JAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Kreator konten asal Bali, I Gede Agus Iwan Saputra Kori atau yang lebih dikenal sebagai Saputra Kori, melebarkan sayap ke dunia perfilman. Ia dipercaya membintangi film horor-komedi berjudul Cek Khodam yang akan tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026.
Dalam film produksi JeroPoint tersebut, Saputra Kori memerankan karakter bernama Wira, seorang anak indigo yang memiliki kemampuan melihat dan membaca khodam.
“Wira ini anak indigo, keturunan dari orang tuanya. Dia biasanya live coba baca khodam di media sosial,” ujar Kori saat berkunjung ke redaksi Jawa Pos Jakarta, Senin (15/6/2026).
Kisah Terinspirasi Tren Viral Cek Khodam
Baca Juga: Kisah Pilar dalam Novel By the River Piedra I Sat Down and Wept
Film Cek Khodam mengangkat fenomena yang sempat viral di media sosial pada 2024. Saat itu, banyak warganet mengikuti siaran langsung yang menawarkan jasa membaca khodam atau sosok penjaga spiritual yang diyakini mendampingi seseorang.
Dalam cerita film, Wira menjadikan kemampuan membaca khodam sebagai bagian dari aktivitasnya di media sosial. Namun di balik itu, ia juga berusaha mengungkap asal-usul keluarga dan memahami kemampuan indigo yang dimilikinya.
Menurut Kori, perjalanan karakter Wira akan menghadirkan kejutan besar di akhir cerita.
“Intinya, apa yang dicari Wira itu sudah bersama dia dari awal, tapi dia terlambat menyadari,” katanya tanpa ingin membocorkan lebih jauh alur film.
Ia menambahkan, nama-nama khodam yang muncul dalam film dibuat unik dan menghibur, mengikuti fenomena yang sempat ramai diperbincangkan warganet.
Tantangan Membaca Mantra Berbahasa Jawa
Kori mengaku menerima tawaran bermain dalam Cek Khodam pada akhir 2025. Ia tertarik karena film tersebut memadukan unsur horor, misteri, dan komedi dalam satu cerita.
Baca Juga: Tak Terganti Layar, Ini Alasan Buku Fisik Tetap Eksis di Era Digital
Namun, peran sebagai Wira ternyata tidak mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah membaca mantra berbahasa Jawa sambil melakukan gerakan tari dalam beberapa adegan.
“Aku harus baca mantra bahasa Jawa sambil menari juga,” ujar Kori.
Sebagai orang yang berasal dari Singaraja, Bali, ia mendapat bantuan dari lawan mainnya, Adi Sudirja, agar pelafalan bahasa Jawanya terdengar lebih natural.
“Aku kan orang Bali, jadi dibantu Bang Adi supaya logat Balinya nggak kebawa,” katanya.
Adegan Drama Jadi Ujian Akting
Selain menghadapi dialog berbahasa Jawa, Kori juga harus mendalami sisi emosional karakter Wira. Ia menyebut adegan drama dalam film menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan penghayatan yang lebih dalam dibandingkan konten yang biasa ia buat di media sosial.
“Dramanya dalam banget. Emosinya aku crafting sendiri berdasarkan cerita masa lalu Wira,” ungkapnya.
Untuk memaksimalkan penampilannya, Kori juga mendapat pendampingan dari seorang acting coach selama proses syuting berlangsung.
Sulit Menahan Tawa Saat Syuting
Meski memiliki banyak adegan serius, suasana syuting tetap berlangsung penuh canda. Kori mengaku beberapa kali kesulitan menahan tawa saat beradu akting dengan para pemain lain.
Selain Adi Sudirja, film ini juga dibintangi oleh Benidictus Siregar dan Jirayut yang dikenal memiliki karakter komedi kuat.
Baca Juga: Warga Kismantoro Keluhkan Minyakita Bantuan CPP Berbau Minyak Tanah, Ada yang Dipakai Bakar Kayu
“Wah mereka lucu banget. Aku sampai sulit nahan ketawa dan harus ulang take adegan,” kata Kori.
Dengan perpaduan unsur horor, komedi, dan kisah pencarian jati diri, Cek Khodam diharapkan mampu menghadirkan hiburan segar bagi penonton sekaligus mengangkat fenomena yang pernah ramai menghiasi media sosial Indonesia. (len/an)