Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ruben Onsu ke KPAI, Kubu Sarwendah Balas Begini soal Tudingan Eksploitasi Anak saat Live Streaming

Laila Zakiya • Senin, 22 Juni 2026 | 15:54 WIB
Ruben Onsu dan Sarwendah saat masih bersama. (Tangkapan layar Instagram Ruben Onsu)
Ruben Onsu dan Sarwendah saat masih bersama. (Tangkapan layar Instagram Ruben Onsu)

 

SOLOBALAPAN.COM - Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas. Kali ini, polemik berpusat pada dugaan eksploitasi anak yang disebut terjadi saat live streaming di media sosial.

Pada Senin, 22 Juni 2026, Ruben mendatangi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, untuk berkonsultasi terkait persoalan anak-anaknya yang kini berada dalam pengasuhan mantan istrinya.

Kedatangan Ruben disebut bukan hanya soal hak bertemu anak, tetapi juga menyangkut kekhawatiran atas keterlibatan kedua putrinya dalam aktivitas digital yang bersifat komersial.

"Itu (soal Thalia dan Thania live sampai malam hari) di antaranya (yang diadukan ke KPAI)," jelas Ruben.

Baca Juga: Chemistry Hwang In Youp dan Hyeri di Drakor 'Dream to You' Bikin Baper, Siap Tayang Bulan Juli

Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak

Menurut Ruben, ada sejumlah hal yang membuatnya merasa perlu meminta pendampingan KPAI. Salah satu yang paling disorot adalah keterlibatan anak-anak dalam siaran langsung TikTok bersama Sarwendah.

Usai pertemuan dengan pihak KPAI, Ruben menjelaskan fokus pengaduannya memang sepenuhnya terkait anak.

"Ya pokoknya, menceritakan semuanya. Poinnya di anak, itu aja," kata Ruben setelah keluar dari KPAI.

Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menilai penggunaan waktu istirahat anak untuk aktivitas yang menyerupai pekerjaan merupakan hal yang patut dipertanyakan.

"Menggunakan jam istirahat anak itu untuk melakukan hal-hal yang seperti itu yang harusnya ini mendapatkan persetujuan bukan hanya daripada ibunya tapi juga dari ayahnya," ungkapnya.

Menurut Minola, ada tiga poin utama yang disampaikan ke KPAI: hak anak bertemu kedua orang tua, dugaan bullying, dan dugaan eksploitasi dalam live streaming.

"Jadi jangan sampai anak itu dijadikan obyek, jangan sampai anak itu dieksploitasi, jangan sampai anak itu tidak memiliki tumbuh kembang yang baik," kata Minola.

Ia juga menyinggung adanya dugaan pengaruh psikologis terhadap anak.

"Dan tadi kami memperlihatkan beberapa video dan bukti terkait dengan masalah dugaan yang tadi saya katakan tadi itu, mencoba untuk mendoktrin anak-anak supaya artinya itu salah satunya supaya tidak mau berkumpul dengan ayahnya," kata Minola.

Poin terakhir yang menjadi perhatian adalah aktivitas live di luar jam belajar.

"Anak juga tidak boleh artinya itu dibawa ke dalam suatu lingkungan pekerjaan atau dipekerjakan yang mana kita menganggap bahwa itu adalah di luar jam belajarnya anak," ujar Minola.

Baca Juga: Toy Story 5 Jadi Sorotan, Angkat Konflik Mainan Klasik vs Teknologi Modern

Ruben Juga Soroti Kehadiran Gio

Selain soal live streaming, Ruben sempat mengungkap momen yang membuatnya tidak nyaman ketika bertemu anak-anaknya setelah pentas balet.

Ia mengaku merasa terus diawasi oleh sosok Gio saat sedang bersama Thalia dan Thania.

"Kita dipantau atau diikutin terus sama Gio. Saya hanya mikir ada apa sih? Kan saya ayahnya dan punya hak untuk bersama anak saya," ujar Ruben.

Meski pertemuan berlangsung singkat, Ruben merasa kehadirannya berarti bagi sang anak.

"Saya dan Thalia ketemu singkat, dan saya bisa merasakan Thalia senang sekali melihat saya hadir," ujar Ruben.

Kubu Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi

Di sisi lain, kubu Sarwendah langsung memberikan respons atas tudingan tersebut.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris, menegaskan bahwa anak-anak tidak pernah dijadikan alat untuk meningkatkan rating atau penjualan saat live.

Menurutnya, live streaming dilakukan dari rumah justru agar Sarwendah tetap bisa bekerja sambil dekat dengan anak-anak.

"Harta A untuk Sarwendah, harta B untuk Ruben. Sebenarnya sudah clear, termasuk rumah yang ditempati yang ternyata masih dalam cicilan itu juga sebenarnya sudah menjadi hak Sarwendah," kata Chris.

Chris menambahkan bahwa aset yang dimiliki Sarwendah difokuskan untuk masa depan anak-anak.

"Sarwendah berkali-kali menyampaikan bahwa semua aset yang dia dapat hanya untuk anak. Dia pastikan kepada saya semuanya untuk anak, termasuk yang paling utama adalah rumah," tuturnya.

Menurut Chris, bekerja dari rumah membuat anak-anak dapat bertemu ibunya kapan saja.

"Langsung di rumah itu melihat ibunya lagi kerja. Datang, senang dong anaknya juga bisa setiap hari ketemu ibunya. Ibunya juga merasa tenang di rumah itu," lanjutnya.

Baca Juga: Jadi Pembelot Korea Utara, Kim Min Ha Tampil Emosional di Hana Korea

Sarwendah Tegaskan Anak Tidak Dipaksa

Chris membantah keras narasi bahwa anak-anak sengaja dimasukkan ke dalam live streaming untuk kepentingan bisnis.

"Jangan dipelintir, seakan-akan anak itu dijadikan senjata untuk menaikkan rating. Tidak. Anak itu memang tinggal di rumah tersebut sehingga, terbuka untuk datang kapan pun," tegas Chris.

Ia menilai definisi eksploitasi anak harus dilihat secara utuh.

"Eksploitasi anak itu bukan seperti itu. Eksploitasi anak itu kalau setiap acaranya dipaksa untuk ikut," katanya.

Chris juga menegaskan tak ada skenario khusus yang melibatkan anak-anak dalam konten live.

"Itu memang dibebaskan. Anak-anak itu menurut saya bosnya di situ. Karena, setiap rumah tidak boleh ada yang namanya pengekangan terhadap anak. Dan itu juga tidak ada skrip. Anak-anak itu masuk tidak menjadi bagian dari perencanaan usaha," jelasnya.

Bahkan, menurutnya, anak-anak bebas menemui ibunya kapan saja.

"Anak-anak ini kadang ada yang suka cepat tidur, ada yang suka terbangun kangen ibunya. Bisa ketemu. Kurang bahagia apa tempat itu buat anaknya? Bisa ketemu sama ibunya pada saat dia bangun tidur," katanya.

"Bahkan misalnya tiba-tiba bangun tengah malam untuk ketemu ibunya, tinggal naik melihat ibunya sedang mencari uang buat anak-anaknya," sambung Chris.

Ia menutup klarifikasi dengan menegaskan perhatian Sarwendah terhadap anak-anak tetap penuh sepanjang waktu.

"Perhatian terhadap anaknya itu sama sekali diberikan 24 jam sama klien kami," ungkapnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#eksploitasi anak #ruben onsu #sarwendah