Balasan Komentarnya Terlalu Baku, Apris Devita Sampai Bikin Warganet Bercanda: "Kayaknya AI"

Rastri Rafiarum • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Apris Devita. (instagram/@aprisdevita)
Apris Devita. (instagram/@aprisdevita)

SOLOBALAPAN.COM - Di tengah media sosial yang dipenuhi balasan singkat seperti "wkwk", "makasih kak", atau sekadar emoji, cara Apris Devita berinteraksi justru mencuri perhatian.

Bukan karena kontroversi, melainkan karena gaya bahasanya yang sangat rapi, baku, dan penuh apresiasi hingga membuat banyak warganet bercanda menyebutnya seperti AI.

Apris Devita atau yang memiliki nama lengkap Apristiyah Devita Ayu, dikenal sebagai pengusaha sekaligus kreator konten.

Ia merupakan CEO GA Corporation dan Alesha Global Group, serta aktif membagikan aktivitas sehari-harinya bersama sang suami, aktor Guntur Triyoga melalui media sosial.

Baca Juga: Makan Belakangan, Konten Nomor Satu: Ketika Estetika Mengalahkan Selera

Selain konten keluarga dan bisnis, Apris juga dikenal cukup aktif membalas komentar para pengikutnya.

Menariknya, hampir semua balasan yang ditulis Apris menggunakan kalimat yang lengkap dan formal.

Ia kerap menyapa nama lengkap orang yang berkomentar, mengucapkan terima kasih, lalu memberikan respons yang terdengar sangat sopan.

Konsistensi itulah yang membuat banyak orang menganggap gaya komunikasinya unik.

Bahkan saat membalas komentar sang suami sendiri, Apris tetap menggunakan gaya yang sama.

Dalam salah satu unggahannya, ia menulis,

"Hai Guntur Triyoga, kita sudah kenal. Makasih ya selalu mengabadikan moment-moment sederhana seperti ini Tur 😊".

Balasan tersebut sontak mengundang gelak tawa warganet.

Bukan karena terdengar aneh, melainkan karena terasa begitu formal untuk percakapan pasangan suami istri.

"Bahkan sama suaminya pun bahasanya begitu. 😭😂😂".

"Kayaknya dijawab AI deh, soalnya baku banget".

"Aku bacanya pakai suara AI".

Baca Juga: Party Pooper, Istilah untuk Orang yang Selalu Punya Komentar di Tengah Momen Bahagia

Meski begitu, komentar-komentar tersebut lebih banyak disampaikan sebagai candaan.

Warganet bukan benar-benar menuduh Apris menggunakan kecerdasan buatan, melainkan merasa gemas karena gaya komunikasinya sangat konsisten dalam situasi apa pun.

Hal itu juga terlihat ketika Apris berbicara di depan kamera.

Cara penyampaiannya tenang, menggunakan pilihan kata yang rapi, minim bahasa gaul, dan terdengar hampir sama seperti saat ia mengetik balasan di kolom komentar.

Karena itulah, banyak pengikutnya menilai gaya bahasa tersebut memang sudah menjadi ciri khas Apris, bukan sesuatu yang dibuat-buat.

Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana persepsi masyarakat terhadap AI mulai berubah.

Jika beberapa tahun lalu tulisan yang rapi identik dengan orang yang teliti, kini gaya bahasa yang terlalu terstruktur justru sering dijadikan bahan candaan sebagai "bahasa AI".

Baca Juga: Mengenal Tokoh-Tokoh Indonesia Yang Lahir Pada Bulan Kemerdekaan

Padahal, tidak sedikit orang yang memang terbiasa berkomunikasi dengan bahasa formal, baik saat berbicara maupun menulis.

Terlepas dari candaan warganet, satu hal yang membuat Apris Devita menonjol adalah konsistensinya.

Di tengah media sosial yang identik dengan bahasa santai dan singkatan, ia tetap mempertahankan gaya komunikasi yang sopan dan terstruktur.

Justru karena berbeda itulah, setiap balasan komentarnya kini selalu berhasil menarik perhatian. (rastri rafiarum)

Editor : Ferry Ardi Susanto
guntur triyoga komunikasi formal Apris Devita