SOLOBALAPAN.COM – Tekanan psikis hebat tampaknya tengah menghantam Tri Indah R, sosok selebgram yang belakangan ini dikaitkan netizen dengan skandal Video Call Sex (VCS) Alexander Assad, suami Clara Shinta.
Usai identitasnya "dikuliti" oleh warganet, sebuah video memprihatinkan beredar di platform TikTok.
Wanita yang diduga Tri Indah R itu terlihat pingsan dan terbaring lemas di lantai dengan wajah yang sangat pucat.
Pingsan Tak Sadarkan Diri di Lantai
Dalam unggahan akun TikTok randomme, terlihat dua orang berusaha menyadarkan wanita yang diduga Tri Indah alias Keyndah tersebut.
Meski tubuhnya digerakkan berulang kali, ia sama sekali tidak memberikan respons.
Kondisi ini diduga kuat akibat depresi dan tekanan mental setelah ribuan komentar negatif menyerbu akun media sosialnya.
Sejak isu ini bergulir, Tri Indah memang langsung mengambil langkah seribu dengan mengunci (private) akun Instagram pribadinya guna menghindari amukan netizen.
Mengapa Nama Tri Indah R Terseret?
Netizen mulai mencocoklogi wajah Tri Indah dengan cuplikan video VCS yang sempat diunggah (dan kemudian disensor) oleh Clara Shinta.
Banyak yang menilai ada kemiripan visual yang identik, sehingga identitasnya terus ditelusuri hingga kehidupan pribadinya terbongkar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Tri Indah R terkait tuduhan tersebut.
Namun, aksi bungkam dan pingsannya sang selebgram justru membuat rasa penasaran publik semakin memuncak.
Clara Shinta: "Biarin Saja Dia Hidup Tenang"
Berbeda dengan reaksi netizen yang beringas, Clara Shinta justru menunjukkan sikap yang sangat dewasa.
Ia menegaskan tidak akan melabrak atau mengejar wanita yang diduga menjadi selingkuhan suaminya tersebut.
"Biarin saja dia hidup tenang. Lagian aku pun sadar kok nggak sepenuhnya kesalahan dia. Kuncinya di suamiku, suamiku yang memang nggak bisa rem hawa nafsunya," tegas Clara Shinta, Rabu (1/4/2026).
Clara menyadari bahwa perselingkuhan tidak akan terjadi jika pihak laki-laki mampu menjaga komitmen dan mengendalikan hawa nafsunya sendiri. (dam)
Editor : Damianus Bram