Indonesia Cuma Punya Dua Musim, Kenapa Film Kamila Andini Bernama Empat Musim Pertiwi?

Rahma Azra Calista • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 05:46 WIB
First look film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini. (instagram/@kamilandini)
First look film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini. (instagram/@kamilandini)

SOLOBALAPAN.COM – Indonesia hanya punya dua musim. Namun, film terbaru Kamila Andini justru membawa “empat musim” ke dalam judulnya.

Film tersebut bernama Empat Musim Pertiwi, atau Four Seasons in Java. Judul ini tentu membuat penasaran, terutama karena ceritanya berakar dari Jawa yang tidak mengenal empat musim seperti negara-negara subtropis.

Gagasan itu ternyata berawal dari Bromo, jauh sebelum film ini siap bertemu penonton.

Kamila mulai mengembangkan ide Four Seasons in Java sejak 2017. Saat itu, ia datang ke Bromo untuk melakukan riset sekaligus mencari inspirasi.

Pengalaman di sana membuat Kamila melihat lanskap Bromo dengan cara yang berbeda. Tekstur alam, suhu, temperatur, dan perubahan suasananya memberikan kesan seperti empat musim. Pengalaman visual tersebut kemudian menjadi salah satu dasar pengembangan film.

Baca Juga: Orang Utan Solo Safari Lepas, Sempat Berkeliaran di Jalan dan Jatuhkan Dua Motor

Bromo juga bukan pilihan yang baru muncul ketika proses produksi dimulai. Kawasan tersebut sudah menjadi bagian dari gagasan film sejak awal.

Dalam keterangan terbaru, Bromo disebut digunakan untuk membangun gambaran tentang alam yang megah sekaligus dapat menghadirkan rasa terisolasi. Kontras itu kemudian berhubungan dengan perjalanan Pertiwi, tokoh utama yang diperankan Putri Marino.

Cerita Pertiwi sendiri sudah dikembangkan Kamila sejak 2017. Film ini mengikuti seorang perempuan yang kembali ke kampung halamannya setelah menjalani hukuman penjara dan harus berhadapan dengan masa lalu yang berat.

Di dalam konsep film, musim tidak hanya menjadi bagian dari lanskap. Kamila sebelumnya menjelaskan bahwa musim ingin dieksplorasi sebagai metafora visual dalam cerita dan karakter utama. Materi film juga menyebut Pertiwi harus menghadapi “empat musim” dari masa lalunya.

Namun, belum ada penjelasan resmi yang membagi empat musim tersebut menjadi empat fase tertentu dalam kehidupan Pertiwi. Karena itu, makna masing-masing musim belum perlu ditebak sebelum filmnya benar-benar ditonton.

Yang menarik justru bagaimana ide tersebut bertahan selama bertahun-tahun.

Dari gagasan yang muncul di Bromo pada 2017, Empat Musim Pertiwi berkembang menjadi produksi internasional. Film ini melibatkan Forka Films bersama sejumlah rumah produksi dari Belanda, Norwegia, Prancis, Singapura, Jerman, dan negara lainnya. Pada 2025, proyek tersebut juga tercatat dalam Venice Gap-Financing Market dalam tahap pascaproduksi.

Baca Juga: Biodata Rachel Florencia, Selebgram Cantik yang Resmi Dipersunting Dikta Wicaksono, Ini Rekam Jejak Kariernya

Film ini kemudian diperkenalkan kepada publik melalui program sneak peek di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2025. Saat itu, Kamila menyebut Four Seasons in Java sebagai salah satu film tersulit yang pernah dikerjakannya, terutama karena riset dan isu yang dibawanya.

Kini, perjalanan panjang tersebut memasuki tahap yang lebih dekat dengan penonton. Empat Musim Pertiwi terpilih dalam program Centrepiece Toronto International Film Festival (TIFF) 2026 dan akan menjalani pemutaran perdana dunia di Toronto pada September.

Setelah pemutaran di TIFF, film Kamila Andini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026.

Ada jarak hampir satu dekade antara perjalanan Kamila ke Bromo dan film yang kini bersiap diputar di layar lebar.

Empat musim dalam judulnya pun bukan berangkat dari perubahan kalender di Jawa. Gagasan itu tumbuh dari cara Kamila melihat Bromo, kemudian berkembang menjadi bagian dari bahasa visual dalam perjalanan Pertiwi.

Untuk mengetahui bagaimana “empat musim” tersebut benar-benar bekerja dalam cerita, penonton masih harus menunggu filmnya hadir di layar. (Rahma Azra Calista)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
Rahma Azra Calista Kamila Andini Empat Musim film indonesia bromo