SOLOBALAPAN, ENTERTAINMENT — Awal Mei 2026 akan dibuka dengan nuansa romansa yang kental di bioskop tanah air.
Film bertajuk "Shaka Oh Shaka" karya sutradara Dinna Jasanti siap menyapa penonton mulai tanggal 7 Mei 2026.
Film produksi Starvision Plus ini merupakan adaptasi dari novel best-seller karya Jocelyn Suherman yang telah sukses memikat ribuan pembaca.
Film ini menjadi refleksi atas takdir manusia, membuktikan bahwa sesuatu yang dianggap mustahil—seperti menjalin cinta dengan idola—bisa menjadi nyata melalui pertemuan yang sederhana.
Pertemuan Ajaib di Konser Musik
"Shaka Oh Shaka" mengikuti perjalanan hidup Ocel (Arla Ailani), seorang gadis sederhana yang sejak kecil mengagumi musisi bernama Shaka (Kiesha Alvaro).
Baca Juga: Merancang Plot Twist Hidup: Menjadikan Lagu Film Favorit sebagai Soundtrack Manifestasi Karier Gen Z
Angan-angan Ocel yang selama ini hanya tersimpan dalam mimpi mendadak berubah saat ia menghadiri sebuah konser musik.
Bukan sekadar pertemuan biasa antara penggemar dan bintang, ketulusan serta kepribadian unik Ocel ternyata berhasil menggugah hati Shaka.
Berawal dari kagum, keduanya pun sepakat untuk berkomitmen dalam jalinan kasih. Sebuah fenomena "mimpi jadi nyata" yang jarang terjadi namun sangat diidamkan oleh banyak orang.
Badai di Balik Hubungan Dua Dunia
Namun, hubungan Shaka dan Ocel tidaklah semulus cerita dongeng. Sebagai musisi kondang, Shaka memiliki kesibukan luar biasa, termasuk tur konser yang berpindah-pindah kota. Di sinilah tantangan berat mulai muncul:
-
Sekat Jarak: Hubungan mereka sering kali terhalang oleh ruang dan waktu.
-
Komunikasi yang Memudar: Kesepakatan awal untuk menjaga komunikasi justru menjadi hal pertama yang hilang saat jarak memisahkan.
-
Benturan Ego: Rasa lelah dan ego masing-masing mulai muncul, membuat mereka sering membandingkan kesibukan satu sama lain.
Kisah cinta ini terasa sangat realistis karena menggambarkan bagaimana dua dunia yang berbeda—antara sang bintang dan orang biasa—harus berjuang menyatukan ekspektasi dan rasa di tengah tekanan publik dan kesibukan profesional.
Tim di Balik Layar
Kekuatan cerita film ini tak lepas dari naskah yang dipoles oleh Rino Sarjono, Alim Sudio, serta penulis aslinya, Jocelyn Suherman.
Kolaborasi ini memastikan emosi yang ada di dalam novel dapat tersampaikan dengan baik ke dalam bahasa visual di layar lebar.
Film ini menjadi pengingat bagi para pejuang cinta jarak jauh (LDR) maupun para penggemar, bahwa hubungan membutuhkan lebih dari sekadar perasaan, yakni waktu untuk saling mendengarkan saat hubungan mulai terasa rentan.
(Riza Hidayatulloh/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo