SOLOBALAPAN.COM - Isu dugaan penganiayaan yang menyeret nama Rien Wartia Trigina alias Erin kembali menjadi perhatian publik. Tidak hanya soal laporan hukum yang kini berjalan, sorotan juga mengarah pada lingkungan keluarga, termasuk keterlibatan sang anak, Kenzie.
Berdasarkan keterangan penyalur ART, Nia Damanik, Kenzie disebut mengetahui langsung kejadian yang dialami Hera, asisten rumah tangga yang melaporkan dugaan kekerasan tersebut.
"Katanya sih setiap hari kepalanya digini-ginikan, dimaki lah, kata-kata kasar lah," ujar Nia.
Menurut penuturan tersebut, Hera awalnya berusaha bertahan meski menerima perlakuan yang tidak menyenangkan. Ia menganggap kondisi tersebut mungkin dipengaruhi situasi pribadi sang majikan.
"Ya udah gak apa-apa sabarin aja, mungkin ibunya lagi kesal. Bahasa-bahasa binatang, kasar, Heranya tidak melawan," sambungnya.
Namun situasi berubah ketika dugaan kekerasan fisik terjadi. Hera akhirnya memutuskan untuk melapor.
"Karena berhubung udah main tangan makanya dia laporan, karena dia laporan HP-nya dibanting katanya terus bajunya ditahan, gak boleh dia, kemarin itu ditarik ke dalam," imbuhnya.
Kenzie Disebut Sempat Melihat Kejadian
Yang menjadi perhatian, Nia menyebut Kenzie berada di lokasi saat peristiwa tersebut terjadi.
"Soalnya ada anaknya itu si Kenzy, jadi lihat kan. Dan dia pun kemarin diperlakukan kayak gitu anaknya juga ada si Kenzynya tau," ucap Nia.
Meski demikian, Kenzie disebut tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya mencoba mencari bantuan dengan menghubungi ayahnya.
"Gak, dia bilang suruh lapor ayahnya dia langsung telepon ke pak Andre, cuma kan pak Andrenya bilang saya di luar lingkup itu memang sudah bilang tidak bisa karena dia bukan istri," lanjutnya.
Rasa takut juga disebut menjadi alasan Kenzie tidak berani bertindak lebih jauh.
"Dia nelepon papahnya karena sama mamahnya dia takut," tandasnya.
Proses Hukum Berjalan, Kedua Pihak Saling Lapor
Kasus ini kini telah masuk ke ranah hukum setelah Hera melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Di sisi lain, Erin juga mengambil langkah hukum dengan melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik.
Pihak Erin melalui kuasa hukumnya menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
"Mbak Erin dalam hal ini, dikatakan sebagai seorang melakukan penganiayaan, kekerasan, padahal tidak benar itu semua. Ya, itu tidak benar karena sesungguhnya justru menjadi korban dari fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan, yang dalam hal ini diduga, ya, diduga, oleh penyalurnya yang menurut cerita adalah juga disampaikan oleh ART-nya yang diketahui demikian," kata Siti Hajar.
Erin sendiri juga menegaskan bantahannya.
"Gak ada, gak ada apa-apa," ujar Erin.
"Semua fitnah ya," lanjut M Afif, salah satu pengacaranya.
Ia juga menyebut memiliki bukti yang akan disampaikan dalam proses hukum.
"Jadi gini, semua sudah ada bukti-buktinya. CCTV yang di rumah, saksi-saksi, ART yang ada di rumah, security terutama. Jadi, nanti biar proses," tegas Erin.
Selain itu, Erin menjelaskan bahwa ART yang melaporkannya belum lama bekerja.
"Baru, baru banget, baru. Belum ada sebulan. Baru, belum sampai sebulan," sambungnya.
"Belum ada gajian. Belum satu bulan dan saya juga udah bayar ke penyalur itu kan. Jadi ya, kita lihat ajalah prosesnya. Pokoknya saya akan tindak lanjuti dengan tegas," ucap Erin.
Viral di Media Sosial, Dokumen Perceraian Ikut Disorot
Kasus ini semakin meluas setelah viral di media sosial. Unggahan yang menampilkan dugaan kondisi korban memicu berbagai reaksi publik.
"HP dibanting, baju-bajunya ditahan, dan gajinya tidak dibayarkan," tulis pengguna Threads @niadamanik7.
Tak hanya itu, warganet juga kembali mengaitkan isu ini dengan masa lalu rumah tangga Erin dan Andre Taulany. Dokumen perceraian mereka ikut menjadi bahan perbincangan.
"Di dokumen perceraian kan Andre bilang, kalau Erin suka KDRT ke ART. Baju ARTnya dibakar, satpam ditampar. Eh, netizen malah belain Erin hanya karena dia nemanin Andre dari nol," ujar akun @dev***.
"Ternyata benar rumor dulu yang bilang kalau istri Andre Taulany itu galak," tulis @cer***
"Apa Andre gugat cerai Erin karena dia problematik?" komentar @it***
Hingga kini, kasus dugaan penganiayaan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Kedua pihak sama-sama menyampaikan versi masing-masing dan menempuh jalur hukum.
Di tengah proses itu, perhatian publik tidak hanya tertuju pada fakta hukum, tetapi juga dampak yang lebih luas, termasuk pada keluarga dan anak yang ikut terseret dalam pusaran isu.
Perkembangan selanjutnya masih dinantikan, seiring proses hukum yang akan menentukan kebenaran dari dugaan yang beredar. (lz)
Editor : Laila Zakiya