SOLOBALAPAN, SHOWBIZ — Aktris berbakat asal Korea Selatan, Kim Min Ha, baru-baru ini membagikan kisah emosional di balik layar pengerjaan proyek film layar lebar terbarunya bertajuk Hana Korea.
Dalam sesi wawancara eksklusif bersama majalah mode ternama, Elle, bintang yang namanya kian melejit ini mengupas tuntas alasannya mengambil peran menantang tersebut, proses transformasi karakter, hingga evolusi pandangannya terhadap dunia seni peran.
Membedah Perjuangan Hye Seon dalam 'Hana Korea'
Film Hana Korea merupakan sebuah karya sinema yang diangkat dan terinspirasi dari kisah nyata.
Alur ceritanya mengikuti perjalanan hidup Hye Seon, seorang wanita pembelot asal Korea Utara yang mempertaruhkan nyawa demi membangun lembaran hidup baru di Korea Selatan.
Menetap di lingkungan yang asing dengan gegar budaya yang masif, Hye Seon dipaksa untuk terus melangkah maju meskipun langkahnya terus dibayangi oleh trauma masa lalu yang tidak mudah.
Baca Juga: Resmi Debut Solo! EVAN Eks ENHYPEN Umumkan 'EVER' Sebagai Nama Fandom Resmi
Kim Min Ha menegaskan bahwa daya tarik utama proyek ini bagi dirinya bukan semata karena tema politik atau isu makro seputar pembelot Korea Utara, melainkan karena kedalaman dimensi kemanusiaan yang dimiliki oleh karakter Hye Seon itu sendiri.
"Pada akhirnya, Hye Seon adalah manusia biasa yang memiliki kerinduan universal yang sama seperti kita semua: ingin dicintai, mendambakan kehadiran teman, dan memiliki kemerdekaan untuk menjalani hidup sesuai dengan keinginannya sendiri," tutur Kim Min Ha.
Totalitas Riset dan Penguasaan Dialek Ryanggang
Demi menghidupkan karakter Hye Seon agar terasa hidup dan organik, Kim Min Ha mengerahkan dedikasi yang tidak main-main selama masa persiapan syuting.
Ia melakukan riset mendalam mengenai dinamika psikologis para pengungsi serta membedah cara kerja Hanawon—lembaga resmi pusat dukungan adaptasi sosial bagi warga Korea Utara yang baru menetap di Korea Selatan.
Tak hanya itu, tantangan linguistik juga dilalapnya dengan mempelajari dialek regional khusus dari Provinsi Ryanggang.
Bagi Kim Min Ha, fokus utamanya bukan sekadar meniru pelafalan yang sempurna secara teknis, melainkan bagaimana perubahan cara bicara tersebut secara alami mencerminkan proses adaptasi dan perkembangan emosional sang karakter dari waktu ke waktu.
Tabel Analisis Karakter dan Persiapan Kim Min Ha di 'Hana Korea'
Guna mempermudah pencinta sinema Korea memahami totalitas peran yang dibawakan, berikut adalah tabel rangkuman elemen penting di balik karakter Hye Seon:
| Elemen Karakter & Riset | Implementasi Taktis oleh Kim Min Ha | Output Emosional yang Diharapkan |
| Identitas Tokoh | Hye Seon (Sosok pembelot yang diangkat dari kisah nyata). | Menampilkan perjuangan adaptasi manusia di tengah lingkungan asing. |
| Eksplorasi Sosial | Membedah materi dan mekanisme orientasi di Hanawon. | Menyajikan transisi psikologis pengungsi secara realistis dan akurat. |
| Aksen & Bahasa | Mempelajari dialek lokal dari Provinsi Ryanggang, Korea Utara. | Menghasilkan gaya bicara natural yang berkembang seiring proses adaptasi. |
| Inti Filosofi Karakter | Memilih kata "Kebahagiaan" sebagai fondasi utama karakter. | Menunjukkan kekuatan mental tokoh yang menolak menyerah pada takdir. |
| Evolusi Akting | Bergeser dari fokus alur cerita murni ke arah psikologi manusia. | Menghasilkan representasi karakter yang unik, intim, dan personal. |
Pergeseran Paradigma: Menyelami Manusia Lebih dari Alur Cerita
Menariknya, keterlibatan dalam film Hana Korea ini juga menandai pergeseran paradigma dalam karier berakting Kim Min Ha.
Jika pada awal-awal berkarier ia kerap mendefinisikan dirinya sebagai seorang "pendongeng" yang berfokus pada jalannya plot atau konflik, kini fokus utamanya telah bergeser ke arah yang lebih intim.
Saat membaca sebuah naskah baru, perhatian utamanya kini akan langsung tertuju pada karakter—bagaimana mereka berpikir, apa yang memotivasi mereka untuk bertahan hidup, hingga hal-hal sederhana apa yang bisa memicu kebahagiaan mereka.
Menatap masa depannya di industri hiburan, aktris yang dikenal lewat aktingnya yang ekspresif ini mengaku sangat bersyukur atas segala kesempatan untuk meresapi kehidupan yang berbeda lewat setiap karakter yang dipercayakan kepadanya.
Ke depannya, ia berharap dapat terus berkarya dalam jangka waktu yang lama, selalu diberi kesehatan, dan tetap konsisten mempertahankan jati dirinya yang autentik di tengah popularitas.
(lut)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo