SOLOBALAPAN, NASIONAL — Komedian Kiky Saputri kembali menjadi pusat perhatian publik, khususnya di kalangan penggemar K-Pop.
Namanya mendadak viral setelah aksinya saat menjadi pemandu acara yang mewawancarai boygroup asal Korea Selatan, NCT Wish, dinilai tidak pantas dan mengandung unsur pelecehan.
Kejadian tersebut bermula ketika Kiky bertindak sebagai host dalam sebuah program televisi yang menghadirkan NCT Wish sebagai tamu internasional.
Dalam salah satu segmen, interaksi Kiky dengan salah satu member, Yushi, justru memicu gelombang protes keras dari para penggemar di media sosial.
Isi Candaan yang Dinilai Tidak Etis
Berdasarkan cuplikan video yang sempat beredar luas di media sosial, insiden bermula saat Yushi menunjukkan kemahirannya dalam menggiring dan mengolah bola di atas panggung.
Melihat aksi tersebut, Kiky kemudian melontarkan sebuah punchline yang dianggap bermakna ganda.
"Mau dong digolin," cetus Kiky Saputri. Ucapan tersebut seketika menjadi pemicu kemarahan penggemar karena dinilai memiliki konotasi seksual yang tidak pantas.
Saking sensitifnya kalimat tersebut, pihak penerjemah yang disediakan stasiun televisi bahkan memilih untuk tidak menerjemahkan candaan Kiky kepada para member NCT Wish demi menjaga etika di depan tamu mancanegara.
Status Yushi yang Masih di Bawah Umur
Sentimen negatif semakin menguat karena para penggemar mengingatkan bahwa Yushi merupakan idola yang baru saja memulai debutnya dan masih di bawah umur.
Hal ini membuat gaya komedi Kiky dianggap sangat tidak sensitif dan masuk dalam kategori pelecehan seksual secara verbal.
Meskipun video cuplikan tersebut kini mulai banyak dihapus karena dinilai tidak layak tayang, jejak digital di platform X (Twitter) dan Instagram tetap dipenuhi kritik pedas.
Penggemar menuntut adanya evaluasi terhadap gaya komedi yang sering kali dianggap melewati batas kesopanan.
Protes Keras Netizen di Media Sosial
Gelombang protes dari fans NCT Wish terus membanjiri kolom komentar akun media sosial sang komedian.
Banyak netizen yang meminta Kiky untuk lebih berhati-hati dalam menempatkan candaan, terutama saat berhadapan dengan budaya dan tamu dari luar negeri yang memiliki batasan norma berbeda.
"Tolong bedakan mana komedi dan mana pelecehan. Tidak semua hal bisa dijadikan bahan bercandaan murahan seperti itu," tulis salah satu netizen.
Komentar lain juga menyindir agar Kiky belajar dari kasus-kasus sebelumnya dan tidak menggunakan dalih "hanya bercanda" untuk membenarkan tindakan yang menyinggung pihak lain.
Hingga kini, sentimen negatif terhadap gaya komedi Kiky masih terus bergulir di jagat maya.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo