SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan penggelapan dana yang menimpa selebgram Fujianti Utami Putri alias Fuji kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya soal kerugian materi, Fuji mengaku kondisi mentalnya ikut terguncang karena persoalan tersebut.
Fuji datang ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (20/4) untuk mengetahui perkembangan laporannya. Dalam kesempatan itu, ia membongkar dampak besar yang dirasakannya akibat ulah mantan admin media sosialnya.
Menurut Fuji, orang yang pernah ia percaya itu memiliki akses ke akun pribadi Instagram dan TikTok miliknya. Hal tersebut membuat situasi semakin sensitif karena menyangkut privasi.
"Oh kena mental banget saya, saya mau menghubungi psikiater saya lagi tuh nggak jadi ya. Karena bukan sekadar duit doang Kak, karena dia tuh kan mempunyai akses untuk Instagram pribadi saya sama TikTok saya. Dia screenshot-lah chat-chat pribadi saya, disebarluaskan untuk jadi bahan ketawa-ketawaan, ngata-ngatain saya di belakang," ungkap Fuji.
Tak hanya itu, Fuji menyebut terduga pelaku juga diduga memengaruhi tim lain untuk bersikap negatif kepadanya. Ia mengaku masa itu menjadi salah satu periode paling berat dalam hidupnya.
"Saya bersyukur banget dibantu juga sama mantan manajer saya yang dulu, Vina, sama Bang Sandy. Karena kalau nggak, saya bisa gila sih tahun lalu. Karena kan dia juga kerjasama sama mantan tim saya yang lain-lainnya juga kan," sambungnya.
Di tengah tekanan tersebut, Fuji tetap berusaha menjalankan pekerjaan secara profesional. Ia merasa kehadiran sahabat dekat sangat membantunya melewati masa sulit.
"Saya bersyukur akan kehadiran temen saya yang menemani saya pas lagi depresi. Dia (pelaku) bisa tahu keberadaan saya, saya ngapain sama siapa, dia tuh bisa dengan bebasnya tuh tahu gitu loh," ucap Fuji.
Baca Juga: Usai Persis Solo Takluk 0-2 dari Arema FC: Milomir Seslija Sebut Ini Penampilan Terburuk Musim Ini
Uang Hasil Kerja Diduga Dipakai Beli Mobil untuk Pacar
Kasus ini makin menyita perhatian setelah Fuji mengungkap dugaan penggunaan uang hasil penggelapan. Ia mengeklaim sebagian dana miliknya justru dipakai membeli mobil untuk pasangan mantan admin tersebut.
"Uangnya untuk, seingat aku, dia pernah belikan mobil ke mantannya ya. Jadi mobilnya itu masih ada di mantannya," ucap Fuji, Senin (20/4/2026).
Fuji juga meminta pihak yang menerima aset tersebut memiliki itikad baik untuk mengembalikannya.
"Untuk mantannya, siapa tahu nonton ya, sesama perempuan kan. Tolonglah, itu uang haram. Karena uangnya itu bukan uang yang kerja halal, itu uang dari korupsi, jadi tolong dibalikin saja," tukasnya.
Kerugian Disebut Fantastis
Meski tak menyebut angka rinci, Fuji memberi sinyal kerugian yang dialaminya mencapai nominal besar. Ia bahkan ragu uang tersebut bisa dikembalikan sepenuhnya.
"Kalau mau kembalikan juga dari mana ya kalau untuk hampir empat digit? Sebenarnya gaji dia juga sudah oke, tapi dia memilih untuk menggelapkan dana. Ternyata memang kayaknya enggak ada puasnya saja," kesalnya.
Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, menyebut laporan yang diajukan kliennya kini sudah naik ke tahap penyidikan.
“Kami mendapat informasi terkait laporan kami berjalan dengan lancar. Saksi-saksi sudah diperiksa minggu lalu, termasuk terlapor, dan status prosesnya sudah naik ke penyidikan,” ucap Sandy.
Ia menambahkan kedatangan mereka ke kantor polisi juga untuk mengonfirmasi keterangan dari pihak terlapor.
“Kami ingin mengonfirmasi apa yang sudah disampaikan dari terlapor. Apakah ada pengakuan, apakah ada itikad baik untuk penyelesaian terhadap klien kami,” tukasnya.
Baca Juga: Belajar Menari: Tidak Hanya Bergerak Tetapi Juga Tentang Filosofi Hidup
Fuji Pilih Lanjut Jalur Hukum
Meski ada kemungkinan penyelesaian, Fuji menegaskan dirinya tak ingin berdamai. Ia memilih menyerahkan persoalan ini ke proses hukum agar memberikan efek jera.
"Lanjut proses aja sih, dalam artian saya emang mau dia dihukum. Saya bisa cari duit sendiri, makan tuh duit, biar aja di dalem penjara. Capek saya kerja," tegasnya.
Kasus yang bermula sejak 2025 itu kini masih bergulir di kepolisian. Publik pun menunggu bagaimana akhir perkara dugaan penggelapan dana yang menyeret nama Fuji dan mantan admin kepercayaannya tersebut. (lz)
Editor : Laila Zakiya