SOLOBALAPAN.COM - Mathilde Favier, Direktur Public Relations Christian Dior Couture, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Prancis pada Senin, 17 Agustus 2026.
Ia meninggal bersama pasangannya, produser film Nicolas Altmayer, yang berusia 61 tahun. Favier dikenal sebagai salah satu figur penting di balik hubungan Dior dengan para selebritas dan tokoh ternama dunia.
Kecelakaan tersebut terjadi di wilayah Airvault, Prancis. Menurut laporan media yang mengutip pihak berwenang setempat, mobil yang ditumpangi Favier dan Altmayer bertabrakan dengan sebuah truk dari arah berlawanan ketika mereka sedang berusaha menyalip kendaraan lain.
Penyelidikan kemudian dilakukan untuk mengetahui secara lengkap penyebab kecelakaan tersebut.
Baca Juga: Bukan Cuma Soal Iblis, "Munafik: Melawan Iblis” Angkat Luka dan Pergulatan Batin
Favier berusia 57 tahun dan telah bekerja di Dior selama lebih dari satu dekade. Ia bergabung dengan rumah mode tersebut pada 2011 setelah sebelumnya berkarier di dunia fashion, termasuk bekerja di Prada.
Di Dior, pekerjaannya bukan hanya mengurus hubungan dengan media, tetapi juga membantu membangun hubungan antara rumah mode tersebut dengan para selebritas dan duta merek di berbagai negara.
Perannya membuat Favier kerap terlihat di berbagai acara fashion bersama nama-nama besar. Ia menjadi salah satu penghubung penting antara Dior dengan dunia hiburan, terutama ketika para selebritas mengenakan koleksi Dior di karpet merah maupun menghadiri fashion show.
Baca Juga: Beda Usia Rachel Cia dan Dikta Wicaksono: Sosok Aktris, Model, hingga Gemar Cosplay Anime
Karena itu, kehadirannya di industri fashion Paris sudah sangat dikenal oleh kalangan profesional maupun selebritas.
Sebelum bergabung dengan Dior, perjalanan karier Favier juga sudah cukup panjang. Ia pernah bekerja di sejumlah media fashion dan kemudian menjalani karier di bidang public relations, termasuk di Prada.
Latar belakang tersebut membantunya memahami bagaimana sebuah rumah mode membangun citra dan hubungan dengan publik.
Kehidupan Favier juga memiliki hubungan erat dengan dunia kreatif Paris. Ia berasal dari keluarga yang dekat dengan industri fashion. Saudarinya, Victoire de Castellane, merupakan Artistic Director Dior Joaillerie.
Baca Juga: Indonesia Cuma Punya Dua Musim, Kenapa Film Kamila Andini Bernama Empat Musim Pertiwi?
Favier sendiri kemudian menulis buku Mathilde à Paris, yang memperlihatkan kehidupan, gaya, serta kecintaannya terhadap Paris.
Sementara itu, pasangannya, Nicolas Altmayer, merupakan produser film Prancis yang dikenal lewat sejumlah produksi populer, termasuk waralaba OSS 117. Kematian keduanya sekaligus menjadi kehilangan bagi dua dunia kreatif Prancis, yaitu fashion dan perfilman.
Kabar kematian Favier kemudian mendapat perhatian besar dari Dior. CEO Christian Dior Couture, Delphine Arnault, serta sejumlah tokoh Dior dan LVMH menyampaikan penghormatan kepadanya.
Direktur Kreatif Dior, Jonathan Anderson, juga mengenang Favier sebagai sosok yang memiliki energi, kehangatan, dan dedikasi besar terhadap rumah mode tersebut.
Kepergian Favier bukan hanya kehilangan bagi Dior, tetapi juga bagi industri fashion yang selama bertahun-tahun mengenalnya sebagai sosok yang bekerja di balik layar.
Namanya mungkin tidak selalu muncul di depan kamera seperti para desainer atau selebritas yang hadir di fashion show. Namun, pekerjaannya memiliki peran penting dalam menghubungkan rumah mode dengan orang-orang yang membuat nama Dior terus menjadi bagian dari budaya populer.
Bagi dunia fashion, Mathilde Favier meninggalkan jejak melalui hubungan yang ia bangun selama bertahun-tahun. Di balik berbagai penampilan selebritas dalam balutan Dior, terdapat kerja public relations yang membantu menciptakan hubungan antara sebuah merek dengan dunia hiburan.
Favier menjadi salah satu sosok yang menjalankan peran tersebut selama lebih dari satu dekade. (Luthfiana Sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber