SOLOBALAPAN.COM – Setelah kehilangan istrinya, Adam memilih meninggalkan rukiah. Ia mencoba menjalani hidup dengan menjauh dari sesuatu yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam kesehariannya.
Pilihan itu berubah ketika Fitri datang dengan gangguan misterius. Adam kembali diminta membantu, meski keputusan tersebut berarti membuka kembali bagian hidup yang selama ini ia coba tinggalkan.
Adam diperankan Arya Saloka, sedangkan Fitri dimainkan Acha Septriasa. Keduanya menjadi pusat cerita “Munafik: Melawan Iblis”, film horor religi arahan Guntur Soeharjanto yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026.
Baca Juga: Tak Lama Setelah Menikah, Cimoy Nuraini Umumkan Kehamilan Anak Pertama
“Munafik: Melawan Iblis” merupakan adaptasi resmi dari film Malaysia “Munafik” karya Syamsul Yusof. Film pertamanya dirilis pada 2016 dan kemudian berlanjut lewat “Munafik 2” pada 2018.
Meski berangkat dari cerita yang sama, versi Indonesia tidak dibuat dengan menyalin film aslinya. Pihak produksi menyesuaikan cerita dengan kultur Indonesia dan memberi warna tersendiri pada latarnya.
Cerita berpusat pada Adam, seorang pengajar agama sekaligus praktisi rukiah. Kehidupannya berubah setelah kecelakaan maut merenggut Aini, istrinya.
Baca Juga: Istri di Lumajang Potong Kelamin Suami, Ngaku Cemburu Diduga Diselingkuhi
Sejak kejadian itu, Adam berhenti melakukan rukiah. Ia larut dalam kesedihan dan memilih menjauh dari aktivitas yang sebelumnya ia jalani.
Adam kemudian diminta membantu Fitri, seorang perawat sekaligus putri Mansur, tokoh yang dihormati di desa tempat Adam tinggal. Fitri mengalami gangguan misterius yang membuat keluarganya mencari bantuan.
Awalnya Adam menolak. Pesan dari mendiang istrinya kemudian membuat ia berubah pikiran dan kembali menghadapi kasus tersebut.
Baca Juga: Indonesia Cuma Punya Dua Musim, Kenapa Film Kamila Andini Bernama Empat Musim Pertiwi?
Fitri sendiri tidak hadir hanya sebagai tokoh yang mengalami gangguan gaib. Ia membawa persoalan keluarga dan kehilangan yang membuat kehidupannya ikut berubah.
Dalam cerita, kondisi tersebut membuat Fitri berada dalam keadaan rapuh. Persoalan yang ia hadapi kemudian berjalan beriringan dengan teror yang semakin kuat.
Dari sinilah perjalanan Adam dan Fitri mulai bertemu. Adam berusaha membantu Fitri, sementara kasus tersebut perlahan membawa Adam kembali pada bagian hidup yang selama ini ia hindari.
Trailer yang telah dirilis memperlihatkan sejumlah adegan rukiah dan gangguan makhluk gaib. Ada pula momen ketika kondisi Fitri semakin tidak terkendali.
Namun, teror yang dihadapi Fitri ternyata tidak berhenti pada gangguan yang terlihat. Adam menemukan adanya rahasia di balik kejadian tersebut sehingga persoalannya menjadi lebih rumit.
Persiapan pemain juga menjadi bagian menarik dari produksi film ini. Dimas Aditya, yang berperan sebagai Ustaz Anwar, menjalani pendalaman bacaan Al-Qur’an selama sekitar dua bulan dengan pendampingan ustaz yang berpengalaman dalam rukyah.
Dimas dan Arya Saloka juga harus memperhatikan tajwid, makhraj, hingga qalqalah. Persiapan tersebut dilakukan agar adegan yang berkaitan dengan rukiah tetap sesuai secara bacaan sekaligus dapat diterjemahkan ke dalam kebutuhan film.
Unsur religi bukan satu-satunya hal yang mendapat perhatian. Versi Indonesia juga memasukkan warna budaya lokal, salah satunya melalui penggunaan mantra Jawa kuno.
Donny Damara yang memerankan Haji Mansur mendapat bagian untuk melafalkan mantra tersebut dalam salah satu adegan. Ia mengaku harus lebih berhati-hati karena mantra yang digunakan memiliki makna tertentu dalam konteks cerita.
Penyesuaian seperti itu membuat versi Indonesia memiliki identitasnya sendiri. Cerita “Munafik” tetap membawa teror supranatural, tetapi latar dan unsur budaya yang digunakan dibuat lebih dekat dengan penonton Indonesia.
Di balik teror tersebut, Adam dan Fitri sama-sama berhadapan dengan kehilangan. Adam memilih menjauh setelah istrinya meninggal, sedangkan Fitri harus menjalani hidup di tengah persoalan yang membuatnya kehilangan pegangan.
Pertemuan keduanya kemudian membawa Adam kembali pada sesuatu yang pernah ia tinggalkan. Bagi Fitri, kehadiran Adam menjadi bagian dari usahanya menghadapi gangguan yang tidak mampu ia selesaikan sendiri.
“Munafik: Melawan Iblis” akan hadir di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Film ini mempertemukan Arya Saloka dan Acha Septriasa dalam horor religi yang memadukan teror supranatural dengan persoalan pribadi para tokohnya.
Bagi Adam, membantu Fitri berarti kembali berhadapan dengan rukiah. Lebih dari itu, ia harus menghadapi bagian hidup yang pernah ia tinggalkan bersama dukanya. (Rahma Azra Calista)
Editor : Adi Pras