Selamat Jalan Diding Boneng, Sosok Antagonis Yang Sering Menghias Film Warkop DKI

Rastri Rafiarum • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 12:34 WIB
Diding Boneng, aktor legendaris Indonesia. (instagram/didingasli)
Diding Boneng, aktor legendaris Indonesia yang kini telah tutup usia. (instagram/didingasli)

SOLOBALAPAN.COM - Dunia hiburan Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok terbaiknya.

Aktor senior sekaligus komedian Zainal Abidin yang lebih dikenal dengan nama Diding Boneng atau Diding Zetta, meninggal dunia pada Senin (3/8), di usia 76 tahun. 

Kabar duka tersebut dikonfirmasi melalui unggahan Sanggar Perkasa, tempat almarhum selama ini aktif mengajar seni peran, dan turut dibenarkan oleh pihak keluarga.

Bagi penikmat film Indonesia, nama Diding Boneng mungkin tidak selalu menjadi pemeran utama.

Baca Juga: Independent Woman Bukan Selalu Tentang Gaji Besar

Namun, wajahnya hampir selalu hadir dalam berbagai film komedi era 1980-an hingga 1990-an. 

Lewat ekspresi khas, gaya akting yang natural, dan kemampuan menghidupkan karakter pendukung, Diding menjadi salah satu aktor yang ikut mewarnai masa keemasan perfilman Indonesia, terutama melalui deretan film Warkop DKI.

Pria kelahiran 3 Maret 1950 itu mengawali perjalanan seninya dari dunia teater pada 1973.

Kariernya di layar lebar dimulai lewat film Tiga Dara Mencari Cinta pada 1980.

Namanya kemudian semakin dikenal setelah membintangi serial televisi Rumah Masa Depan pada era 1980-an.

Menariknya, nama "Boneng" yang kini begitu melekat pada dirinya berasal dari karakter yang diperankannya dalam serial tersebut.

Sejak saat itu, publik lebih mengenalnya sebagai Diding Boneng dibanding nama aslinya, Zainal Abidin.

Popularitas Diding semakin meningkat ketika ia kerap muncul dalam film-film Warkop DKI.

Ia dikenal sebagai aktor karakter yang mampu memerankan beragam sosok, mulai dari hansip, tentara, petugas keamanan, hingga tokoh-tokoh pendukung lain yang selalu berhasil meninggalkan kesan meski hanya tampil beberapa adegan. 

Keberadaannya menjadi bagian dari wajah-wajah yang tak terpisahkan dari film komedi Indonesia pada masanya.

Baca Juga: Piala AFF 2026: Indonesia Dipermalukan Vietnam di Pakansari, Erick Thohir Tetap Percaya John Herdman dan Minta Skuad Garuda Bangkit Kontra Singapura

Meski telah puluhan tahun berkecimpung di dunia hiburan, Diding tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia akting.

Dalam beberapa tahun terakhir, ia masih aktif tampil di sejumlah film, di antaranya KKN di Desa Penari (2022), Badarawuhi di Desa Penari (2024), hingga The Torture: Beranak dalam Kubur (2024).

Selain itu, ia juga mendedikasikan waktunya untuk mengajar seni peran kepada generasi muda melalui Sanggar Perkasa.

Beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan Diding Boneng memang menurun.

Ia diketahui sempat menjalani perawatan akibat penyakit asma yang telah dideritanya selama beberapa tahun. 

Dalam sebuah kesempatan, Diding pernah bercerita bahwa gangguan pernapasan tersebut diduga mulai dirasakannya setelah menjalani proses syuting film horor yang berlangsung cukup lama dengan banyak penggunaan efek asap buatan.

Selain asma, ia juga disebut mengalami hipertensi dan stroke.

Diding juga sempat menjadi perhatian publik ketika rumahnya di kawasan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, mengalami kerusakan akibat faktor usia bangunan pada akhir 2025.

Meski menghadapi berbagai cobaan, ia tetap menunjukkan semangat untuk berkarya dan membagikan ilmunya kepada para murid di sanggar seni.

Kepergian Diding Boneng pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sesama seniman, hingga para penggemarnya.

Dalam unggahannya, Sanggar Perkasa mengenang almarhum sebagai sosok yang penuh dedikasi dalam membimbing generasi muda dan tak pernah lelah berbagi pengalaman di dunia seni peran.

Baca Juga: On This Day: 10 Hal Yang Terjadi Pada Tanggal 4 Agustus! Ada Emas Olimpiade Indonesia Hingga Lahirnya Barack Obama

Selama lebih dari empat dekade berkarya, Diding Boneng telah membintangi puluhan film dan sinetron.

Mungkin namanya tak selalu terpampang paling besar di poster, tetapi kehadirannya selalu berhasil melengkapi cerita. 

Lewat karakter-karakter sederhana yang dimainkan dengan sepenuh hati, Diding meninggalkan jejak yang akan terus dikenang sebagai salah satu aktor karakter terbaik yang pernah dimiliki perfilman Indonesia.

Selamat jalan, Diding Boneng. Terima kasih atas tawa dan karya yang telah menjadi bagian dari perjalanan film Indonesia. (rastri rafiarum)

Editor : Ferry Ardi Susanto
Aktor Legendaris diding zetta kabar duka warkop dki Diding Boneng