SOLOBALAPAN.COM - Aktris muda Park Seo-yoon mencuri perhatian publik lewat penampilannya dalam serial original Netflix True Education.
Meski baru muncul dalam episode 3 dan 4, aktingnya sebagai Han Ye-ri sukses meninggalkan kesan mendalam sekaligus memancing emosi penonton.
Dalam drama tersebut, Park Seo-yoon memerankan Han Ye-ri, seorang siswi SMA sekaligus influencer dengan 600 ribu pengikut media sosial yang menjadi pusat konflik di SMA Putri Soyeon.
Karakternya digambarkan sebagai sosok manipulatif yang memicu kontroversi setelah melontarkan tuduhan palsu pelecehan seksual terhadap seorang guru pria, bahkan mencoba membahayakan guru perempuan lainnya.
Namun, di balik sisi antagonisnya, Ye-ri juga merupakan korban dari praktik korupsi dalam sistem pendidikan.
Karakter yang kompleks itu rupanya tidak mudah untuk diperankan. Dalam wawancara penutup bersama Star News, Park Seo-yoon mengungkap bahwa ia harus melalui empat tahap audisi sebelum akhirnya mendapatkan peran tersebut.
Alih-alih merasa lega setelah lolos, Park justru dihantui kekhawatiran besar. Ia mengaku rasa takutnya bahkan lebih besar daripada kebahagiaan yang dirasakan.
“Sejujurnya, kekhawatiran saya jauh lebih besar daripada rasa senang karena lolos audisi. Ada banyak adegan dengan perubahan emosi yang ekstrem, dan saya terus bertanya pada diri sendiri apakah saya benar-benar mampu membawakannya,” ujarnya.
Untuk mendalami karakter Han Ye-ri, Park berusaha menelusuri emosi terdalam sang tokoh. Salah satu tantangan terbesarnya adalah memainkan kebohongan karakter secara meyakinkan—berakting seolah sebuah kebohongan adalah kenyataan.
Ia menjelaskan bahwa dirinya terus melatih pola pikir agar bisa mempercayai situasi palsu yang dialami karakter.
“Saya terus mengatakan pada diri sendiri bahwa saya benar-benar mengalami pelecehan seksual dan tidak ada seorang pun yang mempercayai saya. Dengan cara itu, saya bisa mengekspresikan emosi Ye-ri dengan lebih nyata,” jelasnya.
Kerja keras Park Seo-yoon pun berbuah manis. Penampilannya menuai pujian luas dari penonton maupun keluarga terdekat.
Ia mengaku respons keluarganya menjadi salah satu hal paling berkesan setelah drama dirilis.
Menurut Park, kedua orang tuanya merasa sangat bangga hingga membuat dirinya semakin termotivasi untuk berkembang sebagai aktris.
Ia juga membagikan kisah lucu tentang adik perempuannya yang sedang berada di masa pubertas.
Sang adik, yang biasanya bersikap cuek, tiba-tiba menghubunginya melalui KakaoTalk hanya untuk meminta di-follow balik di Instagram.
"Dulu dia selalu menyangkal kalau saya kakaknya saat teman-temannya bertanya. Tapi sekarang justru dia yang lebih dulu meminta follow balik. Rasanya lucu sekaligus membuat saya bangga,” katanya sambil tertawa.
Meski menerima banyak pujian, Park Seo-yoon juga tak luput dari komentar pedas penonton. Karena akting antagonisnya yang begitu meyakinkan, ia bahkan mengaku menerima berbagai hinaan secara langsung.
“Saya merasa seperti mendengar semua hinaan yang mungkin akan saya dengar sepanjang hidup,” ujarnya.
Namun alih-alih tersinggung, Park memilih melihatnya dari sisi positif. Baginya, kemarahan penonton justru menjadi bukti bahwa karakternya berhasil tersampaikan dengan baik.
Ia bahkan sering harus menjelaskan kepada orang-orang di kehidupan nyata bahwa dirinya sangat berbeda dari Han Ye-ri. Saat berolahraga di gym atau studio yoga, banyak orang yang mengenalinya dan spontan berkomentar tentang betapa jahatnya karakter yang ia mainkan.
“Setiap kali ada yang berkata, ‘Kamu terlihat sangat jahat di drama,’ saya selalu menjawab, ‘Saya bukan orang seperti itu,’” ungkapnya sambil tersenyum.
Popularitas True Education juga membawa perubahan besar pada kehidupan digital Park Seo-yoon.
Jika sebelumnya akun Instagram miliknya hanya diikuti sekitar 500 orang—kebanyakan teman dekat—kini jumlah pengikutnya melonjak drastis hingga lebih dari 320 ribu hanya dalam dua minggu.
Lonjakan popularitas tersebut membuat Park merasa terkejut sekaligus bersyukur. Baginya, perhatian besar dari publik menjadi dorongan untuk terus berkembang dan menunjukkan sisi akting yang lebih beragam di masa depan.(lut)
Editor : Laila Zakiya