Mengenal Barmy Blokes, Band Garage Rock Asal Solo Yang Tumbuh Dari Ekosistem Musik Independen

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:45 WIB
Potret foto grup band Barmy Blokes (foto by instagram)
Potret foto grup band Barmy Blokes (foto by instagram)

SOLOBALAPAN.COM - Barmy Blokes, grub band asal Kota Solo, tumbuh dari skena musik independen.

Barmy Blokes, aktif sejak 2015 dan dikenal melalui karakter musik yang memadukan rock n roll, garage rock dan nuansa ala post-punk. 

Musik yang dihasilkan Barmy Blokes cenderung agresif, tetapi tetap menggunakan pemilihan kata untuk lirik yang bernuansa satir, keresahan, serta refleksi terhadap berbagai hal yang dekat dengan kehidupan sosial sehari-hari.

Dalam perjalanannya, Barmy Blokes diperkuat oleh Wiki Setyawan sebagai vokalis sekaligus gitaris, Chafidz Hidayat pada gitar, Ilham Zaki pada bass dan Rafi Herliyanto pada drum.

Baca Juga: Dari Merek Pakaian Sampai Industri Musik, Bedah Vinyl Stone Island Dan Knocked Loose

Formasi tersebut menjadi salah satu wajah Barmy Blokes dalam menjalani aktivitas mereka di skena musik Solo.

Karakter musik Barmy Blokes tidak terpaku pada satu genre saja.

Garage rock menjadi fondasi utama, sedangkan tambahan pengaruh rock n roll memberikan energi pada musik mereka.

Tak hanya berhenti pada dua subgenre saja, sentuhan ala-ala post-punk turut memberikan ruang bagi pendekatan yang lebih sinis dan reflektif.

Karya mereka kerap terasa dekat dengan situasi yang ditemukan dalam kehidupan komunitas musik, tongkrongan, maupun lingkungan sosial di sekitar mereka.

Barmy Blokes mulai memperkenalkan karya mereka pada tahun 2017 melalui dua single, yakni “Bittles” dan “Tua” atau “Tua Bangsat”. 

Dua rilisan tersebut menjadi penanda awal perjalanan mereka sebelum kemudian kembali menghadirkan materi baru beberapa tahun setelahnya.

Pada tahun 2022, Barmy Blokes merilis “Klan Odekolonye”, yang disebut sebagai gingle, serta “Rockstar Kota Satelit”.

Dua rilisan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas bermusik mereka tidak hanya berada diawal perjalanan saja.

Setelah sekitar delapan tahun berada di skena musik, Barmy Blokes kemudian merilis EP perdana bertajuk “Prasangka 01”.

Rilisan tersebut berisikan empat track, yaitu “Gigs Eksplosif”, “Kosong / Jangan Mati”, “Rockstar Kota Satelit”, dan “Tua Bangsat”. EP ini tercatat dirilis pada 2024 dan memiliki durasi sekitar 13 menit.

Baca Juga: Ayah Revalina Temat Meninggal Dunia, Kenang Perjuangan 14 Tahun Usai Stroke

Ke empat lagu dalam Prasangka 01 memuat materi yang sedikit berbeda. “Gigs Eksplosif” menggambarkan kehidupan pertunjukan musik skala kecil sebagaicbentuk penghormatan terhadap berbagai elemen yang membuat sebuah gigs tetap berjalan. 

“Kosong / Jangan Mati” berbicara tentang usaha untuk bertahan menghadapi keterpurukan, sementara “Tua Bangsat” menyampaikan kritik terhadap sikap orang-orang yang lebih tua atau senior yang dianggap terlalu membanggakan pengalaman dan pengaruhnya.

Memasuki “Rockstar Kota Satelit” pendengar akan tururt merasakan fenomena yang berkembang di lingkungan sosial dan pergaulan anak muda sebagai bahan olahan satir.

Barmy Blokes mengemas berbagai keresahan melalui musik yang tetap mengedepankan energi rock dan karakter khas mereka.

Setelah melepas mini album “Prasangka 01” Barmy Blokes melanjutkan produktivitas mereka melalui single “Siti and City” pada 2024.

Setahun kemudian, mereka merilis dua lagu, yakni “John Kalahan” dan “Dansa Terakhir”.

Perjalanan tersebut berlanjut pada 2026 melalui album penuh perdana berjudul “Blong”.

Album ini dirilis pada 8 Mei 2026 dan berisi 11 lagu, menandai perkembangan Barmy Blokes dari band yang sebelumnya lebih banyak menghadirkan single dan EP menjadi sebuah kelompok musik dengan album penuh.

Album “Blong” milik Barmy Blokes menghadirkan sejumlah materi seperti “Barmy Blong”, “Kardio”, “Baja Besi”, “Gigs Eksplosif II”, “Pt. Era Cahaya”, “Dogs”, “Same”, “Television”, “John Kalahan”, “Dansa Terakhir”, dan “Mr.Edi”.

Baca Juga: Genap Sebulan, Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Rayakan 1 Bulan Segara

Album tersebut juga memperlihatkan keberlanjutan beberapa gagasan dari karya sebelumnya, salah satunya melalui “Gigs Eksplosif II” yang memiliki keterkaitan judul dengan lagu dalam EP “Prasangka 01”.

Dengan perjalanan tersebut, Barmy Blokes menjadi salah satu kelompok yang merepresentasikan dinamika skena musik independen Kota Surakarta.

Mereka tidak hanya mengandalkan karakter musik garage rock yang enerjik, tetapi juga menggunakan musik sebagai medium untuk merekam kehidupan di sekitar mereka.

Dari “Bittles” dan “Tua Bangsat” pada periode awal, berlanjut ke “Prasangka 01”, “Siti and City”, “John Kalahan” dan “Dansa Terakhir”, hingga album penuh mereka “Blong” tahun 2026.

Perjalanan Barmy Blokes menunjukkan konsistensi mereka dalam berkarya sekaligus mempertahankan karakter musik yang dekat dengan rock, satir dan kehidupan sosial sehari-hari. (ramadhan pujo kusumo)

Editor : Ferry Ardi Susanto
barmy blokes musik independen musik kota solo hiburan