Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Fakta Film Dokumenter Pesta Babi, Karya Terbaru Sutradara 'Dirty Vote' yang Tak Tayang di YouTube, Kenapa Kontroversial?

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 12 Mei 2026 | 16:31 WIB
Poster film dokumenter Pesta Babi.
Poster film dokumenter Pesta Babi.

SOLOBALAPAN, ENTERTAINMENT — Setelah sukses menghebohkan publik lewat Sexy Killers dan Dirty Vote, sutradara sekaligus jurnalis investigasi Dandhy Laksono kembali merilis karya terbarunya berjudul "Pesta Babi".

Berkolaborasi dengan Cypri Dale, film ini mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sejumlah agenda nonton bareng (nobar) di berbagai daerah dilaporkan mengalami pembubaran.

Judulnya yang provokatif ternyata menyimpan narasi mendalam tentang konflik agraria dan kelangsungan hidup masyarakat adat di tanah Papua.

Berikut adalah fakta-fakta penting yang perlu Anda ketahui mengenai film dokumenter tersebut.

Mengangkat Konflik Agraria di Papua Selatan

Film berdurasi 95 menit ini menyoroti perubahan drastis di wilayah Papua Selatan.

Fokus utamanya adalah dampak proyek pembukaan lahan skala besar yang dikaitkan dengan program ketahanan pangan dan transisi energi nasional.

Baca Juga: Review Film Dilan ITB 1997: Transformasi Ariel Noah Jadi Dilan Dewasa di Tengah Gejolak Reformasi 98

Pesta Babi merekam bagaimana ekspansi industri tersebut mengancam wilayah-wilayah yang dianggap sakral oleh masyarakat adat, serta mengubah tatanan sosial dan identitas budaya mereka yang selama ini bergantung pada alam leluhur.

Makna di Balik Judul 'Pesta Babi'

Meski terdengar asing bagi masyarakat umum, judul film ini diambil dari tradisi Suku Muyu yang disebut Awon Atatbon.

Kolaborasi Organisasi Sipil

Produksi film ini merupakan hasil kerja sama antara Watchdoc, Jubi Media, Greenpeace Indonesia, serta beberapa organisasi masyarakat sipil lainnya.

Melalui pendekatan investigatif, film ini menampilkan perlawanan simbolik warga, seperti penancapan ribuan salib merah sebagai tanda penolakan terhadap kehadiran perusahaan dan aparat di tanah mereka.

Kenapa Tidak Ada di YouTube?

Berbeda dengan karya Dandhy sebelumnya yang biasanya langsung diunggah ke platform YouTube, Pesta Babi menempuh jalur distribusi yang berbeda:

  1. Tidak Tayang di Bioskop & YouTube: Film ini sengaja tidak dirilis secara komersial maupun di platform video gratis untuk umum secara langsung.

  2. Sistem Nobar Komunitas: Penonton hanya bisa menyaksikan film ini melalui agenda nonton bareng yang diadakan oleh komunitas, kampus, atau ruang diskusi independen.

  3. Syarat Nobar Mudah: Bagi yang ingin mengadakan nobar, syaratnya minimal 10 peserta dan mengajukan permohonan materi ke Ekspedisi Indonesia Baru (@idbaruid).

Kontroversi dan Pembubaran

Popularitas film ini justru meningkat seiring dengan adanya upaya pembubaran nobar di beberapa lokasi, termasuk salah satunya di Universitas Mataram (Unram).

Alasan "menjaga kondusivitas kampus" yang dilontarkan pihak otoritas justru memicu debat panas mengenai kebebasan berekspresi dan ruang akademik di Indonesia.

Fenomena ini kembali membuktikan "Efek Streisand", di mana upaya untuk menyembunyikan atau membatasi sebuah informasi justru membuat informasi tersebut semakin dicari dan dikenal luas oleh publik.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Film Dokumenter #Pesta Babi #Dirty Vote #sutradara #youtube