SOLOBALAPAN.COM - Sistem desil dalam bantuan sosial (bansos) kembali jadi sorotan publik.
Banyak masyarakat bertanya-tanya, apakah desil bisa diturunkan agar peluang menerima bantuan seperti PKH dan BPNT semakin besar?
Jawabannya: bisa.
Namun, ada prosedur dan syarat yang harus dipenuhi agar perubahan data tersebut valid dan sesuai kondisi sebenarnya.
Baca Juga: Berapa Harga Motor Emmo JVX GT? Viral BGN Diduga Siapkan 70 Ribu Motor Listrik untuk Petugas MBG
Apa Itu Desil dan Kenapa Penting?
Desil adalah metode pengelompokan masyarakat ke dalam 10 kategori berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi.
Sistem ini digunakan pemerintah untuk menentukan siapa yang berhak menerima bansos.
Semakin kecil angka desil, maka kondisi ekonomi rumah tangga dinilai semakin rendah. Sebaliknya, semakin tinggi angka desil menunjukkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik.
Secara umum, pembagiannya adalah:
-
Desil 1: 10 persen masyarakat paling miskin (miskin ekstrem)
-
Desil 2: Kelompok miskin
-
Desil 3: Hampir miskin
-
Desil 4: Rentan miskin
-
Desil 5: Menuju kelas menengah
-
Desil 6–10: Kelompok menengah ke atas
Kelompok desil 1–4 menjadi prioritas utama penerima bansos seperti PKH.
Sementara desil 1–5 masih berpeluang menerima bantuan lain seperti BPNT atau Program Sembako.
Baca Juga: Kabel Semrawut, PAD Seret: DPRD Sragen Sentil Keras Bisnis Wi-Fi yang Cuma Numpang Lewat
Benarkah Desil Bisa Diturunkan?
Perubahan kondisi ekonomi dalam kehidupan nyata tidak selalu langsung tercermin dalam data pemerintah.
Karena itu, masyarakat diberikan kesempatan untuk memperbarui data agar sesuai kondisi terkini.
Dengan melakukan pembaruan data, desil bisa saja turun jika memang kondisi ekonomi memburuk dan terbukti dalam proses verifikasi.
Tujuannya agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran dan diberikan kepada yang membutuhkan.
Baca Juga: Emas Antam Makin “Sultan”: Naik Rp 50 Ribu, Kini Nyaris Rp 3 Juta per Gram
Cara Menurunkan Desil DTSEN
Bagi masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data, berikut langkah yang bisa dilakukan:
-
Datangi kantor desa/kelurahan atau dinas sosial setempat
-
Ajukan pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
-
Ikuti proses survei dengan memberikan jawaban jujur
-
Tunggu musyawarah desa sebagai tahap validasi
-
Data akan dikirim ke BPS untuk proses perangkingan ulang
Kejujuran menjadi kunci utama dalam proses ini agar hasilnya akurat dan bisa dipertanggungjawabkan.
Baca Juga: Atap UPVC Single Layer Ecoroof, Solusi Atap Untuk Bangunan Sejuk dan Tahan Lama
Cara Cek Desil Bansos 2026 Secara Online
Kini, masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor pemerintah untuk mengetahui status desil. Pengecekan bisa dilakukan secara online dengan dua cara:
1. Melalui aplikasi Cek Bansos:
-
Unduh aplikasi resmi Kemensos
-
Login atau buat akun baru
-
Masukkan NIK sesuai KTP
-
Lihat status desil dan kelayakan bansos
2. Melalui website resmi Kemensos:
-
Akses laman cekbansos.kemensos.go.id
-
Masukkan NIK
-
Klik “Cari Data”
-
Sistem akan menampilkan informasi lengkap
Dengan cara ini, masyarakat bisa langsung mengetahui apakah termasuk calon penerima bantuan atau tidak.
Kenapa Sudah Miskin Tapi Tidak Dapat Bansos?
Ada beberapa alasan seseorang tidak terdaftar sebagai penerima bansos meski merasa layak, di antaranya:
-
Data belum valid atau belum diperbarui
-
Identitas tidak ditemukan dalam sistem
-
Status pekerjaan tidak memenuhi syarat (ASN, TNI, Polri, BUMN/BUMD)
-
Sudah meninggal dunia atau data tidak aktif
Karena itu, pembaruan data secara berkala sangat penting.
Baca Juga: CORTIS Comeback! Album Baru “GREENGREEN” Siap Meledak Awal Mei 2026
Peluang KPM Terima PKH hingga BPNT
Jika desil berhasil diperbarui dan masuk kategori prioritas, peluang menerima bantuan sosial terbuka lebih besar.
Secara umum:
-
Desil 1–4: berhak menerima PKH
-
Desil 1–5: berhak menerima BPNT dan PBI-JK
-
Desil 1–5: berpeluang mendapat program ATENSI
Namun, keputusan akhir tetap melalui proses verifikasi dan validasi dari pemerintah.
Desil memang bisa diturunkan, tetapi harus melalui prosedur resmi dan berdasarkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Pembaruan data menjadi langkah penting agar bantuan sosial tepat sasaran.
Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), memahami sistem desil dan rutin mengecek status menjadi kunci agar tidak kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan seperti PKH dan BPNT.
Dengan data yang akurat, peluang mendapatkan bansos pun semakin terbuka. (lz)
Editor : Laila Zakiya