Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Kini Masih Geger, Ini Beda Keinginan Sarwendah dan Ruben Onsu di Tengah Konflik Soal Nafkah Thalia dan Thania

Laila Zakiya • Jumat, 26 Juni 2026 | 14:35 WIB
Ruben Onsu dan Sarwedah (Instagram @ruben_onsu - @sarwendah29)
Ruben Onsu dan Sarwedah (Instagram @ruben_onsu - @sarwendah29)

 

SOLOBALAPAN.COM - Konflik pascaperceraian antara Sarwendah dan Ruben Onsu masih menjadi sorotan publik. Polemik yang awalnya berkutat pada hak asuh kini melebar ke isu nafkah, akses bertemu anak, hingga kondisi psikologis Thalia dan Thania.

Di tengah situasi yang masih memanas, terlihat jelas bahwa Sarwendah dan Ruben Onsu datang dengan fokus yang berbeda dalam menyikapi persoalan ini.

Keduanya sama-sama mengatasnamakan kepentingan anak, namun memiliki pendekatan yang tidak sama.

Keinginan Sarwendah: Cari Solusi dan Akhiri Konflik

Kubu Sarwendah kini mendorong penyelesaian secara dialog langsung. Melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, pihak Sarwendah telah mengundang Ruben Onsu untuk bertemu pada 11 Juli mendatang.

"Pertemuan sudah kami undang. Masalah mereka hadir apa nggak, ya kami persilakan. Kalau memang mereka tidak bisa hadir, ya kami sangat menyayangkan. Tapi kami berharap mereka bisa hadir dalam pertemuan itu," kata Chris Sam Siwu saat ditemui di Gedung KPAI, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Dari pernyataan tersebut, terlihat bahwa fokus utama Sarwendah adalah membuka ruang komunikasi.

Menurut Chris, pertemuan ini bukan sekadar komunikasi antar kuasa hukum, melainkan diharapkan menjadi dialog langsung antara dua orang tua kandung Thalia dan Thania.

"Karena yang kami undang bukan hanya kuasa dengan kuasa, tapi klien dengan klien. Kami berharap ada titik temu, tidak lagi ribut-ribut," jelasnya.

Sarwendah menilai konflik berkepanjangan justru memberi dampak besar pada anak-anak.

Baca Juga: Tom Holland Percaya Diri, Sebut ‘Spider-Man: Brand New Day’ Jadi Versi Terbaik Spider-Man

"Bagaimanapun korban dari peristiwa ini bukan lagi para orang tuanya, tetapi anak-anak. Jadi itu yang kami hindari," ujar Chris Sam Siwu.

Selain mengupayakan mediasi, Sarwendah juga mencari sudut pandang perlindungan sebagai perempuan dan ibu dengan mendatangi Komnas Perempuan.

"Permohonan audiensi itu, beliau melalui pengacaranya beliau mengatakan bahwa ingin berkonsultasi kepada, apa namanya, tim dari Komnas Perempuan terkait dengan apa yang dia alami," ucap Komisioner Komnas Perempuan Irwan Setiawan, Rabu (24/6).

"Poin isi suratnya seperti itu. Dia ingin berkonsultasi terkait apa yang dialami oleh klien kami. Tentunya Komnas Perempuan, sesuai mandatnya, terbuka bagi siapa pun yang ingin berkonsultasi, melakukan audiensi, ataupun pengaduan," lanjutnya.

Chris Sam Siwu menegaskan langkah ini bukan serangan balik terhadap Ruben.

"Kami di sini berdiskusi, kami di sini mencari solusi. Kami tidak bermaksud apa pun, apalagi hal-hal yang negatif. Kami hanya ingin berdiskusi dan mencari solusi," kata Chris.

Dari sini terlihat bahwa keinginan Sarwendah cenderung berfokus pada meredakan konflik dan mencari penyelesaian damai.

Keinginan Ruben Onsu: Menuntut Hak sebagai Ayah Dipenuhi

Berbeda dari Sarwendah, Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya lebih menitikberatkan pada pemenuhan haknya sebagai ayah kandung.

Kubu Ruben menilai persoalan utama bukan sekadar komunikasi, tetapi realisasi kesepakatan pascacerai yang dinilai belum berjalan.

"Yang diminta oleh Ruben itu adalah dia mendapatkan hak untuk berkumpul bersama anaknya dua, tiga hari dalam satu minggu. Jadi bukan hanya sekadar ketemu beberapa menit di depan publik," beber kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang dalam wawancara virtual, Kamis (25/6/2026) malam.

Baca Juga: BOYNEXTDOOR Panaskan Stadion Jamsil, Tampil Meriah dengan Sorakan “VIRAL”

Ruben disebut tidak puas dengan pertemuan singkat di bandara sebelum keberangkatannya umrah.

"Pertemuan itu juga harus berkualitas. Makanya selalu ada namanya quality time. Bukan ketika mau berangkat umrah pas-pasan, tapi kami tetap menghargai kesempatan itu, pertemuan itu karena bagaimanapun Ruben bisa bertemu dengan anaknya yang sudah lama tidak ketemu sebelum dia umrah. Tapi bukan bentuk pertemuan yang seperti itu," jelasnya.

Bagi Ruben, keberadaan ayah dalam kehidupan anak tidak bisa digantikan dengan interaksi singkat.

"Kewajibannya bukan hanya sekadar say hello, bye, goodbye di airport. Tapi dua, tiga hari berkumpul dalam satu minggu. Ruben itu ayah kandung, lho. Bukan orang asing," ujar Minola Sebayang.

Tak berhenti di situ, kubu Ruben juga menyoroti lingkungan tumbuh kembang anak.

"Anak-anak ini ‘dipekerjakan’ di jam-jam yang tidak seharusnya mereka melakukan aktivitas," ungkapnya.

“Patut diduga, anak-anak ini tumbuh di lingkungan yang tidak baik. Mereka dikelilingi orang-orang tukang sindir, bahkan tega menghina Ruben sebagai ayah kandung di depan publik. Ini yang menjadi persoalan untuk Ruben,” sambung Minola kemudian.

Ruben juga menyoroti narasi soal nafkah yang menurutnya dapat memengaruhi psikologis anak.

“Kalau mereka bilang ke anak ‘Bapakmu tak bertanggung jawab' akan memberikan satu proses kejiwaan yang membuat anak tidak respect kepada ayahnya. Dari awal, kami hanya ingin Ruben dipertemukan dengan anak 2-3 hari dalam sepekan,” ungkapnya.

Dari sikap ini, terlihat bahwa keinginan Ruben lebih berfokus pada pemulihan relasi emosional dengan Thalia dan Thania serta memastikan citranya sebagai ayah tidak rusak di mata anak-anak. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Thalia #Thania #konflik artis #ruben onsu #sarwendah