SOLOBALAPAN.COM - Kalau diperhatikan, idol K-pop tidak hanya mengandalkan musik dan koreografi saat tampil. Dalam beberapa kesempatan, mereka juga membawa unsur budaya Korea melalui pakaian, musik, properti, hingga konsep video musik. Lalu, kenapa hal tersebut cukup sering dilakukan?
Salah satu unsur yang paling mudah dikenali adalah hanbok. BLACKPINK, misalnya, pernah mengenakan hanbok yang telah dimodifikasi untuk penampilan mereka di Coachella 2023.
Pakaian tersebut mengambil inspirasi dari cheollik, pakaian yang dahulu digunakan para pejabat militer pada masa Dinasti Joseon, kemudian dipadukan dengan motif tradisional Korea.
Bukan hanya BLACKPINK. BTS juga beberapa kali memasukkan unsur tradisional Korea dalam karya mereka.
Baca Juga: Mengenal Kompilasi Album Pesta Rap, Wadah Rapper Indonesia Era 1990-an
Dalam lagu solo Suga sebagai Agust D berjudul “Daechwita”, misalnya, musik hip-hop dipadukan dengan unsur gugak, musik tradisional Korea.
Lagu tersebut bahkan menggunakan rekaman pertunjukan tradisional dari National Gugak Center pada bagian pembuka.
Penggunaan budaya Korea juga dapat ditemukan pada generasi K-pop yang lebih baru. NewJeans pernah tampil di Gyeongbok Palace dengan hanbok yang telah dimodifikasi menggunakan gaya modern.
Sementara itu, IVE memasukkan unsur cerita rakyat Korea dalam video musik “HEYA”, termasuk penggunaan lirik yang terinspirasi dari lagu rakyat Korea.
Baca Juga: Agnez Mo dan Anggun Sebut Soto Ayam di Reacher Season 4, Bawa Cita Rasa Indonesia
Menurut Korea JoongAng Daily, langkah tersebut menjadi salah satu cara K-pop membawa budaya Korea lebih dekat kepada penonton di berbagai negara.
Dengan popularitas K-pop yang sudah mendunia, pakaian, musik, dan cerita tradisional yang muncul dalam karya para idol ikut mendapatkan perhatian dari penggemar internasional.
Hal ini juga terlihat dari meningkatnya penggunaan hanbok dalam industri hiburan Korea. Pada 2026, misalnya, Felix Stray Kids dipilih sebagai duta program “Hanbok Wave” yang bertujuan mempromosikan pakaian tradisional Korea dan para desainer hanbok kepada pasar global.
Jadi, ketika melihat idol K-pop mengenakan hanbok atau menggunakan suara alat musik tradisional Korea dalam sebuah lagu, hal tersebut bukan sekadar pilihan kostum atau konsep.
Unsur tradisional tersebut bisa menjadi cara untuk mempertahankan identitas Korea sekaligus memperkenalkannya kepada penggemar di seluruh dunia.
Di tengah K-pop yang semakin global, unsur budaya Korea justru menjadi salah satu cara untuk menunjukkan dari mana musik tersebut berasal. (luthfiana sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Korea JoongAng Daily, The Guardian