“Saya Tidak Merayu Nona, tapi Saya Merayu Tuhan”, Arie Kriting Cerita Perjuangannya Mendapatkan Indah Permatasari

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 20:30 WIB
Keluarga Arie Kriting denga Indah Permatasari. (Instagram/@arie_kriting)
Keluarga Arie Kriting denga Indah Permatasari. (Instagram/@arie_kriting)

 SOLOBALAPAN.COM - “Saya tidak merayu nona (Indah), tapi saya merayu Tuhan.”

Kalimat tersebut disampaikan Arie Kriting ketika berbicara mengenai perjuangannya dulu mendapatkan hati Indah Permatasari dalam podcast terbaru Deddy Corbuzier.

Jawaban itu terdengar singkat, tetapi menjadi menarik jika melihat kembali perjalanan hubungan keduanya yang sejak awal tidak berjalan mudah.

Dalam perbincangan tersebut, Arie ditanya bagaimana dirinya bisa mendapatkan Indah.

Alih-alih menceritakan cara merayu sang kekasih atau berbagai usaha untuk membuat Indah jatuh cinta, ia justru membawa jawabannya pada sesuatu yang lebih besar dari hubungan mereka.

Baca Juga: Social Withdrawal di Era Digital: Ketika Terhubung Justru Melelahkan

Arie seolah menunjukkan bahwa setelah dirinya dan Indah sama-sama yakin dengan hubungan tersebut, ada hal-hal lain yang tidak lagi bisa ia kendalikan sebagai manusia.

Salah satunya adalah persoalan restu keluarga.

Hubungan Arie dan Indah memang sempat mendapat penolakan dari ibunda Indah, Nursyah.

Persoalan restu bahkan berlangsung cukup panjang hingga akhirnya keduanya menikah pada 2021.

Jauh sebelum pernikahan, hubungan keduanya sempat diwarnai berbagai tudingan.

Nursyah pernah menyampaikan kekhawatiran mengenai perubahan Indah setelah menjalin hubungan dengan Arie. Ia juga pernah meminta putrinya menjalani ruqyah.

Bagi Indah, hal tersebut ternyata sempat menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Dalam cerita yang kembali dibahas dalam podcast tersebut, ia pernah merasa takut jika ruqyah yang dijalaninya justru membuat dirinya berpaling dari Arie.

Situasi tersebut tentu tidak sederhana. Di satu sisi ada hubungan yang ingin dipertahankan, sementara di sisi lain ada keluarga yang belum memberikan restu.

Namun, Arie justru memilih untuk tidak menghadapi situasi tersebut dengan cara yang sama. Ia menyerahkan sesuatu yang berada di luar kendalinya kepada Tuhan.

Baca Juga: Sering Lihat Ketikan Doksli Di Kolom Komentar Medsos, Ternyata Dokumen Asli

Ketika membicarakan persoalan tersebut, Arie juga memberikan jawaban yang cukup tenang.

“Terserah mereka saja. Segala ilmu dan kemampuan manusia itu tidak akan bisa mengalahkan apa yang Tuhan ciptakan,” ujar Arie seperti yang diceritakan dalam perbincangan tersebut.

Sikap itu membuat perjalanan Arie dan Indah menarik untuk dilihat dari sisi yang berbeda.

Perjuangan Arie bukan hanya tentang bagaimana membuat Indah yakin bahwa dirinya adalah pasangan yang tepat, tetapi juga bagaimana tetap menjalani hubungan ketika ada pihak keluarga yang belum bisa menerima.

Setelah melewati berbagai persoalan, Arie dan Indah tetap memilih melanjutkan hubungan mereka.

Keduanya menikah pada 12 Januari 2021. Pernikahan tersebut berlangsung di tengah persoalan restu yang kala itu masih menjadi perhatian publik.

Cerita mengenai hubungan mereka sebenarnya bukan pertama kali dibicarakan Arie.

Dalam sejumlah kesempatan sebelumnya, ia juga pernah terbuka mengenai perjalanan tersebut. Arie bahkan sempat mengaku berada pada titik hampir menyerah karena tekanan yang muncul dari keluarga Indah.

Namun, cerita yang muncul dalam podcast terbaru Deddy Corbuzier memberikan sudut pandang lain.

Baca Juga: Berburu Kuliner Walang Goreng di Car Free Night Gemolong, Ada Tiga Varian Rasa

Bukan lagi sekadar tentang konflik dengan keluarga, tetapi tentang bagaimana Arie melihat batas antara usaha manusia dan sesuatu yang akhirnya harus diserahkan kepada Tuhan.

Ia sudah melewati fase untuk meyakinkan Indah.

 Ketika perempuan yang dicintainya telah memilih untuk tetap bersamanya, perjuangan berikutnya bukan lagi tentang memenangkan hati pasangan, melainkan menghadapi keadaan yang berada di luar kendalinya.

Kini, bertahun-tahun setelah pernikahan mereka, Arie dan Indah telah membangun keluarga sendiri dan dikaruniai seorang anak.

Kehidupan mereka pun sudah jauh berbeda dari masa ketika hubungan keduanya menjadi sorotan karena persoalan restu.

Cerita mereka pun akhirnya bukan hanya tentang seorang laki-laki yang berhasil mendapatkan perempuan yang dicintainya.

Ada fase ketika seseorang harus tahu kapan waktunya berusaha dan kapan waktunya menyerahkan hasil.

Mungkin bagi Arie, merayu Indah adalah bagian yang bisa ia lakukan sebagai manusia.

Setelah itu selesai, ia memilih melakukan satu hal yang masih bisa ia lakukan ketika tidak semua keadaan berada dalam kendalinya: merayu Tuhan. (Rastri Rafiarum)

Editor : Ferry Ardi Susanto
arie kriting nursyah indah permatasari deddy corbuzier