SOLOBALAPAN.COM - Sulit membayangkan penyanyi yang dikenal lewat lagu-lagu melankolis, tiba-tiba tampil membawakan musik hipdut.
Itulah rutinitas yang sedang dilakoni Bunga Reyza, melalui tembang Astaga Bercanda bersama Akbar Chalay.
Menariknya, karya tersebut tidak dirilis atas nama Bunga, melainkan lewat sosok bernama Mingse.
Lalu, siapa sebenarnya Mingse?
Mingse bukan penyanyi baru. Nama itu merupakan alter ego yang diciptakan Bunga Reyza sebagai ruang untuk menampilkan sisi dirinya yang lebih ceria, spontan, dan penuh humor.
Baca Juga: Joanna Alexandra Diduga Menikah dengan Immanuel Christover, Unggah Momen Romantis di Hotel Bintang 5
Berbeda dengan karya-karya sebelumnya seperti Wahai Tuan, Tahu Diri, Tukar Lalu, hingga Nomor Satu yang didominasi nuansa melankolis, Astaga Bercanda justru hadir dengan irama hipdut yang ringan dan mengajak pendengarnya bergoyang.
Di balik nama yang terdengar unik itu ternyata tersimpan cerita sederhana.
Mingse lahir dari keisengan Bunga membayangkan jika ada satu hari di antara Minggu dan Senin. Dari permainan kata tersebut, lahirlah nama yang kini menjadi identitas baru dalam perjalanan bermusiknya.
Penyanyi bernama lengkap Bunga Reyza Fitri Kurnia ini lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 2 Desember 2002.
Dunia musik telah akrab dengannya sejak kecil karena tumbuh di lingkungan keluarga seniman.
Sang ibu merupakan penyanyi dangdut, sedangkan ayahnya adalah pemain saksofon. Namanya mulai dikenal publik setelah mengikuti Indonesian Idol Season 12 dan berhasil melaju hingga babak 17 besar.
Di luar dunia musik, Bunga juga menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) Bandung.
Kini ia menjalani berbagai peran sebagai penyanyi, dokter, sekaligus konten kreator.
Kepribadian yang selama ini lebih sering terlihat di media sosial ternyata berbeda dengan karakter lagu-lagu yang ia bawakan.
Lewat akun TikTok yang telah diikuti sekitar 368,5 ribu pengguna, Bunga kerap tampil jenaka, spontan, dan dekat dengan pengikutnya. Karakter itulah yang kemudian menemukan ruang berekspresi melalui sosok Mingse.
Eksplorasi tersebut rupanya mendapat sambutan positif. Sejak dirilis di YouTube pada 7 Mei, Astaga Bercanda telah ditonton lebih dari 1,6 juta kali.
Sementara di Spotify, lagu itu telah didengarkan sekitar 4,4 juta kali. Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pendengar dapat menerima warna baru yang dihadirkan Bunga tanpa harus meninggalkan identitas musik yang telah lebih dulu dikenalnya.
Kehadiran Mingse bukan menjadi penanda bahwa Bunga Reyza meninggalkan warna musik yang membesarkan namanya.
Sebaliknya, alter ego itu menjadi ruang baru untuk mengeksplorasi karakter yang selama ini lebih sering muncul di balik layar.
Jika Bunga bercerita lewat lagu-lagu yang sendu, maka Mingse hadir membawa tawa, energi, dan warna yang berbeda. Keduanya berjalan berdampingan, melengkapi perjalanan seorang musisi yang terus mencari cara baru untuk berkarya. (ras/fer)
Editor : Ferry Ardi Susanto