Dan Bandung Ingatkan pada AADC, Rudi Soedjarwo Punya Tantangan Baru

Adi Pras • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:11 WIB
Samo Rafael, Theo Surrple, Razi Zu, Shanna Shannon, dan Keisya Levronka dalam film Dan Bandung. (Instagram@/filmdanbandung)
Samo Rafael, Theo Surrple, Razi Zu, Shanna Shannon, dan Keisya Levronka dalam film Dan Bandung. (Instagram/@filmdanbandung)

SOLOBALAPAN.COMDan Bandung belum tayang di bioskop, tetapi film terbaru Rudi Soedjarwo sudah lebih dulu mengingatkan penonton pada Ada Apa dengan Cinta? (AADC). Keduanya sama-sama membawa cerita cinta dan berada di tangan sutradara yang sama.

Bedanya, kali ini Rudi tidak membawa Cinta dan Rangga. Ia menggarap cerita dari novel karya Pidi Baiq dengan Basil dan Elma sebagai tokoh utamanya.

Kesan tentang AADC muncul menjelang Dan Bandung tayang. Film tersebut baru menggelar gala premiere di Jakarta, Rabu (12/8/2026), dan akan mulai diputar di bioskop pada 20 Agustus mendatang.

Baca Juga: Agnez Mo dan Anggun Sebut Soto Ayam di Reacher Season 4, Bawa Cita Rasa Indonesia

Rudi pun sudah mendengar anggapan tersebut. Ia mengatakan Dan Bandung memang mendapat pengaruh dari film-film cinta yang pernah ditontonnya.

Menurut Rudi, hal itu bukan berarti ia sengaja membuat Dan Bandung menyerupai AADC. Pengalaman selama bertahun-tahun menjadi sutradara juga ikut memengaruhi cara kerjanya sekarang.

Pengalaman itu berbeda dengan ketika Rudi menggarap AADC pada 2002. Ia mengaku saat itu masih mengalami banyak kegagapan sebagai sutradara.

Baca Juga: Kenapa Uang Lebih Nyaman Disimpan dalam Bentuk Emas?

Lebih dari dua dekade kemudian, Rudi kembali menggarap cerita romansa. Kali ini, ia juga membawa tanggung jawab lain karena cerita yang dikerjakannya sudah lebih dulu dikenal melalui novel Pidi Baiq.

Dan Bandung merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama. Pidi sebelumnya dikenal luas melalui seri Dilan, sehingga karya barunya juga datang dengan pembaca yang sudah mengenal gaya bercerita sang penulis.

Rudi mengaku tertantang menggarap novel tersebut. Ia bahkan mengatakan memperlakukan Dan Bandung seperti film pertamanya karena ingin menjaga reputasi karya Pidi Baiq.

Baca Juga: Gemas! Nada Genap 17 Tahun, Deddy Corbuzier dan Azka Makin Protektif Jaga Sang Putri

Sikap itu juga mendapat kepercayaan dari Pidi. Saat mengetahui Rudi yang akan menyutradarai film tersebut, Pidi mengaku senang dan berharap hasil adaptasinya bisa bagus.

Tantangannya bukan hanya memindahkan cerita dari halaman novel ke layar. Rudi juga harus membuat cerita tersebut bekerja dalam bentuk film, dengan karakter dan peristiwa yang harus disusun ulang sesuai kebutuhan visual.

Cerita Dan Bandung berpusat pada Basil, mahasiswa Seni Rupa dari keluarga sederhana, yang bertemu dengan Elma, perempuan dari keluarga berada. Hubungan keduanya kemudian berhadapan dengan persoalan keluarga dan perbedaan latar belakang.

Baca Juga: Dulu Pamer Barang, Kini Pamer Pace Lari dan Waktu untuk Diri Sendiri

Konflik itu membuat cerita mereka tidak berhenti pada persoalan perasaan. Ada tekanan dari keluarga yang ikut menentukan bagaimana hubungan keduanya berjalan.

Rudi juga tidak ingin film ini hanya berisi kisah cinta yang manis. Ia ingin hubungan Basil dan Elma turut memperlihatkan persoalan ketika seseorang harus menjalani peran sebagai pasangan, anggota keluarga, dan teman.

Pilihan cerita tersebut membuat Dan Bandung punya jarak dengan AADC. Jika film Rudi pada 2002 mempertemukan Cinta dan Rangga dalam kisah cinta anak SMA, kali ini ia menggarap hubungan dua mahasiswa dengan persoalan keluarga dan latar kehidupan yang berbeda.

Baca Juga: Jalani Medical Check-Up di Amerika Serikat, SBY Melukis Keindahan Sungai Mississippi

Nama Rudi tetap membuat AADC sulit diabaikan. Film tersebut sudah menjadi salah satu karya yang paling lekat dengan namanya sebagai sutradara.

Namun, Dan Bandung tidak datang dengan cerita lama. Ada novel Pidi Baiq yang harus diterjemahkan, karakter baru yang harus diperkenalkan, serta pengalaman Rudi yang sudah berbeda dari lebih 20 tahun lalu.

Itulah yang membuat perbandingan dengan AADC menjadi menarik. Bukan karena Dan Bandung harus mengulang keberhasilan film tersebut, melainkan karena penonton akan melihat bagaimana seorang sutradara yang pernah dikenal lewat film romansa kembali menggarap genre yang sama dengan bekal yang sudah jauh lebih panjang.

Baca Juga: 18 Tahun Hidup Sendiri, Yuni Shara Ungkap Ingin Punya Teman Menua

Dan Bandung dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada Kamis (20/8/2026). (Rahma Azra Calista)

Editor : Adi Pras
Rahma Azra Calista Dan Bandung Rudi Soedjarwo film indonesia pidi baiq