SOLOBALAPAN, HIBURAN — Babak baru perseteruan pasca-perceraian antara presenter kondang Ruben Onsu dan Sarwendah kini semakin melebar hingga menyeret lingkaran keluarga inti.
Ruben Onsu secara mengejutkan meluapkan kemarahannya secara terbuka dan dengan gamblang menyentil adik kandungnya sendiri, Jordi Onsu, yang dituding ikut andil dalam keretakan rumah tangganya hingga berujung perpisahan.
Masalah yang semula dipicu oleh pembatasan waktu bertemu anak kini menggelinding panas hingga menyentuh persoalan nafkah, pola asuh, hingga dugaan intervensi dari pihak luar.
Semprot Jordi Onsu yang Dituduh Ikut Atur Skenario
Kemarahan Ruben Onsu ini meledak melalui unggahan takarir (caption) panjang di akun Instagram pribadinya @ruben_onsu pada Senin (22/6/2026).
Ruben mengaku geram setelah menyadari potongan video lama tertanggal 12 Oktober 2025 yang memperlihatkan dirinya dibuntuti oleh kekasih baru Sarwendah, Giorgio Antonio (Gio).
Baca Juga: Merasa Bak Penculik, Ruben Onsu Geram Dibuntuti Kekasih Sarwendah Saat Temui Anak
Namun, sasaran kritik Ruben tidak berhenti pada Gio saja. Ia secara blak-blakan mempertanyakan keberadaan Jordi Onsu yang dinilainya kerap bersikap sebagai pengatur skenario di balik layar namun mendadak bungkam saat konflik memuncak.
"Lalu, di mana Uncle Jordi sekarang? Saat tahu saya datang, kok tidak muncul lagi? Sama seperti dalam keributan yang sedang terjadi saat ini, ya? Tiba-tiba tidak mau menjadi juru bicara lagi. Padahal biasanya selalu ikut campur.
Ayo, jangan diam. Anda juga ikut andil dalam perpisahan saya. Banyak hal yang sebenarnya bukan konsumsi publik dan bukan urusan orang lain, tetapi justru Anda yang sering menjadi penyambung lidah dan ikut mengatur skenario," tegas Ruben Onsu.
Sentilan menohok ini sekaligus merespons sikap Jordi Onsu yang belakangan ini terekam di media sosial mengaku emoh mengomentari ataupun menjadi juru bicara bagi pihak Sarwendah karena menganggap persoalan tersebut sudah ditangani oleh kuasa hukum.
Resmi Mengadu ke KPAI Terkait Dugaan Doktrinasi Negatif Anak
Tak main-main, Ruben Onsu bersama tim hukumnya yang dipimpin oleh Minola Sebayang langsung mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (22/6/2026).
Langkah ini ditempuh demi menyerahkan sejumlah bukti konkret mengenai dugaan adanya tekanan psikis serta doktrinasi negatif yang dialami oleh kedua putrinya, Thalia dan Thania, di lingkungan rumah ibunya.
Minola Sebayang menjelaskan bahwa sikap anak-anak yang mendadak berubah menjadi dingin dan ketakutan kepada ayah kandungnya disinyalir kuat akibat adanya pengondisian sistematis di balik pintu tertutup.
"Bullying itu kan bisa terbagi dua, fisik dan psikis. Nah, kalau misalnya kemudian patut diduga di dalam rumah itu sendiri ada suatu pengondisian, ada suatu pressure yang membuat anak-anak itu tertekan dan tidak bisa menjadi apa adanya dirinya, baik itu berkaitan dengan masalah keinginan anaknya untuk bertemu dengan ayahnya jadi berubah," ungkap Minola Sebayang.
Guna memperkuat aduan hukum tersebut, pihak Ruben menyodorkan rekaman video rahasia yang belum pernah dipublikasikan ke hadapan publik. Video tersebut merekam momen di mana anak-anak diduga sengaja dipengaruhi secara psikologis agar menolak berkumpul dengan Ruben.
Tabel Ikhtisar Eskalasi Konflik Pasca-Perceraian Ruben Onsu
Guna memberikan pemetaan informasi yang scannable mengenai benang merah konflik yang sedang terjadi, berikut adalah tabel rangkumannya:
| Komponen Masalah | Pihak yang Terlibat | Inti Pelanggaran / Tudingan Lapangan |
| Akar Perpisahan | Ruben Onsu & Sarwendah | Resmi cerai September 2024 (PN Jaksel). Hak asuh jatuh ke Sarwendah dengan jaminan akses penuh bagi Ruben. |
| Tudingan Ikut Andil | Jordi Onsu (Adik Kandung) | Disebut ikut campur, menjadi penyambung lidah, dan ikut mengatur skenario perpisahan. |
| Intervensi Aset Anak | Giorgio Antonio (Gio) | Diduga melakukan pembuntutan dan pengawasan ketat saat Ruben menemui anak pada 12 Oktober 2025. |
| Langkah Hukum KPAI | Tim Hukum Minola Sebayang | Penyerahan bukti video rahasia terkait dugaan perundungan psikis dan doktrinasi anak. |
Pihak Ruben Onsu menegaskan bahwa kesepakatan tertulis yang tertuang dalam Akte 39 pasca-putusan cerai tahun 2024 lalu—yang menjamin akses bebas bagi ayah kandung—kini mandek di lapangan.
Akibat pembatasan akses yang dinilai tidak semestinya ini, Ruben memilih jalur instansi negara demi menyelamatkan kondisi mental anak-anaknya.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo