SOLOBALAPAN, SHOWBIZ — Penyanyi idola papan atas, Mark, mendadak menjadi pusat perbincangan hangat publik setelah kedapatan mengenakan pakaian yang menampilkan gambar bendera Konfederasi.
Busana tersebut memicu kontroversi luas karena simbol tersebut dinilai memiliki keterkaitan erat dengan sejarah kelam rasisme dan perbudakan di Amerika Serikat.
Merespons gelombang kritik yang berdatangan, Mark secara ksatria mengakui kesalahan dan langsung menyampaikan permohonan maaf terbuka demi meredam kekecewaan para penggemar.
Kronologi Kontroversi Busana Vintage Bersejarah
Prahara ini bermula ketika Mark terlihat mengenakan sebuah kaus bergaya vintage dalam sebuah kesempatan.
Sayangnya, kaus tersebut memuat visual bendera Konfederasi—sebuah simbol historis yang berasal dari 11 negara bagian Selatan selama masa Perang Saudara Amerika (American Civil War) yang kala itu gigih mendukung keberlanjutan praktik perbudakan manusia.
Seiring berjalannya waktu, lambang ini juga kerap diadopsi dan diasosiasikan dengan kelompok supremasi kulit putih radikal seperti Ku Klux Klan (KKK).
Tak heran, visualisasi tersebut dianggap sangat sensitif, ofensif, dan melukai perasaan banyak orang di era modern saat ini.
Poin Penjelasan Resmi dan Evaluasi Agensi UPPER ROOM
Pihak agensi yang menaungi Mark, UPPER ROOM, bergerak cepat dengan merilis pernyataan resmi melalui media sosial pada 23 Juni 2026.
Agensi menyampaikan penyesalan mendalam dan mengklarifikasi bahwa insiden tersebut murni lahir dari kecerobohan tim dalam menyortir busana fesyen.
Pernyataan Sikap Agensi UPPER ROOM:
Keteledoran Mode: Pakaian tersebut awalnya dipilih semata-mata karena pertimbangan estetika fesyen bergaya vintage, tanpa meneliti lebih jauh makna historis diskriminatif di balik simbol yang tertera.
Upaya Sensor: Pihak manajemen mengaku sempat menyadari sensitivitas simbol tersebut dan mencoba memastikan gambarnya tidak lolos tayang dalam konten resmi, namun dokumentasi foto tersebut telanjur bocor dan tersebar luas ke publik.
Tolak Intoleransi: Agensi menegaskan sikap mereka yang berdiri tegak menolak segala bentuk intoleransi, rasisme, diskriminasi, maupun ujaran kebencian di muka bumi.
Tabel Ikhtisar Kontroversi dan Status Karier Mark
Guna mempermudah pembaca memahami peta duduk perkara serta fase transisi karier yang tengah dijalani sang artis, berikut adalah tabel rangkumannya:
| Komponen Informasi | Rincian Detail Kasus | Catatan Historis & Status Karier |
| Nama Artis Terkait | Mark | Berstatus sebagai penyanyi solo dan pendiri agensi mandiri. |
| Agensi Naungan | UPPER ROOM | Merilis surat permohonan maaf resmi pada 23 Juni 2026. |
| Pemicu Masalah | Penggunaan kaus vintage bergambar bendera Konfederasi. | Dianggap teledor dalam memperhatikan pesan moral busana. |
| Dampak Simbolis | Dikaitkan dengan isu rasisme, perbudakan, dan kelompok KKK. | Bersifat sangat ofensif bagi komunitas internasional. |
| Status Historis Skuad | Eks Member NCT (Resmi keluar pada April lalu). | Memulai lembaran baru setelah 10 tahun berkarier di grup. |
Babak Baru Karier Solo Pasca-Keluar dari NCT
Kontroversi pilihan busana ini mencuat di tengah fase krusial bagi perjalanan karier industri hiburan Mark.
Sebagaimana diketahui, Mark baru saja memutuskan untuk meninggalkan grup lama yang membesarkan namanya, NCT, pada April lalu.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri kemitraan panjang selama 10 tahun bersama agensi lamanya demi memulai langkah baru sebagai solois independen.
Bahkan pada awal bulan ini, ia baru saja mengumumkan pendirian agensi pribadinya sendiri, UPPER ROOM, sebagai tonggak kemandirian berkarya.
Meskipun harus mengawali langkah solonya dengan hantaman kritik tajam, Mark memilih bersikap jantan.
Ia menutup pernyataan pribadinya dengan meminta maaf secara tulus kepada seluruh lapisan masyarakat dan berjanji akan jauh lebih berhati-hati, penuh pertimbangan, serta bertanggung jawab dalam mengambil setiap keputusan di masa depan.
(lut)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo