SOLOBALAPAN.COM - Kasus meninggalnya Sumarna, seorang petugas keamanan (satpam) yang tewas saat menjalankan tugas di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, masih menyita perhatian publik.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (24/7) itu menyisakan duka mendalam, terlebih Sumarna diketahui meninggalkan seorang istri dan anak-anak yang kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok kepala keluarga.
Hingga kini, aparat kepolisian masih terus mengusut kasus tersebut untuk mengungkap pelaku dan motif di balik kematian korban.
Di tengah simpati masyarakat, berbagai bantuan mulai mengalir kepada keluarga yang ditinggalkan.
Salah satunya melalui penggalangan dana yang diinisiasi oleh Ardyawan Halley.
Donasi tersebut dibuka sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga almarhum agar dapat meringankan beban yang mereka hadapi setelah kepergian Sumarna.
Di luar dugaan, penggalangan dana itu turut mendapat perhatian dari aktris Jennifer Coppen.
Fakta tersebut baru terungkap setelah Ardyawan membagikan unggahan melalui Instagram Story miliknya.
Ia sempat kaget melihat nominal donasi yang masuk dari Jennifer hingga mengira telah terjadi kesalahan transfer.
"Gw sampe shock, gw kira ada yang salah transfer".
Dalam postingan yang sama Ardyawan menambahkan kalimat,
"May God bless you a hundred fold @jennifercoppenreal".
Karena ingin memastikan jumlah donasi tersebut memang benar dikirimkan oleh Jennifer, Ardyawan pun menghubunginya melalui pesan langsung direct message (DM).
Jennifer lantas memberikan jawaban singkat yang memastikan bahwa nominal tersebut memang sengaja ia kirimkan.
"Bener kok".
Dalam percakapan yang sama, Jennifer juga menitipkan salam untuk keluarga almarhum dan mengungkapkan keinginannya untuk datang langsung apabila memungkinkan.
"Makasih ya kak, salam sama adiknya. I could come ketemu langsung tapi kebetulan lagi di Eropa".
Berdasarkan unggahan Ardyawan, donasi yang diberikan Jennifer mencapai sekitar Rp 140 juta.
Sementara itu, total dana yang berhasil terkumpul dari penggalangan tersebut telah mencapai sekitar Rp 231 juta berkat bantuan dari berbagai pihak yang turut menunjukkan kepeduliannya.
Tak hanya memberikan bantuan secara materi, Jennifer juga diketahui menyempatkan diri berbincang melalui sambungan telepon video dengan keluarga almarhum Sumarna. Dalam video yang beredar di media sosial, ia tampak memberikan dukungan dan semangat kepada keluarga yang sedang berduka.
"Semangat ya Bu, kalau butuh bantuan saya ada di sini."
Aksi Jennifer pun menuai banyak apresiasi dari warganet. Bukan semata-mata karena besarnya nominal donasi yang diberikan, melainkan karena bantuan tersebut baru diketahui publik setelah dibagikan oleh pihak penggalang dana.
Jennifer sendiri tidak mengunggah proses donasi maupun menjadikannya sebagai konten di media sosial pribadinya.
Salah satu komentar warganet yang ramai mendapat perhatian berbunyi,
"Emang Jen ini nggak pernah koar-koar kalau bantu orang dan berbuat baik. Nggak pernah dikontenin. While konten kreator lain dibikin konten hingga berpart-part, mulai dari berangkat, beliin kado, dan lain-lain. Salut sih".
Komentar tersebut kemudian diamini oleh banyak pengguna media sosial lainnya.
Sejumlah warganet menilai sikap Jennifer yang memilih membantu tanpa lebih dulu mempublikasikannya menjadi alasan mengapa aksinya mendapat banyak apresiasi.
Bagi mereka, yang paling berkesan bukan hanya nilai donasi yang diberikan, tetapi juga kepedulian yang ditunjukkan Jennifer kepada keluarga almarhum, mulai dari memastikan bantuan diterima hingga menyempatkan diri memberikan dukungan secara langsung melalui sambungan telepon meski sedang berada di Eropa.
Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga almarhum Sumarna, aksi Jennifer Coppen menjadi salah satu bentuk solidaritas yang menyentuh perhatian publik.
Kisah ini sekaligus mengingatkan bahwa empati tidak selalu harus ditunjukkan melalui sorotan kamera.
Terkadang, sebuah bantuan justru terasa lebih bermakna ketika diketahui bukan karena dipublikasikan oleh pemberinya, melainkan melalui cerita dari mereka yang menerima manfaatnya. (rastri rafiarum)
Editor : Ferry Ardi Susanto