Kok Lagu K-Pop Sekarang Makin Pendek dan Easy Listening? Ternyata Bukan Cuma Sekadar Tren

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Perubahan kebiasaan masyarakat dalam menikmati musik turut memengaruhi strategi industri K-Pop dalam menciptakan lagu yang lebih singkat dan mudah dinikmati. (Pinterest)
Perubahan kebiasaan masyarakat dalam menikmati musik turut memengaruhi strategi industri K-Pop dalam menciptakan lagu yang lebih singkat dan mudah dinikmati. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Pernah nggak sih ngerasa kalau lagu-lagu K-Pop sekarang cepat banget selesai? Baru mulai ikut nyanyi, eh lagunya sudah habis. Belum lagi melodinya yang langsung "nempel" di kepala setelah sekali dengar.

Kalau dibandingkan dengan beberapa tahun lalu, banyak rilisan K-Pop saat ini memang terasa lebih singkat. Durasinya rata-rata hanya sekitar dua sampai tiga menit.

Selain itu, konsep musiknya juga lebih santai, ringan, dan mudah didengar atau yang sering disebut easy listening.

Ternyata, perubahan ini bukan tanpa alasan.

Baca Juga: Airport Fashion Renjun NCT DREAM Jadi Sorotan, Tampil Mewah dengan Chanel saat Bertolak ke Guangzhou

Di era sekarang, cara orang menikmati musik sudah jauh berbeda. Kalau dulu banyak orang sengaja duduk mendengarkan satu album dari awal sampai akhir, sekarang kebanyakan lagu justru ditemukan lewat TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, atau playlist Spotify.

Nggak heran kalau banyak produser mulai berpikir, "Gimana caranya bikin lagu yang bisa langsung bikin orang berhenti scrolling?"

Makanya, sekarang intro lagu dibuat lebih singkat. Bahkan ada yang langsung masuk ke chorus atau bagian paling catchy dalam hitungan belasan detik. Tujuannya sederhana, supaya pendengar langsung tertarik sejak awal.

Baca Juga: ENHYPEN Gaungkan Pentingnya Donor Darah Lewat Kolaborasi Global Bersama WHO

Selain itu, lagu yang berdurasi lebih pendek juga punya peluang lebih besar untuk diputar berulang kali.

Di platform streaming seperti Spotify atau Apple Music, lagu yang bikin orang ingin menekan tombol replay tentu memiliki nilai lebih. Semakin sering diputar, semakin tinggi pula jumlah streaming yang didapat.

Nggak cuma durasi, karakter musik K-Pop juga ikut berubah.

Belakangan ini semakin banyak lagu yang mengusung konsep easy listening. Melodinya ringan, vokalnya nyaman didengar, dan chorus-nya mudah diingat. Bahkan setelah satu kali mendengar, banyak orang sudah bisa ikut bersenandung.

Menariknya, tren ini bukan hanya muncul pada satu atau dua grup saja. Banyak artis K-Pop dari berbagai agensi mulai menghadirkan lagu dengan nuansa yang lebih sederhana dibanding beberapa tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa industri sedang membaca perubahan selera pendengar secara global.

Namun, easy listening bukan berarti kualitas musiknya lebih sederhana.

Di balik lagu yang terdengar ringan, tetap ada proses produksi yang panjang. Mulai dari pemilihan melodi, penyusunan aransemen, harmonisasi vokal, hingga penempatan hook yang pas agar lagu terasa adiktif tanpa terdengar berlebihan.

Meski begitu, bukan berarti lagu K-Pop dengan konsep megah atau eksperimen musik mulai ditinggalkan.

Masih banyak artis yang tetap mempertahankan identitas mereka lewat aransemen kompleks, pergantian tempo yang dinamis, hingga durasi lagu yang lebih panjang. P

erbedaannya, kini industri menawarkan lebih banyak variasi agar bisa menjangkau selera pendengar yang semakin beragam.

Pada akhirnya, fenomena lagu K-Pop yang semakin pendek dan easy listening menunjukkan bagaimana industri musik terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Di tengah persaingan platform digital dan kebiasaan baru dalam menikmati musik, bukan cuma kualitas lagu yang menjadi pertimbangan, tetapi juga bagaimana sebuah lagu mampu menarik perhatian dalam hitungan detik dan membuat pendengarnya ingin terus memutarnya lagi.

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
musik kpop easy listening identitas kpop