SOLOBALAPAN, HIBURAN — Pusaran konflik rumah tangga antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang kian memanas.
Kali ini, putra angkat mereka, Betrand Peto, secara mengejutkan memilih untuk membuka suara di media sosial dan secara terang-terangan menunjukkan keberpihakannya kepada sang ayah, Ruben Onsu.
Penyanyi berusia 21 tahun yang kini memilih tinggal bersama Ruben tersebut membongkar situasi harian yang mencengangkan selama dirinya dan kedua adiknya menetap di kediaman Sarwendah.
Kesaksian Onyo: Doktrin Negatif hingga Penelantaran Sepulang Liburan
Lewat unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa Onyo ini meluapkan unek-uneknya mengenai perlakuan tidak adil yang diterima sang ayah.
Betrand menyoroti kebiasaan Sarwendah yang kerap menitipkan anak-anak kepada pihak ketiga sepulang berlibur dari luar negeri, alih-alih pulang bersama secara utuh.
Lebih miris lagi, Betrand mengungkap adanya dugaan penggiringan opini atau "doktrin" negatif yang sengaja diperdengarkan kepada dua adik perempuannya untuk membenci sosok Ruben Onsu.
Curhatan Terbuka Betrand Peto:
"Aku tahu posisi mereka setiap hari hanya keburukan tentang ayah. Bahkan ayah yang berikan uang jajan saja tidak pernah kami tahu kalau ternyata ayah masih menafkahi full keperluan kami.
Yang sampai telinga kami 'ayah tidak peduli kami, ayah jahat'. Jangan pulang sama tante atau om. Kan kalau bilang ke mana-mana berjuang untuk anak, tapi pulangnya kok enggak bareng."
Serangan Menohok untuk Tante Wendy Lo
Tidak berhenti sampai di situ, pelantun lagu Sahabat Tak Akan Pergi ini juga melempar sindiran keras yang ditujukan langsung kepada adik kandung Sarwendah, Wendy Lo.
Betrand meminta dengan tegas agar tantenya tersebut menghentikan segala niat jahat dan dendam pribadi untuk mematikan rezeki Ruben Onsu sejak dua tahun terakhir pasca-perceraian.
-
Tudingan Boikot Rezeki: Betrand menyebut pihak Wendy kerap mengarahkan barisan pendukung untuk menghujat Ruben, padahal Ruben memilih diam dan menerima perlakuan tersebut.
-
Sentilan Keras: Di akhir takarirnya, Betrand secara berani melabeli sang tante sebagai manusia yang tidak tahu terima kasih atas segala kebaikan Ruben di masa lalu dan menganggap konflik saat ini sebagai teguran dari Tuhan.
Tabel Klaster Posisi dan Tindakan Pihak Terkait Konflik
Guna mempermudah pembaca melihat peta dinamika internal keluarga yang kini pecah menjadi beberapa kubu, berikut adalah tabel rangkumannya:
| Figur Terkait | Posisi / Keberpihakan Terkini | Tindakan Eksplisit di Lapangan |
| Betrand Peto (Onyo) | Berpihak penuh kepada Ruben Onsu. | Membongkar rahasia rumah, menyerang Wendy Lo, dan memilih tinggal bersama ayah. |
| Wendy Lo (Tante) | Berada di kubu Sarwendah. | Dituding menjadi otak penggerak kebencian dan upaya pemutusan jalur rezeki Ruben. |
| Ruben Onsu | Fokus Ibadah (Netral Sementara). | Sedang menjalani ibadah Umrah di Tanah Suci; belum memberi tanggapan resmi. |
| Minola Sebayang | Kuasa Hukum Ruben Onsu. | Menyebut curhatan Betrand sebagai isi hati jujur seorang anak yang melihat ayahnya dipojokkan. |
| Sarwendah | Fokus Hak Perempuan & Pengasuhan. | Resmi menyambangi Komnas Perempuan guna mengadukan kronologi dari awal nikah hingga cerai. |
Sarwendah Ambil Langkah Hukum Lewat Komnas Perempuan
Di tengah gempuran pernyataan menohok dari putra angkatnya, Sarwendah tidak tinggal diam.
Mantan personel girlband Cherrybelle ini memilih menempuh jalur resmi dengan mendatangi kantor Komnas Perempuan di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/6/2026).
Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa kedatangan kliennya murni untuk melakukan diskusi kelembagaan, mencari solusi terbaik, serta memperjuangkan hak-hak Sarwendah sebagai seorang ibu dan perempuan.
Pihak Sarwendah mengklaim telah membeberkan kronologi seutuhnya dari awal pernikahan hingga perceraian demi meluruskan sengketa pemenuhan hak anak dan nafkah yang dituduhkan oleh pihak Ruben Onsu.
Hingga saat ini, komunikasi antara pihak hukum Ruben Onsu dan Sarwendah masih tertahan mengingat Ruben masih berada di Tanah Suci.
Evaluasi dan kelanjutan perkara hukum ini diprediksi baru akan bergulir secara agresif pasca-kepulangan Ruben ke tanah air.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo