SOLOBALAPAN.COM - Polemik lagu Gapapa terus bergulir dan kini memasuki babak baru. Pedangdut senior Anisa Bahar akhirnya mengambil langkah tegas setelah lagu yang dibawakannya diubah menjadi bernuansa vulgar tanpa izin oleh Icha Chellow dan Mala Agatha.
Tak lagi hanya menyampaikan rasa kecewa, Anisa kini memberikan ultimatum terbuka selama 3x24 jam agar kedua penyanyi tersebut segera menghubunginya dan bertanggung jawab atas pengubahan lirik lagu ciptaan keluarganya.
Langkah tersebut diambil setelah Anisa mengaku telah berdiskusi dengan tim pengacara untuk menentukan upaya hukum yang akan ditempuh.
Anisa Bahar Beri Ultimatum Terbuka Lewat Media Sosial
Melalui unggahan di media sosial, Anisa Bahar mengaku tidak tinggal diam menghadapi polemik yang menyeret lagu Gapapa.
Ia menjelaskan bahwa dirinya sengaja mengumpulkan berbagai pihak, termasuk kuasa hukum, sebelum menentukan langkah berikutnya.
"Assalamualaikum Wr Wb. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan support dari masyarakat Indonesia. Bukannya mami diam saja, tetapi mami juga butuh diskusi, butuh pengacara, dan harus bicara dengan orang-orang yang terkait dalam masalah ini," tulis Anisa dalam unggahannya.
Dalam pernyataan tersebut, Anisa juga memberikan tenggat waktu 3x24 jam kepada Icha Chellow dan Mala Agatha untuk datang menemuinya secara langsung.
Ultimatum itu diberikan sebagai bentuk kesempatan agar kedua penyanyi menunjukkan iktikad baik sebelum persoalan berlanjut ke proses hukum.
Baca Juga: Aming Perankan Guru Kembar di Film Netflix Aku Sebelum Aku, Akui Jadi Tantangan Baru dalam Karier
Geram Karena Lagu Diubah Tanpa Izin
Kontroversi bermula setelah lagu Gapapa yang dirilis pada 1 Mei 2026 dengan lirik bertema ketegaran menghadapi perundungan diubah menjadi versi yang mengandung kalimat vulgar.
Padahal, lagu ciptaan Eko Bahar, kakak Anisa Bahar, memiliki pesan yang sama sekali berbeda dari versi yang viral di media sosial.
Anisa mengaku sangat kecewa karena perubahan tersebut dilakukan tanpa meminta izin kepada pencipta lagu.
Apalagi, salah satu penyanyinya, Mala Agatha, pernah dikenalnya secara langsung.
"Kalau salah satunya itu artis saweran, aku baru dikasih tahu sama netizen, si Ica itu saweran. Kalau Mala Agatha itu memang penyanyi dan aku sudah pernah ketemu di salah satu event. Dan aku lihat dulu nggak kayak gini lho istilahnya, orangnya baik, sopan," ujar Anisa Bahar saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (14/7/2026).
Selain Mala Agatha, Anisa juga menyoroti keterlibatan Icha Chellow yang ikut membawakan lagu tersebut meski tanpa izin dari pencipta karya.
Sempat Emosi Ingin Datangi Langsung
Anisa mengaku sempat terbawa emosi ketika pertama kali mengetahui lirik lagu Gapapa dipelesetkan menjadi bernuansa seksual.
Bahkan, ia mengaku pernah berniat mendatangi langsung pihak yang mengubah lagunya.
"Kemarin aku udah emosi, aku mau nyamperin. Aku bener, aku mau nyamperin lho, aku udah emosi banget," ungkap Anisa.
Namun setelah mempertimbangkan berbagai hal, ia memilih menyerahkan persoalan tersebut kepada tim kuasa hukum.
Keluarga Minta Icha dan Mala Datang Minta Maaf
Tak hanya Anisa, Seruni Bahar juga meminta agar Icha Chellow dan Mala Agatha menunjukkan tanggung jawab dengan meminta maaf secara langsung.
Menurutnya, pihak yang melakukan kesalahan seharusnya mendatangi pencipta lagu, bukan sebaliknya.
"Keinginannya? Ya mereka harus minta maaf sih. Jangan dia yang punya salah, kita suruh nyamperin, kita yang sowan ke dia," ujar Seruni Bahar.
Seruni juga menegaskan bahwa setiap perubahan terhadap sebuah lagu seharusnya dilakukan setelah mendapatkan izin dari penciptanya.
"Iya makanya. Tapi kalau izin kan kita harus ini juga ngeliat dulu, ngecek dulu. Justru ini nggak izin. Baliknya kalau izin kita tahu ya, gitu," ucap Seruni.
Polemik Berujung Laporan Polisi
Di tengah ultimatum dari Anisa Bahar, persoalan ini juga telah masuk ke ranah hukum.
Aliansi Madura Indonesia (AMI) melaporkan Icha Chellow dan Mala Agatha ke Polrestabes Surabaya karena lagu tersebut dinilai mengandung unsur pornografi dan berpotensi merusak moral generasi muda.
Tak lama berselang, keduanya juga kembali dilaporkan ke Polresta Malang Kota atas dugaan tindak pidana pornografi.
Pelapor berharap penyidik tidak hanya memeriksa penyanyi, tetapi juga pihak yang memproduksi lagu tersebut.
DPR Ikut Soroti Kontroversi Lagu Gapapa
Polemik lagu Gapapa juga mendapat perhatian anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya.
Melalui media sosialnya, Atalia menyatakan dukungannya terhadap langkah hukum atas penyebaran konten yang dianggap bermuatan pornografi.
"Kreativitas tidak boleh menghilangkan moral dan akal sehat. Lagu serta konten vulgar yang merendahkan martabat perempuan apalagi yang dibuat/dinyanyikan oleh perempuan sendiri, sungguh nista! Ini bukanlah hiburan, melainkan ancaman bagi nilai-nilai yang ingin kita wariskan kepada generasi muda," tulis Atalia.
Belum Ada Respons dari Icha Chellow dan Mala Agatha
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Icha Chellow maupun Mala Agatha terkait ultimatum 3x24 jam yang disampaikan Anisa Bahar maupun laporan polisi yang telah masuk di Surabaya dan Malang.
Kasus ini pun masih menjadi perhatian publik karena tidak hanya menyangkut dugaan pelanggaran hak cipta, tetapi juga memicu perdebatan mengenai batas kreativitas dalam mengadaptasi sebuah karya musik, tanggung jawab moral di ruang digital, serta perlindungan terhadap karya cipta. (lz)
Editor : Laila ZakiyaSumber : Solo Balapan