SOLOBALAPAN.COM – Konflik antara Na Daehoon dan mantan istrinya, Julia Prastini alias Jule, kembali memanas dan kini memasuki babak baru. Setelah sebelumnya memilih diam, Daehoon akhirnya buka suara sekaligus mengambil sikap tegas terkait polemik yang melibatkan anak-anaknya.
Ketegangan ini bermula saat Daehoon menegur Jule dan kekasihnya, Safrie Ramadhan, yang dianggap menjadikan anak-anak sebagai bahan candaan di media sosial.
Dalam unggahan yang beredar, Safrie terlihat mengunggah foto bersama anak Daehoon dengan tulisan yang menuai reaksi keras.
"Apakah tidak ada rasa bersalah sedikit pun di hati kalian menghancurkan rumah tangga dengan tiga anak kecil di dalamnya? Apakah menghancurkan hidup mereka bisa disebut sebagai candaan?" tulis Na Daehoon.
Tak hanya itu, Daehoon juga memberikan peringatan tegas agar anak-anaknya tidak lagi dilibatkan dalam dinamika hubungan Jule dan Safrie.
"Jangan ganggu aku dan anak-anak. Kalau masih diteruskan, aku akan bongkar semuanya," lanjutnya.
Baca Juga: Disorot DPRD, Wali Kota Solo Siapkan Evaluasi Besar-besaran OPD Terkait
Ogah Disamakan dengan Jule
Di tengah ramainya komentar warganet, muncul anggapan yang menyebut Daehoon tidak berbeda dengan Jule. Menanggapi hal tersebut, pria asal Korea Selatan itu dengan tegas menolak.
Ia menegaskan bahwa dirinya memiliki prinsip berbeda, termasuk tetap menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua meski harus sendiri.
Selama ini, sikap diam yang ia ambil bukan tanpa alasan, melainkan demi menjaga kondisi psikologis anak-anaknya.
Daehoon juga menyinggung bahwa peran sebagai orang tua tidak hanya soal status biologis, tetapi juga tanggung jawab emosional yang konsisten.
Batasi Akses Demi Anak
Puncak konflik terjadi ketika Daehoon memutuskan untuk membatasi akses pertemuan Jule dengan ketiga anak mereka. Keputusan ini diumumkan melalui pernyataan resmi di media sosial pada 1 Mei 2026.
"Melihat beberapa kejadian belakangan ini yang menurut saya sudah melewati batas, saya sebagai ayah dan pemegang hak asuh, memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anak," tulis Daehoon.
Ia juga mengungkap sejumlah hal yang menjadi kekhawatirannya, termasuk perlakuan yang dianggap tidak pantas terhadap anak-anak.
"Beberapa hal yang menjadi perhatian serius bagi saya antara lain adanya tindakan yang menurut saya tidak pantas terhadap anak," sambungnya.
"Serta membiarkan anak-anak terlibat atau digunakan untuk bahan lecehan dan merendahkan martabat saya sebagai ayah."
Meski demikian, Daehoon menegaskan bahwa keputusan ini bukan dilandasi emosi atau dendam pribadi.
"Keputusan ini bukan diambil karena emosi, dendam, atau keinginan untuk memisahkan anak-anak dari ibu kandungnya, melainkan semata-mata demi menjaga keamanan, kenyamanan, kesehatan mental, serta tumbuh kembang anak-anak," ujar Daehoon tegas.
Baca Juga: Menari sebagai Doa, Farah Aini Astuti Hidupkan Spiritualitas di 24 Jam Menari ISI Surakarta
Tegas Lawan Fitnah
Selain membatasi akses, Daehoon juga memberi peringatan keras kepada pihak-pihak yang dianggap menyebarkan fitnah atau menggiring opini publik.
"Terhadap pihak keluarga mantan istri maupun pihak-pihak lain yang selama ini menyebarkan fitnah, menggiring opini, atau menggunakan buzzer untuk menyerang nama baik saya, saya akan menempuh jalur hukum yang berlaku," imbuhnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa Daehoon kini tidak lagi memilih diam, melainkan aktif melindungi diri dan keluarganya dari berbagai tudingan.
Konflik yang Kian Terbuka
Diketahui, pernikahan Daehoon dan Jule berakhir pada akhir 2025 setelah adanya pengakuan perselingkuhan. Hak asuh anak pun jatuh sepenuhnya ke tangan Daehoon.
Meski sempat memberi ruang bagi Jule untuk tetap bertemu anak-anaknya, situasi terbaru membuatnya mengambil langkah tegas. Keputusan ini sekaligus menegaskan perubahan sikap Daehoon yang kini lebih protektif terhadap ketiga buah hatinya.
Di tengah sorotan publik, konflik ini tidak hanya menjadi persoalan pribadi, tetapi juga mencerminkan dinamika kompleks dalam hubungan pasca perceraian—terutama ketika anak-anak ikut terlibat di dalamnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya