Bukan Sekadar OST, Efek Rumah Kaca Dinilai Jadi Pilihan Tepat untuk Film Laut Bercerita

Rastri Rafiarum • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 14:49 WIB
Grup msuik Efek Rumah Kaca resmi sebagai pengisi soundtrack film Laut Bercerita. (Instagram/@sebelahmata_erk)
Grup musik Efek Rumah Kaca resmi sebagai pengisi soundtrack film Laut Bercerita. (Instagram/@sebelahmata_erk)

SOLOBALAPAN.COM - Kabar mengenai Efek Rumah Kaca (ERK) yang resmi mengisi original soundtrack (OST) film Laut Bercerita disambut antusias oleh para penikmat musik maupun pembaca novel karya Leila S. Chudori.

Band yang digawangi Cholil Mahmud, Adrian Yunan Faisal, dan Akbar Bagus Sudibyo itu dipercaya membawakan lagu berjudul "Matilah Kau Mati", yang diadaptasi dari puisi "Di Hari Kematianku" dalam novel Laut Bercerita.

Lagu tersebut resmi dirilis di berbagai platform digital pada 31 Juli 2026, bersamaan dengan pengumuman kolaborasi mereka dalam film adaptasi yang telah lama dinantikan tersebut.

Sebelum pengumuman resmi dilakukan, tim promosi Laut Bercerita sempat membuat para penggemar berspekulasi.

Baca Juga: Lama Bungkam, Sarwendah Akhirnya Bocorkan Alasan Sebar CCTV Ribut-Ribut Dengan Ruben Onsu

Melalui sejumlah unggahan di media sosial, mereka memberikan petunjuk dengan menampilkan beberapa judul lagu milik Efek Rumah Kaca, seperti "Di Udara", "Sebelah Mata", "Seperti Rahim Ibu", hingga "Desember".

Petunjuk tersebut memunculkan berbagai dugaan di kalangan warganet hingga akhirnya terjawab ketika ERK diumumkan sebagai pengisi soundtrack resmi film tersebut.

Banyak yang menilai keputusan tersebut bukan sekadar memilih band ternama.

Selama lebih dari dua dekade berkarya, Efek Rumah Kaca dikenal sebagai grup musik yang konsisten menghadirkan lagu-lagu dengan lirik reflektif, puitis, dan kerap mengangkat isu sosial, kemanusiaan, hingga sejarah.

Karakter inilah yang membuat banyak orang merasa warna musik ERK memiliki kedekatan emosional dengan tema besar yang diusung Laut Bercerita.

Beberapa karya mereka bahkan telah lama dikenal publik karena memuat pesan-pesan sosial yang kuat.

Lagu "Di Udara" misalnya, terinspirasi dari sosok pejuang hak asasi manusia Munir Said Thalib.

Sementara lagu "Jangan Bakar Buku" berbicara tentang pentingnya kebebasan berpikir dan berekspresi.

Melalui karya-karya tersebut, ERK menunjukkan bahwa musik dapat menjadi medium untuk menyampaikan refleksi sekaligus menjaga ingatan terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat.

Kesamaan nilai itulah yang membuat kolaborasi ini terasa begitu selaras.

Sebagaimana diketahui, Laut Bercerita merupakan adaptasi novel karya Leila S. Chudori yang mengangkat kisah para aktivis yang mengalami penghilangan paksa pada penghujung era Orde Baru.

Baca Juga: Kenali Tanda Quarter Life Crisis, Sering Dialami Remaja Usia 20-an

Novel tersebut tidak hanya bercerita tentang perjuangan para aktivis, tetapi juga menghadirkan sudut pandang keluarga yang harus hidup dengan kehilangan dan ketidakpastian.

Tema tentang ingatan, kemanusiaan, harapan, dan kehilangan menjadi benang merah yang kuat dalam keseluruhan cerita.

Tak heran jika banyak penikmat musik maupun pembaca novel merasa Efek Rumah Kaca adalah band yang paling tepat untuk mengiringi perjalanan emosional film tersebut.

Musik mereka dinilai mampu menghadirkan suasana yang tenang, reflektif, sekaligus menyentuh, sehingga tidak hanya menjadi pelengkap adegan, tetapi juga memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

Di media sosial, pengumuman tersebut langsung disambut berbagai respons positif.

Salah satu komentar yang ramai mendapat perhatian berbunyi, "Nice! Pilihan yang tepat memilih Efek Rumah Kaca." Komentar tersebut mendapat banyak tanda suka dari pengguna lain yang memiliki pendapat serupa.

Ada pula warganet yang mengaku sudah merasakan suasana emosional hanya dari pengumuman kolaborasi tersebut.

"Merinding banget," tulis salah seorang pengguna media sosial.

Komentar serupa bermunculan dari para penggemar yang sejak awal mengikuti perjalanan musik Efek Rumah Kaca maupun pembaca setia Laut Bercerita.

Bagi banyak orang, kolaborasi ini terasa lebih dari sekadar proyek soundtrack film.

Efek Rumah Kaca dan Laut Bercerita dinilai memiliki semangat yang sejalan, yakni sama-sama menghadirkan karya yang mengajak publik untuk mengingat, merenung, dan melihat sisi kemanusiaan dari berbagai peristiwa.

Karena itu, kehadiran lagu "Matilah Kau Mati" bukan hanya menjadi pengiring sebuah film, tetapi juga diyakini akan menjadi bagian penting dari pengalaman emosional yang ingin dihadirkan kepada penonton.

Dengan karakter musik yang telah dibangun selama bertahun-tahun, Efek Rumah Kaca kembali membuktikan bahwa karya mereka tidak hanya berhenti sebagai hiburan.

Melalui kolaborasi bersama Laut Bercerita, ERK memperlihatkan bagaimana musik dapat berjalan berdampingan dengan sebuah cerita untuk menyampaikan pesan yang lebih dalam.

Tak mengherankan jika banyak warganet menyebut pilihan ini sebagai salah satu keputusan paling tepat dalam proses adaptasi film Laut Bercerita. (rastri rafiarum)

Editor : Ferry Ardi Susanto
Laut Bercerita Efek Rumah Kaca ERK LEILA S. CHUDORI