SOLOBALAPAN, JAKARTA - Nama Egi Fazri mendadak menjadi sasaran amuk netizen di media sosial.
Kreator konten ini dihujani kritik tajam setelah dituding mengeksploitasi kemiripan wajahnya dengan mendiang Vidi Aldiano.
Bukannya menuai simpati, aksi Egi yang mencoba meniru gaya penampilan almarhum justru dinilai tidak sensitif dan hanya sekadar mencari panggung di tengah suasana duka yang masih menyelimuti keluarga serta sahabat.
Kontroversi "Pengobat Rindu" dan Interaksi dengan Harry Kiss
Aksi Egi mulai memicu kemarahan publik saat ia secara berani mengklaim dirinya bisa menjadi "pengobat rindu" bagi para penggemar Vidi.
Pernyataan ini dianggap berlebihan dan tidak menghargai perasaan keluarga inti almarhum.
Selain konten meniru gaya, Egi juga sempat membagikan momen ziarah dan interaksinya dengan ayah Vidi, Harry Kiss.
Meski sebagian kecil netizen melihat ini sebagai bentuk silaturahmi, mayoritas publik menganggap Egi sengaja memanfaatkan kedekatan tersebut untuk menaikkan popularitas atau "menumpang tenar".
Disentil Sahabat Dekat Almarhum
Reaksi keras tidak hanya datang dari netizen biasa. Sahabat karib Vidi Aldiano, seperti Enzy Storia dan Deddy Corbuzier, juga dikabarkan menyuarakan kekesalan mereka terhadap tindakan Egi.
Kehadiran figur publik dalam pusaran kritik ini semakin mempersempit ruang gerak Egi di dunia digital.
Tangis Permintaan Maaf di Instagram
Sadar dirinya menjadi musuh bersama, Egi Fazri akhirnya mengunggah video permintaan maaf melalui akun Instagram pribadinya, @egifazri35.
Dengan suara bergetar dan berurai air mata, ia mengaku menyesali segala kegaduhan yang telah ia ciptakan.
"Saya Egi Fazri ingin meminta maaf setulus hati kepada semua pihak yang merasa terganggu... terutama untuk pihak keluarga almarhum. Saya minta maaf sebesar-besarnya," ujarnya dalam video tersebut.
Janji Hentikan Semua Konten Terkait Vidi
Dalam pernyataannya, Egi menegaskan telah mencoba meminta maaf secara langsung kepada keluarga besar almarhum Vidi.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, ia berjanji akan menghapus dan menghentikan seluruh konten yang berkaitan dengan penyanyi lagu "Status Palsu" tersebut.
"Setelah ini Egi berjanji menghentikan semua konten tentang almarhum. Semoga ke depannya Egi bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi," ucapnya sambil terisak.
Publik Masih Sangsi
Meski sudah meminta maaf secara terbuka, perdebatan di kolom komentar masih terus memanas.
Sebagian netizen meragukan ketulusan Egi dan menganggap langkah ini diambil hanya karena ia takut kehilangan pengikut atau terkena dampak hukum setelah ditegur oleh tokoh-tokoh besar.
Kasus ini menjadi pelajaran bagi para kreator konten bahwa personal branding yang dibangun di atas duka atau kemiripan dengan orang yang telah tiada memiliki batasan etika yang sangat tipis.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo