SOLOBALAPAN.COM – Selama ini, Reza Arap lebih sering muncul di depan kamera. Lewat Harusnya Horror, ia mencoba peran yang berbeda sebagai sutradara.
Reza Oktovian atau Reza Arap mengarahkan sekaligus ikut bermain dalam film horor komedi tersebut. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.
Bagi Reza, Harusnya Horror merupakan debutnya sebagai sutradara film layar lebar. Pengalaman yang sebelumnya ia jalani sebagai kreator konten, streamer, dan musisi kini dibawa ke produksi film.
Cerita film ini berpusat pada seorang hantu yang ingin kembali ke dunia manusia. Ada syarat yang harus dipenuhi: ia mesti menakut-nakuti 100 ribu orang.
Baca Juga: Ikuti Tren Naykilla, Nycta Gina Parodikan Jeng Kelin Lengkap dengan Gaya Ikoniknya
Masalahnya, hantu tersebut justru tidak pandai menakut-nakuti manusia. Ia kemudian bertemu dengan kreator konten horor yang sedang membutuhkan uang.
Keduanya pun bekerja sama. Sang kreator mendapatkan bahan untuk membuat konten, sementara si hantu punya kesempatan menyelesaikan misinya.
Dari situ, cerita bergerak dengan perpaduan horor dan komedi. Dunia kreator konten yang akrab dengan kamera dan usaha mengejar perhatian penonton bertemu dengan persoalan hantu yang justru kesulitan membuat orang takut.
Reza juga mengajak sejumlah orang dari lingkaran AAAClan dan Marapthon untuk ikut bermain. Mereka yang selama ini dikenal lewat konten digital kini mencoba tampil dalam cerita layar lebar.
Baca Juga: Tak Harus Terus Menahan Makan, Mengenal Mindful Eating agar Lebih Berdamai dengan Makanan
Namun, ada satu nama yang membuat film ini punya kenangan tersendiri bagi Reza.
Lula Lahfah ikut bermain dalam Harusnya Horror dan telah menyelesaikan proses syuting sebelum meninggal dunia pada 23 Januari 2026. Film tersebut kemudian menjadi karya layar lebar terakhir yang dibintanginya.
Selama proses produksi, suasana di lokasi syuting tidak selalu seseram cerita yang mereka mainkan. Reza mengenang kebersamaannya dengan Lula dan para pemain yang kerap diisi obrolan serta tawa di sela pekerjaan.
Setelah Lula meninggal, proses penyelesaian film tetap berjalan. Reza pun kembali berhadapan dengan rekaman yang dibuat bersama Lula selama syuting.
Baca Juga: Jenna Ortega Makin Kurus, Penampilan Pemeran Wednesday Berubah Drastis hingga Bikin Netizen Khawatir
Menjelang perilisan, ia menyiapkan sebuah kursi khusus untuk mengenang Lula. Kursi tersebut ditemani buket bunga matahari dalam acara perilisan film pada Juli 2026.
Reza juga menegaskan bahwa kepergian Lula tidak ingin dijadikan bahan untuk mendongkrak promosi film. Penghormatan tetap diberikan, tetapi cerita tentang kepergian Lula tidak dijadikan jualan utama Harusnya Horror.
Bagi Reza, film ini akhirnya membawa dua pengalaman sekaligus. Ia untuk pertama kalinya mengarahkan film layar lebar, sekaligus menyelesaikan sebuah proyek yang dikerjakan bersama orang-orang yang sudah dekat dengannya.
Kini Harusnya Horror bersiap bertemu penonton. Film produksi Ess Jay Pictures tersebut akan tayang di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. (Rahma Azra Calista)
Editor : Adi Pras