: Istana Buka Suara Soal Rekening Aktivis Diblokir Jelang Demo 27 Agustus, Bank Mandiri Sampaikan Maaf

Kisah film juga memiliki hubungan dengan kehidupan nyata para pemerannya. Produser Abdullah Mansuri mengatakan cerita Istimewa terinspirasi dari pengalamannya mendampingi anak-anak penyandang disabilitas di Rumah Istimewa.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan cerita. Mansuri juga mengangkat keresahannya terhadap perundungan dan konten yang merendahkan penyandang disabilitas ke dalam film.

Membawa kisah nyata ke layar lebar tentu membutuhkan persiapan. Abdullah menyebut proses penggarapan Istimewa berlangsung sekitar dua tahun, termasuk mencari dan menyiapkan pemeran yang sesuai dengan cerita.

Baca Juga: Daftar Elemen Masyarakat yang Demo di DPR RI 27 Agustus 2026, Kawal RUU Perampasan Aset hingga Pajak

Para pemain anak juga menjalani pembekalan sebelum proses syuting. Persiapan tersebut dilakukan agar mereka lebih memahami karakter serta situasi yang akan dimainkan di depan kamera.

Keterlibatan penyandang disabilitas bahkan tidak berhenti pada pemeran utama. Sekitar 42 anak penyandang disabilitas disebut ikut terlibat dalam produksi, termasuk dalam sejumlah kegiatan di balik layar.

Kebutuhan pemain juga menjadi perhatian selama proses penggarapan. Tim produksi mempertimbangkan aksesibilitas lokasi agar dapat digunakan oleh para pemain penyandang disabilitas selama syuting.

Baca Juga: Sering Melamun Saat Diperiksa, Polisi Beri Pendampingan Psikologis untuk Revaldo Fifaldi

Pilihan tersebut mendapat apresiasi dari Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI). Organisasi itu mendukung Istimewa karena menempatkan anak-anak penyandang disabilitas sebagai tokoh utama yang menggerakkan cerita.

Bagi para pemain anak, keterlibatan dalam film ini menjadi pengalaman tersendiri. Salah satu pemerannya, Aldi, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari Istimewa dan berharap film tersebut dapat mendorong teman-teman penyandang disabilitas untuk terus berkarya.

Sebelum memasuki penayangan nasional, Istimewa lebih dulu menyapa penonton Solo melalui kegiatan cinema visit. Agenda tersebut berlangsung di Grand XXI Solo Paragon Mall pada Kamis (13/8/2026).

Baca Juga: Siapa Arka? Sosok Kekasih Zahra Karyawan Vilmei yang Diburu Usai Uang Rp1,2 Miliar Raib

Solo menjadi kota ketiga dalam rangkaian roadshow setelah Bandung dan Semarang. Dalam kegiatan tersebut, produser dan sejumlah pemain hadir untuk memperkenalkan film sekaligus berbagi cerita mengenai proses produksinya.

Bagi penonton, perjalanan para tokoh dalam Istimewa tidak hanya berkutat pada kondisi disabilitas. Cerita juga membawa hubungan pertemanan, rasa kehilangan, keberanian menghadapi perubahan, serta hubungan yang tumbuh di antara orang-orang yang saling menjaga.

Jajaran pemain lain turut melengkapi cerita, di antaranya Mathias Muchus, Yanni Melwani, Ajil Ditto, Agus Kuncoro, dan Ence Bagus. Kehadiran mereka menjadi bagian dari perjalanan para tokoh anak ketika mencari Pak Mahendra.

Kini, Istimewa bersiap menuju penayangan di bioskop Indonesia. Film yang mengambil inspirasi dari pengalaman nyata tersebut dijadwalkan hadir mulai 17 September 2026. (Rahma Azra Calista)

Editor : Adi Pras
Rahma Azra Calista Film Istimewa film indonesia disabilitas bioskop