SOLOBALAPAN.COM - Liburan keluarga Bebi Romeo dan Meisya Siregar di Bali berubah menjadi mimpi buruk yang masih membekas hingga kini. Putra bungsu mereka, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, nyaris kehilangan nyawa setelah terseret ombak besar saat bermain di pantai.
Di balik selamatnya sang anak, tersimpan luka batin yang mendalam bagi Bebi Romeo. Menurut Meisya Siregar, sang suami masih terus menyalahkan dirinya sendiri dan merasa gagal menjalankan perannya sebagai seorang ayah.
Pengakuan tersebut diungkapkan Meisya melalui media sosial setelah menceritakan kronologi insiden yang hampir merenggut nyawa putra mereka.
Bebi Romeo Merasa Gagal Jadi Ayah
Peristiwa tersebut tidak hanya meninggalkan trauma bagi Bambang, tetapi juga memberikan tekanan psikologis yang berat bagi Bebi Romeo.
Meisya mengungkapkan bahwa hingga kini suaminya belum mampu memaafkan dirinya sendiri karena merasa lalai menjaga keselamatan sang buah hati.
"Sepenggal cerita di Bali yang cukup memukul buat kami, tadinya nggak mau buka-buka videonya lagi. Nggak sanggup, Papa Bebi Romeo masih belum bisa memaafkan dirinya sampai sekarang karena merasa jadi Ayah yang gagal," tulis Meisya Siregar dalam postingan tersebut.
Rasa bersalah itu muncul karena insiden tersebut terjadi saat mereka merasa situasi di pantai aman sehingga pengawasan terhadap anak sempat berkurang.
Baca Juga: Catherine Wilson Mendadak Dijodohkan dengan Ruben Onsu Usai Unggah Foto Berdua Pasca Kajian
Berawal dari Rasa Aman yang Berujung Penyesalan
Meisya menceritakan bahwa Bambang sejak kecil sudah sangat akrab dengan pantai dan laut.
Hal itu membuat dirinya dan Bebi Romeo merasa cukup tenang ketika sang putra bermain di bibir pantai bersama sahabatnya.
Namun, rasa aman itulah yang justru menjadi penyesalan terbesar bagi keduanya.
"Hingga hari itu, hari ketika kami lengah. Kami duduk agak jauh dari bibir pantai membiarkan Bambang bermain bersama sahabatnya tanpa benar-benar mengawasi setiap detiknya. Awalnya semua terlihat biasa. Anak-anak bermain, tertawa, menikmati ombak, sampai tiba-tiba satu ombak besar datang dan Bambang menghilang. Detik itu rasanya dunia berhenti. Ternyata Bambang terseret ombak," kata Meisya Siregar dikutip detikcom, Minggu (19/7/2026).
Dalam hitungan detik, suasana liburan yang penuh kebahagiaan berubah menjadi kepanikan ketika Bambang hilang diterjang ombak besar.
Beruntung Ada Lifeguard dan Rekan Artis yang Membantu
Di tengah situasi darurat tersebut, pertolongan datang dari beberapa orang yang berada di lokasi.
Rekan sesama artis, Irvan Farhad atau Baba, bersama Hamidah Rachmayanti diketahui sedang berada di pantai bersama anak-anak mereka.
Selain itu, seorang lifeguard setempat bergerak cepat membantu proses penyelamatan hingga akhirnya Bambang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Keberadaan mereka menjadi faktor penting yang menyelamatkan nyawa putra Bebi Romeo dan Meisya Siregar.
Baca Juga: Balap Liar di Solo Ganggu Pasien RS Panti Waluyo, Polisi Amankan 10 Motor Berknalpot Brong
Trauma Masih Membekas
Setelah berhasil diselamatkan, Bambang sempat mengalami trauma.
Menurut Meisya, putranya langsung meminta pulang ke Jakarta dan tidak ingin kembali ke pantai.
Namun sehari setelah kejadian, keberanian Bambang perlahan kembali muncul. Ia bahkan kembali mengajak kedua orang tuanya bermain di pantai.
Meski begitu, pengalaman tersebut mengubah cara pandang Meisya dan Bebi Romeo terhadap keselamatan anak saat berada di alam terbuka.
Penyesalan yang Tak Mudah Hilang
Meisya mengaku insiden tersebut menjadi pelajaran hidup yang sangat mahal bagi keluarganya.
Sebagai orang tua, ia menyadari bahwa hanya karena beberapa menit merasa aman, mereka hampir kehilangan anak yang sangat dicintai.
"Kejadian ini menjadi penyesalan kami sebagai orang tua karena, hanya dengan beberapa menit merasa aman, kami hampir kehilangan anak yang paling kami cintai," tutur Meisya Siregar.
Ungkapan tersebut menggambarkan betapa berat beban emosional yang kini dirasakan oleh kedua orang tua Bambang, terutama Bebi Romeo yang hingga kini masih terus dihantui rasa bersalah.
Meisya Beri Pesan untuk Semua Orang Tua
Di akhir ceritanya, Meisya mengajak seluruh orang tua untuk tidak pernah lengah ketika membawa anak bermain di pantai maupun di alam terbuka.
Menurutnya, kondisi laut tidak pernah benar-benar bisa diprediksi dan perubahan situasi dapat terjadi hanya dalam hitungan detik.
"Untuk semua orang tua yang sudah menonton video ini, jangan pernah lengah meskipun pantai itu sudah berkali-kali kita datangi. Laut tidak pernah bisa diprediksi. Satu detik saja bisa mengubah segalanya. Peluk anak-anak kita lebih erat hari ini karena kami hampir kehilangan kesempatan itu. Maafin Bunda sama Papa ya Nak," pungkasnya.
Pengalaman pahit keluarga Bebi Romeo dan Meisya Siregar kini menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap anak harus tetap dilakukan setiap saat, bahkan di tempat yang sudah berkali-kali dikunjungi dan dianggap aman. (lz)
Editor : Laila ZakiyaSumber : Solo Balapan