SOLOBALAPAN.COM - Atalarik Syach tengah menghadapi fase berbeda dalam perjalanan panjangnya di dunia hiburan.
Aktor yang dikenal luas sejak era 1990-an itu mengaku kini harus lebih realistis dalam menerima pekerjaan.
Bahkan, ia rela menurunkan honor setelah cukup lama tidak mendapatkan tawaran bermain sinetron.
Pengakuan tersebut disampaikan Atalarik saat berbincang dalam siniar Melaney Ricardo.
Ia mengungkap sudah sekitar empat tahun tidak bermain sinetron.
Kondisi itu membuatnya tidak lagi ingin terlalu memikirkan besaran bayaran ketika ada tawaran pekerjaan.
Bagi generasi yang tumbuh bersama sinetron televisi, nama Atalarik Syach bukan sosok asing.
Ia mengawali karier sebagai model sebelum masuk ke dunia akting lewat sinetron Karmila pada akhir 1990-an. Namanya kemudian semakin dikenal melalui Pernikahan Dini pada 2001 dan Putri yang Ditukar pada 2010–2011.
Baca Juga: Dugaan Mark Up Harga Telur SPPG Sukoharjo! Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Bakal Pecat Oknum Nakal
Kariernya di layar kaca terus berjalan selama bertahun-tahun. Atalarik tercatat membintangi berbagai sinetron, mulai dari Sentuh Hatiku, Air Mata Cinta, Catatan Hati Seorang Istri, Cahaya Terindah, hingga Love Story the Series.
Ia juga pernah membawa pulang penghargaan Aktor Terfavorit dalam Panasonic Gobel Awards 2011.
Karena itu, pengakuannya soal pekerjaan menjadi menarik. Sosok yang selama bertahun-tahun akrab dengan produksi sinetron tersebut kini justru mengaku harus menunggu cukup lama untuk kembali mendapatkan kesempatan serupa.
Di sisi lain, beberapa tahun terakhir kehidupan Atalarik juga diwarnai berbagai persoalan pribadi.
Setelah pernikahannya dengan Tsania Marwa berakhir, keduanya terlibat persoalan panjang terkait anak.
Nama Atalarik dan Tsania pun beberapa kali kembali menjadi perhatian publik karena masalah tersebut.
Baca Juga: Muncul Fun Tubing Banyubiru, Susuri Sungai Sambil Nikmati Pemandangan Alam
Atalarik juga sempat menghadapi sengketa tanah yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Persoalan itu kembali mencuat pada 2025 ketika rumahnya di kawasan Cibinong masuk dalam proses eksekusi.
Dalam upaya penyelesaian perkara tersebut, Atalarik bahkan sempat menawarkan BPKB mobil sebagai jaminan pembayaran.
Berbagai persoalan itu membuat kehidupan Atalarik dalam beberapa tahun terakhir tidak selalu berjalan mulus.
Meski demikian, tidak bisa begitu saja disimpulkan bahwa masalah-masalah tersebut menjadi penyebab dirinya sepi tawaran sinetron.
Yang jelas, Atalarik kini menunjukkan sikap berbeda dalam memandang pekerjaan.
Ia memilih tidak mempertahankan gengsi soal nominal honor apabila ada kesempatan untuk kembali berakting.
Baca Juga: Karhutla Meluas Tembus 1.500 Ha! Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Kalimantan hingga Bekukan Izin PT MPK
Sikap tersebut memperlihatkan sisi lain perjalanan seorang aktor senior.
Setelah puluhan tahun berada di industri hiburan dan pernah merasakan masa ketika wajahnya begitu sering muncul di televisi, Atalarik kini harus beradaptasi dengan kondisi karier yang tidak lagi sama.
Alih-alih berhenti atau menunggu tawaran dengan bayaran seperti masa lalu, ia memilih membuka peluang lebih lebar.
Bagi Atalarik, kesempatan untuk kembali bekerja tampaknya kini lebih penting daripada sekadar mempertahankan angka honor. (Rastri Rafiarum)
Editor : Ferry Ardi Susanto