SOLOBALAPAN.COM - Gelaran musik keras Maximum Blazz kembali hadir dan memasuki babak kedua pada tahun ini.
Setelah sebelumnya sukses menggelar edisi perdana pada Januari 2025, Maximum Blazz akan kembali mempertemukan musisi dan penikmat musik keras dalam sebuah pertunjukan yang digelar di Kota Solo.
Acara Maximum Blazz yang kedua dijadwalkan berlangsung pada 11 September 2026 dengan mengambil lokasi di Lokananta Solo.
Gelaran ini menjadi ruang para musisi dari berbagai daerah untuk berbagi panggung sekaligus memperkuat jejaring dalam ekosistem musik keras.
Baca Juga: Dari Merek Pakaian Sampai Industri Musik, Bedah Vinyl Stone Island Dan Knocked Loose
Tak hanya menampilkan musisi dari satu wilayah, Maximum Blazz menghadirkan penampil dari sejumlah kota.
Kehadiran musisi lintas daerah tersebut menjadi salah satu bagian penting dari konsep acara, sekaligus memperlihatkan bagaimana skena musik keras memiliki jaringan yang saling terhubung antarkota.
Sejumlah nama yang dijadwalkan tampil di antaranya Day Of Salvation asal Malang dan Death Vomit dari Yogyakarta.
Selain kedua nama tersebut, sejumlah band lainnya juga akan turut mengisi panggung Maximum Blazz babak kedua.
Adanya band penampil dari luar Kota Solo membuat acara ini tak sekedar panggung bagi musisi lokal.
Tetapi juga menjadi ruang pertukaran energi dan pengalaman bagi pelaku musik keras yang berasal dari berbagai daerah.
Para musisi bertemu dan saling tukar energi, sementara penonton memiliki kesempatan menyaksikan beragam karakter musik keras dalam satu gelaran.
Maximum Blazz sendiri merupakan event musik keras yang berbasis di Kota Solo.
Kehadiran Maximum Blazz menjadi bagian dari geliat skena musik keras di Kota Solo, berkembang melalui berbagai agenda pertunjukan dan menjadi ruang temu antar komunitas.
Baca Juga: Ayah Revalina Temat Meninggal Dunia, Kenang Perjuangan 14 Tahun Usai Stroke
Dengan menghadirkan musisi dari Kota Solo yang juga menjadi suatu bentuk promosi.
Maximum Blazz juga menjadi arena pertemuan bagi berbagai elemen dalam genre musik keras. (ramadhan pujo kusumo)
Editor : Ferry Ardi Susanto