SOLOBALAPAN, ENTERTAINMENT — Pernikahan sering kali dianggap sebagai garis finis dari sebuah perjuangan cinta, padahal ia adalah titik awal dari babak kehidupan yang jauh lebih menantang.
Namun, bagaimana jika tantangan terbesar itu bukan datang dari luar, melainkan dari dalam rumah sendiri?
Sutradara kenamaan Anggy Umbara kembali menggebrak layar lebar dengan film terbarunya berjudul "Keluarga Suami Adalah Hama".
Film ini merupakan adaptasi dari film pendek karya Aditya Santana yang mengangkat realitas pahit kehidupan rumah tangga yang terjebak dalam lingkaran konflik keluarga besar.
Terjebak dalam Dominasi Mertua dan Ipar
Film ini mengikuti kisah Intan (Raihaanun) dan Damar (Omar Daniel), pasangan baru yang harus tinggal di kediaman keluarga Damar.
Alih-alih mendapatkan kehangatan sebagai anggota keluarga baru, Intan justru mendapati dirinya berada dalam situasi yang menyesakkan.
Di rumah tersebut, Intan harus melayani ibu mertua serta dua adik Damar, Bella dan Danan, yang tidak kunjung mandiri.
Posisi Intan sebagai menantu pertama perlahan bergeser menjadi sosok yang tak ubahnya seorang pembantu tanpa upah.
Segala beban pekerjaan rumah tangga dilimpahkan kepadanya, sementara ia tidak memiliki suara untuk membela diri.
Dilema Damar Sebagai Tulang Punggung Keluarga
Di sisi lain, Damar terjepit dalam posisi yang sangat sulit.
Sebagai anak laki-laki tertua yang menggantikan figur ayah, ia memikul beban ekonomi yang luar biasa berat (sandwich generation).
Gaji kantornya harus dibagi secara paksa untuk:
-
Biaya kuliah Danan.
-
Cicilan renovasi rumah.
-
Pengobatan ibu yang sedang sakit.
-
Biaya pemakaman ayahnya yang belum usai.
Kondisi semakin parah saat Bella memutuskan untuk resign, membuat pengeluaran keluarga semakin membengkak sementara pemasukan tetap.
Damar berusaha bersikap adil, namun tekanan dari sang ibu sering kali membuat posisinya sebagai suami bagi Intan menjadi lemah.
Ketika Rumah Bukan Lagi Tempat Berpulang
"Keluarga Suami Adalah Hama" menyoroti bagaimana psikis dan fisik seorang perempuan diuji hingga batas maksimal. Setiap usaha Intan untuk mempertahankan harga dirinya justru dibalas dengan peringatan keras dari sang mertua.
Keluarga yang seharusnya menjadi pelukan hangat, justru berubah menjadi ladang ujian yang penuh luka.
Film ini terasa sangat dekat dan intens bagi banyak penonton, terutama mereka yang pernah merasakan dinamika tinggal satu atap dengan mertua.
Arahan Anggy Umbara yang piawai dalam menata emosi menjanjikan sebuah tontonan yang akan menguras simpati dan air mata.
Siapkan diri Anda untuk menyaksikan drama rumah tangga yang sangat relatable ini di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 21 Mei 2026.
(Riza Hidayatulloh/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo