Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Memuncak, Kuasa Hukum Sebut Pihak Mantan Istri Salah Langkah

Damianus Bram • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 12:10 WIB
Artis Sarwendah. (Instagram: sarwendah29)
Artis Sarwendah. (Instagram: sarwendah29)

 

SOLOBALAPAN.COM – Perselisihan pascaperceraian antara presenter ternama Ruben Onsu dan mantan istrinya, Sarwendah, dilaporkan kian memanas.

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menilai eskalasi konflik ini terjadi lantaran adanya langkah keliru dari pihak Sarwendah yang memilih mengumbar persoalan internal ke ranah publik.

Menurut Minola, dinamika hubungan terkait anak maupun urusan pascabercerai sebenarnya telah memiliki panduan hukum yang mengikat dan tertuang jelas dalam akta kesepakatan (Akta 39).

"Ini masalah simpel saja ya sebenarnya. Kalau terkait masalah bagaimana mekanisme yang berhubungan dengan anak-anak dan hal-hal lain, itu kan tinggal dijalankan sesuai dengan Akta 39," tegas Minola Sebayang saat memberikan klarifikasi, dilansir dari JawaPos.com, Rabu (5/8/2026).

Minola menilai, ketegangan ini timbul lantaran pihak Sarwendah diduga tidak mengacu pada dokumen kesepakatan yang telah ditandatangani bersama, melainkan lebih mengedepankan keinginan sepihak.

"Sudah ada panduannya di Akta 39 itu. Tapi itu tidak dilakukan dan lebih mengedepankan egonosentrisnya. Yang dijalankan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh S (Sarwendah) yang tidak merujuk kepada Akta 39," paparnya.

Baca Juga: Ruben Onsu Buka Suara Usai Dituduh Selingkuh Sejak 2017 oleh Sarwendah: Coba Ingat Ini Berawal dari Siapa?

Soroti Konferensi Pers Soal Debt Collector

Salah satu poin tajam yang dikritik pihak Ruben Onsu adalah keputusan pihak Sarwendah menggelar konferensi pers terkait isu kedatangan debt collector ke rumahnya.

Minola berpendapat, masalah semacam itu seharusnya diselesaikan secara tertutup melalui komunikasi langsung dengan kliennya.

"Kalau ada apa-apa harusnya dikomunikasikan. Ini malah disampaikan ke masyarakat bahwa ada debt collector, bukan disampaikan kepada orang yang bersangkutan," kata Minola.

Ia menduga, manuver menyampaikan polemik tersebut ke hadapan publik berpotensi sengaja dilakukan untuk membentuk opini negatif dan mempermalukan nama baik Ruben Onsu.

"Kalau disampaikan ke masyarakat, memangnya bisa selesai? Disampaikan ke publik bukan mau mencari penyelesaian, tapi diduga ingin membuat Ruben malu dan memojokkannya," cetusnya.

Klarifikasi Isu Penundaan Nafkah Anak

Menanggapi tudingan terkait Ruben Onsu yang disebut-sebut belum menunaikan kewajiban nafkah anak, Minola memberikan penjelasan dari sudut pandang kliennya.

Ia menegaskan bahwa Ruben sejak awal hanya meminta rincian pengeluaran kebutuhan anak agar penyaluran dana dapat dibahas secara rasional dan transparan.

"Terkait nafkah anak yang disebut belum dibayarkan, itu gara-gara Ruben minta perincian. Minta didiskusikan biar tahu berapa per bulan uang yang pasti untuk kebutuhan anak-anak. Tapi pihak sana tidak menyampaikan apa pun," terangnya.

Pihak Ruben menyayangkan sikap diam tersebut justru berbuntut pada tudingan publik bahwa Ruben lepas tanggung jawab terhadap anak-anaknya.

"Dia lebih memilih diam, tidak menyampaikan rincian ke Ruben, tapi malah keluar ke masyarakat bilang 'anak-anak saya sudah tidak dinafkahi'. Memangnya kalau disampaikan ke masyarakat, masyarakat mau menafkahi anaknya? Kan tidak. Kalau benar-benar mau anaknya dinafkahi, ngomongnya sama siapa? Ke Ruben dong," imbau Minola.

Minola menegaskan, seluruh pernyataan yang dikeluarkan pihak Ruben Onsu selama ini murni merupakan bentuk klarifikasi dan hak sanggah atas tuduhan yang beredar di media.

"Ketika kita memberikan klarifikasi resmi, kita malah dianggap memojokkan dan membuat framing. Tapi ya itulah dinamika yang harus dihadapi," pungkasnya. (dam)

Editor : Damianus Bram
Minola Sebayang artis konflik ruben onsu sarwendah