Film “Paket Santet”, Ketika Dendam Masa Lalu Kembali Meneror

Adi Pras • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:19 WIB
Poster film “Paket Santet” yang mengangkat teror dari kiriman misterius dan dendam masa lalu. Tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. (Instagram/@paketsantet)
Poster film “Paket Santet” yang mengangkat teror dari kiriman misterius dan dendam masa lalu. Tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. (Instagram/@paketsantet)

SOLOBALAPAN.COM – Sebuah paket tiba tanpa nama pengirim. Tak ada yang merasa memesannya. Setelah dibuka, kiriman tersebut justru membawa teror yang menyeret tujuh mahasiswa ke dalam persoalan dari masa lalu.

Cerita itu diangkat dalam film horor “Paket Santet” produksi BASE Entertainment. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026.

Deva, Bella, Ale, Celia, Firza, Kiki, dan Glen menjadi tujuh mahasiswa yang berada di pusat cerita. Mereka diperankan Fatih Unru, Yasamin Jasem, Fadly Faisal, Gabriella Ekaputri, Fiki Naki, Azela Putri, dan Farandika.

Baca Juga: Personal Branding di Era Media Sosial, Setiap Orang Punya Panggung untuk Membangun Nama

Awalnya, mereka hanya menerima paket tanpa tahu siapa pengirimnya. Masalah muncul setelah kiriman itu dibuka dan kejadian ganjil mulai mengikuti mereka.

Mereka berusaha mencari tahu asal paket sekaligus alasan di balik teror yang terus muncul. Jawabannya perlahan mengarah pada sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya.

Dinna Jasanti, sutradara film ini, mengatakan para korban memang dipilih dengan sengaja. Ada seseorang yang menyimpan motif tertentu dan menjadikan mereka sasaran.

Baca Juga: Podcast Raditya Dika Bersama Nagita Slavina Di-takedown, Tuai Banyak Sorotan Warganet

Lembaga Sensor Film mencatat dendam akibat perundungan sebagai tema Paket Santet. Masa lalu para tokoh pun perlahan menjadi kunci untuk memahami teror yang mereka alami.

Bagi satu pihak, kejadian itu mungkin sudah berlalu. Bagi pihak lain, luka yang ditinggalkan ternyata belum selesai.

Santet hadir sebagai bentuk teror yang membawa persoalan tersebut kembali ke permukaan. Misterinya bukan hanya tentang siapa yang mengirim paket, tetapi juga apa yang pernah terjadi hingga seseorang menyimpan dendam.

Baca Juga: Feminine Intuition, Benarkah Perempuan Punya Insting Lebih Kuat?

Sumber terornya datang dari sesuatu yang akrab dalam kehidupan sehari-hari: paket kiriman.

Kebiasaan berbelanja secara daring membuat menerima paket terasa biasa. Film ini mengambil pengalaman tersebut dan mengubahnya menjadi awal masalah. Kiriman yang seharusnya ditunggu justru membuat para tokoh harus berhati-hati.

Bentuk terornya pun tidak selalu berupa kemunculan makhluk gaib. Materi promosi film memperlihatkan serangan kawanan serangga yang menjadi salah satu ancaman bagi para karakter.

Cara tersebut membuat teror dalam film terasa berbeda. Dinna menggunakan sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, lalu menempatkannya dalam situasi yang mengancam para tokoh.

Baca Juga: Rayakan HUT RI ke-81, No Na Nyanyikan Lagu “Tanah Airku”

Paket Santet sekaligus menjadi debut Dinna Jasanti dalam genre horor. Sebelumnya, ia lebih banyak menggarap film drama, komedi, dan keluarga.

Perubahan genre tersebut membuat Dinna harus mencari cara berbeda untuk membangun ketegangan. Hubungan antarkarakter dan persoalan masa lalu ikut menggerakkan misteri sepanjang cerita.

Film ini juga menjadi debut layar lebar Fiki Naki. Kreator konten tersebut memerankan Firza, salah satu mahasiswa yang terseret dalam teror.

Salah satu adegan yang menantangnya melibatkan tawon. Karena tidak benar-benar berhadapan dengan serangan tersebut saat syuting, Fiki harus membangun reaksinya berdasarkan arahan sutradara dan imajinasi.

Baca Juga: Bilqis Masuk SMP, Putri Ayu Ting Ting Kini Mulai Beranjak Remaja

Fiki bermain bersama Fatih Unru, Yasamin Jasem, Fadly Faisal, Gabriella Ekaputri, Azela Putri, dan Farandika. Ketujuh karakter itu berada dalam situasi yang sama, tetapi membawa hubungan dan masa lalu masing-masing.

Film berdurasi 98 menit ini mendapat klasifikasi usia 13 tahun ke atas dari Lembaga Sensor Film. Paket Santet mulai diputar di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026.

Dari paket misterius, cerita kemudian bergerak menuju teror dan dendam yang berakar pada perundungan. Para tokohnya harus mencari jalan keluar sekaligus menghadapi sesuatu yang pernah mereka tinggalkan.

Kali ini, sebuah paket yang datang tanpa nama pengirim membawa persoalan lama kembali ke hadapan mereka. (Rahma Azra Calista)

Editor : Adi Pras
Rahma Azra Calista Paket Santet Dinna Jasanti fiki naki film horor