Keluhan Ioniq 5 Aa Juju Berujung Viral, Respons Pelayanan Hyundai pun Jadi Sorotan

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:18 WIB
Kualitas Pelayanan dan Persoalan Teknis dari Hyundai Ioniq 5 Milik Aa Juju Menjadi Sorotan Warganet (Foto: Instagram)
Kualitas Pelayanan dan Persoalan Teknis dari Hyundai Ioniq 5 Milik Aa Juju Menjadi Sorotan Warganet (Foto: Instagram)

SOLOBALAPAN.COM – Kendaraan listrik Hyundai Ioniq 5 milik Julian Adityo Suwardi atau Aa Juju meluas dari persoalan teknis menjadi sorotan terhadap kualitas layanan sales dan aftersales Hyundai. Kasus ini mencuat ke publik setelah video perdebatan antara Aa Juju dan pihak dealer viral di media sosial.

Awalnya, Aa Juju membagikan pengalamannya menggunakan Ioniq 5 yang dibeli secara tunai. Ia mengeluhkan sejumlah kendala teknis pascapembelian, mulai dari masalah fast charging, kendaraan yang sempat tidak bisa dinyalakan, gangguan aki 12 volt, hingga kendala pada head unit.

Namun, permasalahan bergeser saat Aa Juju mempertanyakan komunikasi serta pemenuhan janji fitur purnajual. Ia mengaku telah menyampaikan kebutuhan fitur parkir paralel kepada pihak sales sebelum transaksi. Menurut pengakuannya, sales mengonfirmasi bahwa kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dan bahkan sempat mendemonstrasikannya lewat uji coba.

Baca Juga: Penampilan Jepras dan Kekasihnya Malah Jadi Sorotan Netizen saat Gala Premier Film "Harusnya Horror"

Perselisihan memuncak ketika Aa Juju mendatangi dealer Hyundai Fatmawati untuk membicarakan keluhannya secara langsung. Di sana, ia bertemu dengan Widay Markus selaku Supervisor Sales, atasan dari sales bernama Adel. Pertemuan tersebut justru memicu perdebatan sengit mengenai tanggung jawab sales, transparansi informasi konsumen, hingga tingkat product knowledge.

Salah satu pernyataan Widay dalam rekaman video yang memicu reaksi keras publik berbunyi, “Sejago-jagonya sales, ada enggak di luar sana yang menjelaskan sampai sedetail itu?” Imbas dari viralnya perdebatan tersebut, fokus masyarakat bergeser dari masalah teknis kendaraan menjadi kritik atas penanganan keluhan konsumen di tingkat dealer.

Dampak kasus ini turut merembet pada reputasi digital Hyundai Fatmawati. Penelusuran media pada 20 Agustus 2026 mencatat profil Google Business dealer tersebut anjlok ke rating 1,4 dari 5 berdasarkan lebih dari 3.400 ulasan.

Baca Juga: Icha Chellow Sudah Hapus Video dan Minta Maaf, Mengapa Polisi Tetap Selidiki Kasusnya?

Menanggapi eskalasi isu tersebut, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memberikan respons resmi pada 20 Agustus 2026. Melalui Head of  PR Rouli Sijabat, pihak HMID menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pengalaman Aa Juju, baik terkait unit produk maupun layanan sales dan aftersales. Hyundai menegaskan tengah melakukan penelusuran menyeluruh untuk menentukan solusi terbaik.

Perkembangan berlanjut pada 21 Agustus 2026 ketika Widay Markus secara pribadi melayangkan permohonan maaf terbuka kepada Aa Juju atas pelayanan yang dinilai tidak semestinya. Ia juga meminta maaf kepada pihak Hyundai Motors Indonesia, PT Gowa Modern Motor, serta pihak-pihak terdampak lain, sembari menyatakan kesiapannya bertanggung jawab dan menerima konsekuensi dari perusahaan sebagai bahan evaluasi perbaikan layanan.

Kasus ini kini menjadi pelajaran penting mengenai krusialnya customer experience, kejelasan komunikasi produk, dan profesionalisme penanganan komplain di tingkat dealer. Hingga saat ini, perkembangan serta penyelesaian akhir dari penelusuran internal Hyundai masih dinantikan publik. (monique millania s)

Editor : Kabun Triyatno
monique millania s Hyundai Indonesia Adityo Suwardi Widay Markus Hyundai Ioniq 5