SOLOBALAPAN.COM - Ada yang berbeda dari penampilan WALI ketika tampil dalam Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka, Minggu (17/8/2026).
Bukan hanya lagu “Maju Tak Gentar” yang mereka bawakan, tetapi juga pakaian yang dikenakan seluruh personel.
Faank dan personel WALI tampil mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur (NTT). Pilihan tersebut ternyata berkaitan dengan kondisi masyarakat NTT yang tengah menghadapi musibah gempa.
WALI sengaja membawa NTT ke tengah perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Di saat Istana dipenuhi suasana perayaan, mereka ingin mengingatkan bahwa ada saudara sebangsa yang justru sedang melewati masa sulit akibat bencana.
Faank menjelaskan alasan tersebut sebelum penampilan mereka.
“Hari ini kami memakai pakaian adat NTT karena rasa solidaritas kami kepada saudara-saudara kami yang terdampak musibah di NTT sekarang.”
Ia juga menyampaikan harapan agar masyarakat NTT tetap kuat, dapat bangkit, dan segera melewati masa sulit tersebut.
Pilihan busana itu akhirnya membuat penampilan WALI memiliki cerita sendiri. Mereka tidak datang ke panggung Istana hanya membawa musik, tetapi juga membawa simbol daerah yang sedang menjadi perhatian karena bencana.
NTT sendiri mengalami gempa pada 15 Agustus 2026. Bencana tersebut berdampak pada sejumlah wilayah dan menimbulkan korban serta membuat masyarakat harus menghadapi situasi darurat.
Baca Juga: Geger Ruang Kerja Seskab Teddy Disulap Bak Bioskop, Netizen Keras Pertanyakan Sumber Anggarannya!
Karena itu, pakaian adat yang dikenakan WALI dapat dilihat sebagai bentuk dukungan yang sederhana tetapi mudah terlihat. Mereka menggunakan panggung yang disaksikan publik luas untuk menyampaikan bahwa perhatian terhadap NTT tetap ada, bahkan ketika masyarakat Indonesia sedang merayakan hari kemerdekaan.
Menariknya, lagu yang mereka pilih juga sejalan dengan pesan tersebut. WALI membawakan “Maju Tak Gentar”, lagu perjuangan ciptaan Cornel Simanjuntak yang lekat dengan semangat keberanian dan perjuangan.
Jika biasanya busana adat dalam acara kenegaraan menjadi cara untuk memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia, WALI memberikan makna tambahan lewat pakaian yang mereka kenakan. Kali ini, busana adat NTT sekaligus menjadi cara untuk membawa kabar tentang saudara-saudara di daerah tersebut ke tengah panggung perayaan kemerdekaan.
Ada sesuatu yang cukup kuat dari pilihan itu. Di tengah suasana pesta kemerdekaan, mereka justru membawa simbol dari daerah yang sedang berduka.
Seolah ingin mengatakan bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kemeriahan, tetapi juga dengan mengingat dan menguatkan sesama.
NTT hadir di Istana bukan hanya sebagai pakaian yang dikenakan di atas panggung, tetapi sebagai bentuk solidaritas. (Rastri Rafiarum)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com