SOLOBALAPAN.COM - Lagu Gapapa milik pedangdut Anisa Bahar tengah menjadi sorotan publik. Bukan karena popularitasnya, melainkan akibat perubahan lirik yang dinilai mengandung unsur vulgar hingga berujung laporan polisi terhadap penyanyi sekaligus DJ Icha Chellow.
Di balik polemik tersebut, banyak publik baru mengetahui bahwa makna asli lagu ciptaan Eko Bahar justru sangat berbeda dari versi yang viral di media sosial. Jika versi yang beredar kini dipenuhi narasi seksual, lagu orisinalnya justru mengangkat kisah seseorang yang tetap tegar meski dijauhi, dimusuhi, hingga menjadi korban bullying.
Perbedaan makna yang sangat kontras inilah yang memicu kritik dari berbagai pihak.
Lagu Asli "Gapapa" Bercerita Tentang Ketegaran Menghadapi Bullying
Lagu Gapapa resmi dirilis pada 1 Mei 2026 melalui kanal YouTube Ini Musik dan ditulis oleh Eko Bahar, kakak dari Anisa Bahar.
Dalam lirik aslinya, tokoh utama menceritakan pengalaman dikhianati oleh seseorang yang datang ketika membutuhkan bantuan, namun pergi setelah hidupnya membaik.
Bagian reff lagu menegaskan sikap tegar menghadapi perlakuan buruk dari lingkungan sekitar.
Lirik tersebut berbunyi:
"Aku dijauhin ya gapapa
Aku dimusuhin ya gapapa
Aku diomongin
Aku dijahatin
Aku dibully pun ya gapapa"
Pesan utama lagu ini bukan mengenai hubungan seksual ataupun unsur pornografi, melainkan tentang ketabahan menghadapi cibiran, fitnah, hingga perundungan tanpa kehilangan harga diri.
Baca Juga: Serius Benahi Tata Kelola Parkir Solo, Wali Kota Respati Ardi Datangi Rumah Jukir Teladan
Versi Viral Justru Dipelintir Menjadi Bernuansa Seksual
Polemik muncul setelah Icha Chellow membawakan lagu Gapapa dengan lirik yang telah diubah.
Aliansi Madura Indonesia (AMI) menyoroti perubahan pada bagian reff karena dianggap mengandung unsur pornografi.
Beberapa kalimat diubah menjadi narasi seksual seperti:
"Aku ditidurin ya gapapa.. Aku dihamilin ya gapapa.. Aku dik@l#nin.."
Perubahan inilah yang kemudian menjadi dasar aduan masyarakat ke Polrestabes Surabaya.
AMI menilai lirik tersebut tidak hanya mengubah makna lagu, tetapi juga berpotensi memberi dampak negatif bagi anak-anak yang mengakses media sosial.
Baca Juga: Usai Temui Jokowi di Sumber, Wawanto Targetkan PSI Solo Raih 12 Kursi DPRD
Dilaporkan Polisi di Dua Kota
Kontroversi lagu tersebut kini tidak lagi berhenti di media sosial.
Pada 8 Juli 2026, Aliansi Madura Indonesia (AMI) resmi melayangkan aduan ke Polrestabes Surabaya.
Ketua Umum AMI, Baihaqi Akbar, mengatakan:
"(Mengadukan Icha Chellow ke polisi) terkait lagunya yang dinyanyikan, yang kurang sopan itu. Judulnya 'Gapapa'. Atas dasar keresahan kami sebagai orang tua terhadap anak-anak kami."
Menurut AMI, lagu tersebut dinilai mengandung bahasa pornografi yang tidak layak dikonsumsi anak-anak.
Tak hanya di Surabaya, organisasi Yakuza Maneges juga melaporkan Icha Chellow dan Mala Agatha ke Polresta Malang Kota atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Pornografi.
Pelapor bahkan menyerahkan video penampilan sebagai barang bukti dan menyatakan akan mengawal proses hukum hingga tuntas.
Baca Juga: Stasiun Wonogiri, Saksi Sejarah Jalur Kereta yang Pernah Menjangkau Baturetno
Anisa Bahar Geram, Sebut Lagu Diubah Tanpa Izin
Sebagai penyanyi sekaligus pemilik lagu, Anisa Bahar mengaku sangat kecewa mengetahui lagunya diubah tanpa izin.
Ia mengaku mengenal Mala Agatha secara pribadi sehingga semakin terkejut melihat keterlibatannya dalam membawakan lagu tersebut.
"Kalau salah satunya itu artis saweran, aku baru dikasih tahu sama netizen, si Ica itu saweran. Kalau Mala Agatha itu memang penyanyi dan aku sudah pernah ketemu di salah satu event. Dan aku lihat dulu nggak kayak gini lho istilahnya, orangnya baik, sopan," ujar Anisa Bahar.
Sementara itu, Seruni Bahar berharap kedua penyanyi menunjukkan iktikad baik.
"Keinginannya? Ya mereka harus minta maaf sih. Jangan dia yang punya salah, kita suruh nyamperin, kita yang sowan ke dia," ujar Seruni Bahar.
Anisa juga mengaku sempat ingin mendatangi langsung pihak yang mengubah lagunya sebelum akhirnya memilih berkonsultasi dengan kuasa hukum.
"Kemarin aku udah emosi, aku mau nyamperin. Aku bener, aku mau nyamperin lho, aku udah emosi banget," ungkap Anisa.
DPR Ikut Soroti Konten Bermuatan Vulgar
Kontroversi tersebut juga mendapat perhatian dari anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya.
Melalui media sosialnya, Atalia mengajak masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi konten yang dinilai merusak moral generasi muda.
"Kreativitas tidak boleh menghilangkan moral dan akal sehat. Lagu serta konten vulgar yang merendahkan martabat perempuan apalagi yang dibuat/dinyanyikan oleh perempuan sendiri, sungguh nista! Ini bukanlah hiburan, melainkan ancaman bagi nilai-nilai yang ingin kita wariskan kepada generasi muda," tulis Atalia.
Polemik Bukan Sekadar Soal Hak Cipta
Kasus Gapapa kini berkembang menjadi perdebatan yang lebih luas.
Selain menyangkut dugaan pelanggaran hak cipta karena perubahan lirik tanpa izin pencipta, publik juga memperdebatkan batas kreativitas dalam mengadaptasi sebuah karya.
Yang menjadi sorotan utama adalah kontras pesan lagu tersebut.
Versi asli mengangkat semangat bertahan saat dijauhi, dimusuhi, hingga menjadi korban bullying. Sebaliknya, versi yang viral justru mengubah pesan itu menjadi narasi seksual vulgar yang memicu laporan hukum dan kecaman dari berbagai kalangan.
Hingga kini, Icha Chellow maupun Mala Agatha belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan polisi maupun ultimatum yang disampaikan oleh Anisa Bahar. (lz)
Editor : Laila ZakiyaSumber : Solo Balapan