SOLOBALAPAN.COM - Nama Ipang Wahid belakangan menjadi sorotan publik setelah disebut sebagai calon besan oleh Ahmad Dhani dalam rencana pernikahan putri sambungnya, Tiara Savitri.
Kabar tersebut langsung menarik perhatian karena dua keluarga yang akan dipersatukan sama-sama memiliki pengaruh besar di dunia hiburan, media, hingga politik nasional.
Pria berusia 55 tahun yang lahir pada 25 Februari 1969 ini memang mengalir darah tokoh-tokoh besar bangsa.
Ia merupakan putra pertama dari pasangan Salahuddin Wahid (Gus Solah) dan Farida.
Ayahnya adalah adik kandung dari Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Sementara dari garis keturunan sang ibu, Ipang merupakan cicit dari KH Wahid Hasyim (Pahlawan Nasional sekaligus Menteri Agama pertama RI) serta keponakan dari mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.
Namun, di luar nama besar keluarganya, Ipang Wahid berhasil membuktikan kapasitas dirinya melalui deretan jabatan mentereng dan kontribusi nyata di berbagai sektor strategis berikut ini:
1. Komisaris di PT Telkomsel dan Angkasa Pura IKiprah Ipang Wahid di dunia korporasi kelas kakap sudah tidak diragukan lagi. Pentingnya peran strategis pria lulusan The Art Institute of Seattle ini terbukti dari kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah untuk mengisi posisi di perusahaan milik negara (BUMN).
Kini, Ipang Wahid diketahui bergabung sebagai Komisaris di PT Telkomsel. Posisi tersebut semakin menegaskan kiprahnya yang tak hanya dikenal di industri kreatif, tetapi juga di sektor korporasi dan pemerintahan.
Selain di industri telekomunikasi, ia juga dipercaya menjadi Komisaris PT Angkasa Pura I sejak 2020, setelah sebelumnya sempat ditunjuk oleh Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Komisaris Independen pada Maret 2020 dan menyelesaikan masa tugasnya pada Mei 2025.
2. Staf Khusus Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RITak hanya berkiprah di sektor bisnis dan korporasi, kepiawaian Ipang Wahid dalam merumuskan strategi juga membuatnya ditarik masuk ke dalam lingkaran pemerintahan.
Jabatan birokrat yang diembannya tergolong sangat krusial bagi kebijakan ekonomi nasional. Ipang Wahid saat ini menjabat sebagai Staf Khusus di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.
3. Mantan Anggota KEIN dan Ketua Tim Pariwisata Super PrioritasKepercayaan negara terhadap kemampuan manajemen dan komunikasi Ipang Wahid sudah berlangsung cukup lama.
Pada periode kepemimpinan nasional sebelumnya, ia ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk mengawal sektor industri ekonomi kreatif serta percepatan pariwisata Indonesia.
Rekam jejaknya mencatat bahwa ia pernah ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional serta Ketua Tim Quick Win 5 Destinasi Super Prioritas Pariwisata.
Baca Juga: Persib Bandung Ganti Nahkoda, Igor Tolic Naik Gantikan Bojan Hodak
Sang Sutradara Iklan Legendaris: Otak di Balik Slogan "RCTI Oke"
Sebelum aktif masuk ke ranah birokrasi, korporasi, dan menjadi praktisi komunikasi politik, Ipang Wahid adalah maestro di industri kreatif tanah air.
Lulusan Desain Komunikasi Visual Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini merupakan salah satu sutradara iklan paling legendaris di Indonesia.
Selama lebih dari dua dekade berkecimpung di dunia media, ia telah memproduksi lebih dari 1.000 iklan untuk berbagai merek besar hingga kampanye politik tingkat nasional.
Menariknya, karya-karya ikonik miliknya dipastikan sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia lintas generasi, di antaranya:
-
Pencipta Slogan "RCTI Oke": Ia juga dikenal sebagai sosok di balik slogan “RCTI Oke” untuk RCTI yang diperkenalkan pada 24 Agustus 1994.
-
Sutradara Station Identification Ikonik: Ia membidani lahirnya video identitas stasiun televisi legendaris, seperti versi Pasar Terapung Banjarmasin, iklan Rumah Gadang TMII, Pesta Kebun, Becak, Berlibur di Pantai, menonton televisi di sawah, hingga iklan penyelam bawah laut dan dua anak yang menyaksikan siaran sepak bola di Gelora Bung Karno sejak 24 Agustus 1994.
-
Pencipta Slogan SCTV "Satu Untuk Semua": Ipang juga menjadi pencipta slogan baru SCTV, yakni “Satu Untuk Semua”, yang mulai digunakan bersamaan dengan peluncuran logo baru SCTV pada 29 Januari 2005.
Melihat rekam jejak dan jabatannya yang begitu mentereng, tidak heran jika Ahmad Dhani sangat membanggakan sosok calon besannya tersebut dalam menyambut proyek "Mega Wedding" antara Tiara Savitri dan Atalla Wahid yang direncanakan berlangsung meriah. (lz)